Anwar Abbas: Muhammadiyah harus jadi gerakan ilmu cerdaskan peradaban

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas berpendapat Muhammadiyah ke depannya harus menjadi gerakan ilmu yang mampu mencerdaskan peradaban, baik di Tanah Air maupun kancah dunia.

"Tidak dapat tidak, Muhammadiyah sebagai organisasi harus bisa mengukuhkan dirinya di samping sebagai gerakan Islam, tajdid (pembaruan), dan dakwah amar makruf nahi munkar, juga harus tampil sebagai gerakan ilmu karena Muhammadiyah dituntut untuk bisa menjadikan dirinya sebagai gerakan pencerdasan dan pencerahan bagi peradaban," kata Anwar saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, ilmu berperan penting sebagai modal dan kunci utama bagi Muhammadiyah untuk bisa berpartisipasi secara aktif memajukan Indonesia sekaligus mencerahkan dunia, sebagaimana tema yang diusung dalam Muktamar Ke-48 Muhammadiyah di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 18—20 November mendatang, yakni Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta.

Saat ini, kata Anwar, Muhammadiyah sudah memiliki sekitar 440 pesantren, 20.233 sekolah taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia dini (PAUD), serta 2.817 sekolah dasar/madrasah ibtidaiah, 1.826 sekolah menegah pertama/madrasah sanawiah. Berikutnya 1.364 sekolah menengah atas/madrasah aliah, 50 sekolah luar biasa, dan 171 perguruan tinggi.

"Sekarang, Muhammadiyah juga sedang mengembangkan sayapnya ke luar negeri dengan mendirikan cabang-cabang istimewa Muhammadiyah di beberapa negara, mendirikan taman kanak-kanak di Mesir, dan sekolah dasar di Melbourne, Australia, serta perguruan tinggi di Malaysia dan dalam waktu dekat di Korea Selatan," lanjut Anwar.

Ke depannya, dia berharap Muhammadiyah dapat terus mengembangkan pembangunan institusi pendidikan di seluruh dunia.

Anwar juga mengatakan bahwa Muhammadiyah memang sepatutnya tidak lagi hanya berkontribusi memajukan Indonesia, tetapi juga harus berkontribusi mencerahkan dunia. Hal tersebut bernilai penting karena saat ini setiap negara sudah terintegrasi sedemikian rupa ke dalam satu kehidupan dunia.

"Dengan demikian, perkembangan di suatu negara atau kawasan tentu akan berpengaruh pada negara dan kawasan lain," ujarnya.

Ia lalu berharap segala misi dan cita-cita dari Muhammadiyah, terutama untuk memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta itu akan dapat terlaksana dengan baik.

Baca juga: Panpel Muktamar Muhammadiyah jajaki kerja sama wisata dengan pemda
Baca juga: Uhamka fasilitasi dosen dan tenaga pendidik ke Muktamar Muhammadiyah