Antusiasme Tinggi, KRL Yogya-Solo Angkut 6.000 Penumpang Selama Libur Imlek

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran KRL Yogya-Solo mendapat antusiasme besar dari warga di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Selama libur panjang Imlek 2021 saja, tercatat 6.000 penumpang menjajal KRL yang beroperasi penuh 10 Februari lalu.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, angka ini jauh lebih besar dari perjalanan KA Prambanan Ekspres (Prameks) yang biasa mengangkut 4.000 hingga 4.500 penumpang.

"Dari hari pertama komersialisasi, kita sudah menambah 4 perjalanan karena antusiasme yang luar biasa dan kita masih ada di kondisi pandemi, jadi protokol kesehatan seperti jaga jarak harus dijaga," ujar Anne dalam Inspiring Talks with KAI via Instagram, Jumat (19/2/2021).

Sebenarnya, antusiasme tersebut sudah terlihat sejak KRL Yogya-Solo melakukan uji coba publik dengan biaya Rp 1 pada tanggal 1 Februari lalu. Anne bilang, satu hari penuh, KRL Yogya-Solo tidak pernah sepi dari pengunjung.

"Siang ramai kita kira sorenya bakal longgar, ternyata masih ramai, 1.000 hingga 2.000 penumpang," katanya.

Oleh karenanya, KAI Commuter akan selalu mengevaluasi perjalanan KRL Yogya-Solo ini agar tidak terjadi kendala mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga layanan terhadap penumpang itu sendiri.

Anne juga mengatakan, pihaknya masih melakukan sosialisasi terhadap beberapa aturan di KRL khususnya di masa pandemi.

"Misalnya dilarang berbicara baik secara langsung maupun lewat sambungan telepon, atau memprioritaskan tempat duduk bagi yang membutuhkan," tandasnya.

KRL Yogyakarta-Solo Tambah Waktu Perjalanan, Cek Jadwalnya

KRL Yogyakarta-Solo mulai berbayar pada 10 Februari 2021 (dok: KAI Commuter)
KRL Yogyakarta-Solo mulai berbayar pada 10 Februari 2021 (dok: KAI Commuter)

Sebelumnya, guna akomodasi antusiasme masyarakat menggunakan moda transportasi kereta rel listrik di lintas Yogyakarta-Solo, maka PT KCI selaku operator KRL akan menambah dua jadwal perjalanan selama tiga hari ke depan terhitung sejak Senin (15/2) hingga Rabu (17/2).

"Selama tiga hari ke depan, total perjalanan KRL yang semula 20 perjalanan per hari, maka akan bertambah menjadi 22 perjalanan per hari," kata VP Corporate Secretary PT KCI Anne Purba sesuai rilis yang diterima di Yogyakarta, Senin.

Selain menambah jadwal perjalanan, sebagian perjalanan KRL Yogyakarta juga akan dijalankan dengan stamformasi delapan kereta dari sebelumnya empat kereta dalam satu trainset.

Penambahan formasi kereta tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas atau daya angkut kereta terutama pada jam sibuk yaitu pagi dan sore hari saat pelanggan masuk dan pulang kerja.

Dengan delapan kereta, maka kapasitas angkut KRL pun akan meningkat menjadi 592 penumpang dalam satu trainset dari sebelumnya 296 penumpang dalam satu trainset. Kapasitas maksimal yang diizinkan dalam satu kereta atau gerbong KRL adalah 74 penumpang.

Dari Stasiun Yogyakarta, KRL dengan delapan kereta akan dijalankan pada pukul 05.15 WIB, 08.13 WIB, 11.55 WIB, 15.50 WIB, dan 19.10 WIB.

Sedangkan dari Solo Balapan, kereta dengan formasi delapan rangkaian akan dijalankan pada pukul 06.31 WIB, 09.40 WIB, 14.30 WIB, dan 17.42 WIB.

PT KCI, lanjut dia, akan terus melakukan evaluasi terhadap pola operasional yang dijalankan untuk KRL Yogyakarta-Solo sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna dengan tetap memastikan protokol kesehatan dapat dilaksanakan secara optimal di tiap perjalanan kereta api. Petugas akan melakukan antrean penyekatan di stasiun apabila kondisi padat penumpang.

Sementara itu, sejak dioperasionalkan pada 10 Februari hingga Minggu (14/2), total sudah ada 24.348 penumpang yang memanfaatkan KRL Yogyakarta-Solo.

Jumlah penumpang KRL Yogyakarta-Solo mengalami peningkatan setiap harinya dari 3.236 penumpang pada operasional perdana dan pada Minggu meningkat menjadi 5.898 penumpang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: