Anushka Sharma Headstand Saat Hamil, Cek 5 Fakta Olahraga untuk Bumil

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 3 menit

VIVA – Cantik dan selalu bugar, penampilan aktris Bollywood Anushka Sharma selalu jadi sorotan. Rahasianya, selalu rajin berolahraga. Kegiatan kebugaran itu bahkan tak pernah ditinggalkan meski saat dia sedang berbadan dua.

Dikutip laman Times of India, saat kehamilannya di usia trimester ketiga, aktris cantik ini berusaha keras untuk tetap sehat. Postingan Instagram terbarunya adalah buktinya.

Aktris berusia 32 tahun itu terus berbagi sekilas perjalanan kehamilannya kepada para fansnya. Dalam postingan terbarunya, ia membagikan foto pada followersnya bagaimana dia melakukan headstand atau postur kepala di bawah dan kaki di atas dalam kondisi hamil dengan bantuan suaminya. Aktris yang selalu menggemari yoga ini menulis, bahwa ia telah melakukan hands down selama bertahun-tahun dan bahkan ia menerapkannya selama kehamilan di bawah bimbingan pelatih yang tepat.

Melihat kegigihan Anushka Sharma tetap berolahraga di masa kehamilannya, para calon ibu sepertinya perlu tahu lebih jauh, apa sih manfaat olahraga untuk wanita hamil?

Manfaat Olahraga di Masa Kehamilan

Jangan pernah berfikir, jika wanita tidak boleh melakukan kegiatan dan beraktivitas fisik apapun selama kehamilan. Sebenarnya, berolahraga setiap hari saat hamil dapat meredakan gejala seperti sakit punggung, pergelangan kaki yang bengkak dan juga membantu wanita hamil tidur nyenyak di malam hari.

Selain itu, berolahraga juga dapat membantu pemulihan pasca persalinan dengan cepat. Melibatkan beberapa jenis aktivitas fisik tidak hanya bermanfaat bagi ibu hamil, tetapi juga bermanfaat bagi bayinya. Bayi bisa memiliki jantung yang lebih sehat, BMI yang lebih rendah, dan peningkatan kesehatan otak. Berolahraga selama masa kehamilan benar-benar aman selama kita mengikuti nasihat profesional sebelum mencoba rutinitas olahraga baru dan mengikuti aturan olahraga khusus untuk ibu hamil.

Waktu Olahraga

Ibu hamil harus melakukan olahraga sedikitnya selama 30 menit atau lebih, hampir setiap hari dalam seminggu. Rutinitas olahraga tidak harus yang berat dan berlama-lama. Jika tidak dapat melakukan aktivitas fisik selama 30 menit sekaligus, olahraga tingkat sedang 10 menit saja juga cukup. Yoga atau jalan kaki bisa jadi pilihan. Mereka yang sedang melakukan aktivitas berat seperti lari sebelum hamil dapat melanjutkan rutinitasnya setelah memeriksakan diri ke dokter.

Latihan yang tidak boleh dilakukan wanita hamil

Kebanyakan olahraga aman dilakukan selama kehamilan selama ibu hamil berhati-hati dan tidak berlebihan. Berenang, jalan cepat, bersepeda stasioner dalam ruangan, treadmill, dan aerobik dengan intensitas gerakan sedang adalah beberapa bentuk aktivitas fisik terbaik untuk ibu hamil. Aktivitas ini bermanfaat bagi seluruh tubuh dan risiko cederanya cukup rendah. Selain itu, anda dapat terus melakukannya hingga minggu terakhir usia kehamilan.

Namun, ada beberapa aktivitas fisik tertentu yang harus di hindari demi keselamatan anda dan janin yaitu hindari berbaring telentang setelah 4 bulan kehamilan karena berat perut bayi memberi tekanan pada pembuluh darah besar. Ini bisa membuat anda pingsan dan mengurangi aliran darah ke bayi.

Olahraga yang berisiko cedera seperti kickboxing, squash, tenis, sepak bola, dan hoki juga harus dihindari. Bahkan aktivitas seperti berkuda dan senam tidak aman untuk dilakukan.

Latihan yang berdampak menimbulkan risiko bahaya jika melibatkan banyak gerakan memutar. Hal ini bisa menyebabkan masalah pada sendi.

Olahraga dengan suhu inti tubuh yang lebih tinggi juga bisa jadi tidak aman untuk bayi. Jadi, yang terbaik adalah melakukannya dalam jumlah sedang dan menjaga diri anda tetap terhidrasi selama berolahraga.

Kondisi seperti apa yang dilarang berolahraga selama kehamilan?

Secara umum, aktivitas fisik ringan dianjurkan untuk setiap wanita hamil. Ini membantu meningkatkan mood. Hanya jika menderita masalah medis tertentu seperti asma, penyakit jantung, atau diabetes, wanita hamil mungkin disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra. Jika terjadi perdarahan, plasenta turun, keguguran berulang, serviks lemah dan riwayat persalinan prematur, dokter mungkin menyarankan untuk istirahat.

Cara berolahraga aman selama kehamilan

Mulailah dengan sesi pemanasan dan peregangan selama 5 menit dan diakhiri dengan melakukan pendinginan yang benar dengan latihan yang lebih lambat dan peregangan lembut.

Berikut beberapa hal lain yang harus diperhatikan saat berolahraga:
-Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman.
-Hindari olahraga berat dalam cuaca panas atau lembab
-Minum banyak air sebelum, selama, dan setelah berolahraga agar tetap terhidrasi

Jika melihat salah satu dari tanda-tanda berikut ini terjadi, maka berhentilah berolahraga dan segera konsultasikan dengan dokter.

-Nyeri dada
-Sesak napas
-Pusing, pingsan atau sakit kepala
-Kelemahan otot
-Nyeri betis atau bengkak
-Pembengkakan tiba-tiba pada pergelangan kaki, tangan, atau wajah
-Pendarahan vagina
-Mual dan muntah
-Gerakan bayi berkurang

Laporan: Prima Nadia Rahayu