Anya Taylor-Joy jadi korban perundungan saat sekolah

Anya Taylor-Joy mengatakan mengalami perundungan di sekolah lantaran penampilannya.

Bintang "The Menu" ini menceritakan tentang masa kecilnya dalam sebuah wawancara di The Drew Barrymore Show. Dia mengaku sangat berterima kasih kepada orangtuanya karena telah mengajari untuk melewati masa-masa tersebut.

"Saya sangat, sangat beruntung dengan orangtua saya karena ketika saya diintimidasi lantaran penampilan saya, ibu saya selalu mengatakan kamu harus melihat ke dalam diri seseorang," kata Taylor-Joy seperti laporan NME, Sabtu.

Baca juga: Dior tunjuk Anya Taylor Joy jadi duta merek global

"Kamu melihat ke dalam diri seseorang yang tidak ada dalam di kelas, karena kamu tidak melihat ada yang seperti itu," lanjutnya.

Lebih lanjut, Taylor-Joy mengatakan sang ibu memintanya untuk melihat seseorang berdasarkan apa yang ada di hatinya, bukan apa yang telah dia lakukan terhadapnya.

Menurut Taylor-Joy hal tersebut cukup membantunya agar tidak merasa sedih.

Anya Taylor-Joy tinggal di Argentina selama enam tahun, sebelum pindah ke Inggris bersama keluarganya dan kemudian pindah ke New York pada usia 14 tahun.

"Saya tidak benar-benar merasa cocok di mana pun. Saya terlalu Inggris untuk menjadi orang Argentina, terlalu Argentina untuk menjadi orang Inggris, terlalu Amerika untuk menjadi apa pun," katanya.

"Anak-anak tidak mengerti saya dalam bentuk apa pun. Saya dulu dikunci di loker," lanjut Taylor-Joy.

Menurut Taylor-Joy, untuk melewati semua itu dibutuhkan kekuatan emosional, kekuatan fisik dan kekuatan mental.

Baca juga: Gugatan pencemaran nama baik di "Queen's Gambit" capai kesepakatan

Baca juga: Film "The Menu" tayang mulai hari ini di bioskop Indonesia

Baca juga: Musim terakhir "Peaky Blinders" bawa kembali pesona Anya Taylor-Joy