Anwar Abbas Kenang Buya Syafii: Jangan Coba Rayu Beliau dengan Uang, Pasti Disemprot

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii patut diberikan gelar Bapak Bangsa. Sebab, selama hidupnya, Syafii mendedikasikan-nya untuk kepentingan umat dan bangsa.

"Beliau seorang tokoh yang tidak pernah mengenal istilah lelah untuk berpikir dan berbuat bagi umat dan bangsanya sehingga banyak orang yang memberinya gelar Bapak Bangsa. Saya rasa gelar itu memang sangat patut untuk disandangkan kepada diri beliau karena hari-harinya diisi untuk kepentingan umat dan bangsa," kata Anwar Abbas dilansir Antara, Jumat (27/5).

Menurut dia, Buya Syafii adalah sosok yang dikenal tidak haus dengan harta dan kekuasaan. Dia mengungkapkan, kesederhanaan hidup Buya Syafii kerap membuat terkejut orang-orang yang berhadapan dengannya.

"Banyak tokoh yang dekat dengan beliau mengingatkan siapa saja yang ingin bertemu dengan beliau, jangan coba-coba untuk merayu beliau dengan uang dan kemewahan. Barang siapa yang mencoba-coba melakukannya pasti akan kena semprot dari beliau," katanya.

Anwar menambahkan nilai-nilai ajaran agama sangat mewarnai sikap dan kepribadian Buya Syafii.

"Bila beliau melihat sesuatu kebenaran maka beliau tidak takut untuk menentang arus. Bagi beliau apa yang dianggapnya benar, ya disampaikan-nya dan kalau dia melihat ada sesuatu yang salah, maka akan dikritik dan diluruskan-nya," katanya.

Buya Syafii mengembuskan napas terakhirnya di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, pada pukul 10.15 WIB. Kabar duka ini disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Buya Syafii sempat mengalami serangan jantung ringan pada Maret 2022. Buya Syafii harus menjalani rawat inap karena serangan jantung ringan ini.

Buya Syafii sempat dirawat selama lebih kurang 2 pekan dan dibolehkan pulang ke rumah.

Pada 14 Mei 2022, Buya Syafii harus kembali menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Saat itu, Buya Syafii mengeluhkan sesak napas.

"Dirawat sejak Sabtu (14/5) kemarin. Ya karena sesak nafas," kata Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping Ahmad Faisol, Senin (16/5) lalu. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel