Antrean truk mengular menuju Pelabuhan Semarang

Antrean truk yang akan masuk ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat, mengular di depan pintu utama pelabuhan yang beberapa hari terakhir tergenang banjir rob akibat tanggul laut yang jebol itu.

Antrean truk mengular di sejumlah jalan menuju pelabuhan, seperti Jalan Arteri Yos Sudarso dan Jalan Ronggowarsito.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit membenarkan antrean panjang kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan itu.

"Anggota sudah di lapangan untuk membantu mengatur arus lalu lintas," katanya.

Baca juga: Penanganan banjir rob Semarang dicek Menteri PUPR

Baca juga: Pembangunan tanggul darurat di kawasan pelabuhan Semarang dikebut

Sementara itu, kondisi pintu masuk utama pelabuhan Semarang tersebut sudah tidak lagi tergenang.

Genangan rob hanya ada di sisi timur pintu utama yang merupakan pos IV pelabuhan itu.

"Sudah tidak ada genangan di depan pintu masuk. Untuk genangan di dalam, mobil pribadi sudah bisa melintas," kata salah seorang petugas pelabuhan yang membantu mengatur truk yang akan masuk.

Baca juga: Pelabuhan Tanjung Emas Semarang masih digenangi banjir rob

Baca juga: 5.000 keluarga masih terdampak banjir rob di Semarang

Sementara Sekretaris BPBD Kota Semarang Winarsono mengatakan proses penambalan tanggul laut yang jebol di kawasan Lamicitra di kompleks Pelabuhan Tanjung Emas Semarang kembali dilanjutkan hari ini.

"Kemarin sempat dihentikan sementara karena air pasang serta turun hujan," katanya.

Sebelumnya, tanggul laut di kawasan Lamicitra yang jebol mengakibatkan banjir rob di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sejak 23 Mei 2022.

Tingginya limpasan air laut yang terjadi dalam sepekan terakhir yang melanda pesisir Utara Jawa Tengah itu diduga sebagai penyebab tanggul laut tersebut jebol.

Baca juga: Pakar UGM: Penggunaan air tanah skala besar di utara Jawa perlu diatur

Baca juga: Pemprov Jateng pastikan logistik warga terdampak banjir rob aman

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel