Antusias Warga Palembang Mendengar Informasi Cek Fakta Liputan6.com

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Palembang - Masifnya peredaran berita bohong atau hoaks terkait COVID-19, vaksinasi dan hal-hal lain, membuat banyak masyarakat Indonesia terpengaruh informasi tersebut.

Untuk itu, tim Cek Fakta Liputan6.com turun langsung ke masyarakat, untuk menyosialisasikan tentang bahayanya dampak hoaks serta pencegahan yang bisa dilakukan.

Salah satunya dengan memberikan informasi terkait Program Cek Fakta Liputan6.com, serta mengenalkan Chatbot WhatsApp Liputan6.com, untuk memudahkan masyarakat mencaritahu kebenaran terkait informasi yang didapatkan.

Di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri, sosialisasi tersebut dilakukan di dua lokasi di Kota Palembang. Yaitu Dermaga Pasar Tradisional 16 Ilir Palembang dan Kampung Al-Munawar Palembang Sumsel, pada hari Selasa (31/8/2021).

Sasaran pertama adalah para penumpang dan pengemudi speedboat jurusan Palembang-Makarti Banyuasin Sumsel.

Sosialisasi yang dilakukan, disambut antusias oleh para penumpang dan pengemudi speedboat tersebut. Untuk lebih memudahkan informasi tersebar, tim Cek Fakta Liputan6.com menempel poster dan membagikan stiker terkait Liputan6 Cek Fakta

Syarif, warga Makarti Banyuasin Sumsel mengatakan, dirinya sering mendapatkan informasi hoaks yang menyebutkan bahwa vaksinasi COVID-19 tersebut berbahaya.

“Saya tidak percaya dengan informasi tersebut. Bahkan, saya sudah dua kali sudah disuntik vaksin dan tidak ada efek buruk apapun di tubuh saya,” ujarnya.

Dia pun mengatakan, informasi terkait Cek Fakta Liputan6.com sangat berguna, untuk mengetahui apakah informasi yang didapatkannya itu benar atau hanya kabar bohong.

Bahkan, program Cek Fakta Liputan6.com tersebut akan diberitahukan ke keluarga dan orang-orang terdekatnya. Termasuk Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670. Agar tidak ada yang terhasut dengan informasi yang tidak diketahui kebenarannya.

Tidak Menyebarkan Hoaks

Para warga Kampung Al-Munawar Palembang saat mendapatkan informasi terkait Cek Fakta Liputan6.com (Liputan6.com / Nefri Inge)
Para warga Kampung Al-Munawar Palembang saat mendapatkan informasi terkait Cek Fakta Liputan6.com (Liputan6.com / Nefri Inge)

Lalu, sosialisasi dilanjutkan ke Kampung Al-Munawar di Kelurahan 13 Ulu Palembang Sumsel. Lokasi ini merupakan salah satu destinasi wisata heritage, yang terkenal di Kota Palembang.

Di tengah pandemi COVID-19, nyaris tidak ada pengunjung di Kampung Al-Munawar Palembang ini. Namun ada aktivitas anak-anak dan orang dewasa, meskipun tidak seramai biasanya.

Bagdih (40), warga Kampung Al-Munawar Palembang menceritakan, jika dia dan keluarganya kerap mendapatkan informasi hoaks seputar COVID-19.

“Saya sering dengar kalau disuntik vaksin itu bisa mematikan. Tapi informasi itu tidak bisa dipercaya. Saya juga tidak menyebarkan ke yang lain,” ujarnya.

Chatbot WhatsApp Cek Fakta

Para santri pengajian di Kampung Al-Munawar Palembang, antusias melihat poster terkait informasi Cek Fakta Liputan6.com (Liputan6.com / Nefri Inge)
Para santri pengajian di Kampung Al-Munawar Palembang, antusias melihat poster terkait informasi Cek Fakta Liputan6.com (Liputan6.com / Nefri Inge)

Dia bahkan ingin sekali mengikuti vaksinasi COVID-19, meskipun di kampungnya belum digelar vaksinasi massal seperti di tempat lain di Kota Palembang.

Sama halnya dengan Syarifah (13), salah satu santri pengajian di Kampung Al-Munawar Palembang. Dia pernah menerima pesan melalui aplikasi WhatsApp, tentang beragam jenis makanan, yang bisa menyembuhkan COVID-19.

“Tidak percaya itu, karena saya juga sering menonton di televisi dan akhirnya mengetahui kebenarannya,” ujarnya.

Dia bersama keempat temannya, tertarik untuk mencari tahu kebenaran informasi yang diperolehnya dari media sosial dan pesan berantai. Salah satunya dengan mengirim pesan ke Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel