Antusiasme Warga Ikuti Pelatihan Jamur Tiram Sebagai Bahan Pangan di Kabupaten Gowa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Gowa - Masyarakat di Desa Sakkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan antusias mengikuti kegiatan pelatihan jamur tiram sebagai bahan pangan. Kegitan tersebut digagas oleh Program Kemitraan Masyarakat yang bekerja sama dengan Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar yang diketuai oleh Prof Halifah Pagarra, Hartati dan Abdul Muis.

Masyarakat di Desa Sakkolia sendiri sebenarnya telah lama membudidayakan jamur tiram dalam pengolahannya sebagai sayuran dan keripik jamur tiram. Pelatihan yang digelar selama tiga hari ini pun memberikan diversifikasi pengolahan jamur tiram agar memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat.

"Mereka belum mengetahui bagaimana jamur tiram dapat di olah dalam berbagai jenis produk atau diversifikasi pengolahan yang brernilai ekonomi sehingga dapat menambah pendapatan keluarga," kata Hartati, salah seorang pemateri dalam kegiatan tersebut.

Hartati juga menjelaskan bahwa pelatihan ini memberikan masukan baru kepada masyarakat berupa teknologi tepat guna untuk mengelola jamur tiram. Agar pengolahannya dapat bernilai ekonomi dengan tetap mengedapankan nilai gizi di dalamnya.

"Masyarakat belum mengetahui tentang teknologi tepat guna untuk mengola jamur tiram dalam berbagai jenis olahan sehingga dapat bertahan lama dan bernilai gizi tinggi sebagai sumber protein berbasis nabati berperan sebagai bahan pangan," lanjut Hartati.

Materi Pelatihan

Pelatihan pengolahan jamur tiram di Gowa (Liputan6.com/Fauzan)
Pelatihan pengolahan jamur tiram di Gowa (Liputan6.com/Fauzan)

Pelatihan diawali dengan mentransfer pengetahuan kepada peserta mengenai bahan baku yang baik untuk berbagai produk hasil panen budidaya jamur tiram. Mulai dari produk diversifikasi pengolahan jamur tiram hingga jenis-jenis produk yang akan dipraktekan dalam kegiatan.

"Materi inti yang dipraktekan dalam pelatihan adalah pembuatan otak-otak jamur tiram dan nugget jamur tiram . Peragaan dan demonstrasi pembuatan produk jamur tiram dilakukan bersama dengan peserta pelatihan," kata Prof Halifah Pagarra saat diwawancarai terpisah.

Halifah juga menuturkan bahwa masyarakat pun langsung antusiah setelah melihat cara baru dan jenis-jenis pengolahan baru jamur tiram. Apalagi selama ini masyarakat hanya mengolah jamur tiram sebagai sayuran dan keripik saja.

"Peserta antusias dan berperan aktif dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan pembuatan produk olahan jamur tiram diskusi mengenai proses pelatihan dan produk yang telah dibuat dalam kegiatan ini (evaluasi) dan seluruh peserta mencicipi produk yang dibuat," terangnya.

Adapun hasil yang ingin dicapai pada pelatihan ini, lanjut Halifah, adalah agar pengolahan hasil budidaya jamur tiram dapat meningkatkan nilai tambah produk jamur tiram dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu dan remaja Desa Sokkolia.

"Tentu itu jadi harapan kami bersama," dia memungkasi.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel