AP 1-Polda Bali akan lakukan rekayasa lalu lintas selama KTT G20

Polda Bali bekerja sama dengan Angkasa Pura 1 sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan melakukan penyesuaian akses lalu lintas di sekitar Bandara Bali untuk memfasilitasi tamu kenegaraan peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 14 dan 17 November mendatang.

Pada periode 14 dan 17 November mendatang, dua jalur Jalan Raya Airport Ngurah Rai yang berada di depan Gedung Administrasi PT Angkasa Pura I hingga Taman Bundaran I Gusti Ngurah Rai, dan juga akses Jalan Raya Tuban akan ditutup sementara.

"Kami senantiasa melakukan koordinasi kepada Polda Bali terkait dengan rekayasa lalu lintas pada saat kedatangan tamu kenegaraan," ujar General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Handy Heryudhitiawan di Kabupaten Badung, Senin

Ia mengatakan pada periode Limited Operation, lalu lintas di sekitar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali diatur untuk memfasilitasi kedatangan Tamu Kenegaraan peserta G20 dan akan dilakukan pengalihan di sejumlah akses utama menuju dan keluar area bandara.

Menurut dia, kerja sama berbagai pihak termasuk diantaranya elemen masyarakat sangat dibutuhkan demi kelancaran Presidensi G20 Indonesia.

"Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di Pulau Bali untuk mematuhi ketentuan ini, sehingga Presidensi Indonesia dalam KTT G20 2022 dapat berjalan aman dan lancar," kata dia.

Selain rekayasa lalu lintas, pihak bandara juga akan melakukan penyesuaian operasional Bandara Bali pada 12-18 November mendatang.

Menurut Handy Heryudhitiawan, hal tersebut sudah sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.

"Penyesuaian operasional Bandara dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara no. 11 Tahun 2022 tentang Pengaturan Operasional Penerbangan Selama Penyelenggaraan KTT Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 Di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali," ungkap dia.

Penyesuaian yang dilakukan di antaranya adalah jam operasional bandara ditetapkan selama 24 jam. Bandara Bali juga melakukan pembatasan operasional penerbangan atau Limited Operation untuk penerbangan reguler pada waktu tertentu.

Selanjutnya, prioritas pelayanan penerbangan selama periode pembatasan operasional penerbangan diberikan untuk penerbangan diantaranya penerbangan VVIP G20 yang terdiri dari pesawat utama dan pesawat pendukung, penerbangan militer pendukung G20, penerbangan Charter delegasi G20, penerbangan bukan niaga atau private flight delegasi G20 dan penerbangan reguler dalam dan luar negeri dengan jumlah pergerakan tertentu/terbatas.

Handy Heryudhitiawan menambahkan penyesuaian itu dilakukan guna menjamin aspek keamanan, keselamatan, dan kelancaran penerbangan Kepala Negara/VVIP, penerbangan militer, penerbangan niaga berjadwal (Scheduled Flight) dalam dan luar negeri, penerbangan niaga tidak berjadwal (Unscheduled Flight/Charter Flight), serta penerbangan non-niaga (Private Flight) dalam dan luar negeri.

"Sehingga pada saat pelaksanaan G20 terutama pada saat kedatangan dan kepulangan para tamu kenegaraan, lalu lintas udara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dapat berjalan dengan lancar," tambah dia.

Pada periode penyesuaian operasional, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tetap melayani penerbangan berjadwal baik domestik maupun internasional.

"Namun, perlu kami ingatkan bahwa penerbangan reguler khususnya yang berada pada waktu penerapan limited operation sangat mungkin melakukan perubahan jadwal penerbangan untuk menyesuaikan kedatangan tamu kenegaraan peserta G20," ujar Handy Heryudhitiawan.

Baca juga: Bandara Ngurah Rai lakukan penyesuaian operasional selama KTT G20 Bali

Baca juga: Menkumham: delegasi G20 diberikan bebas visa ke Bali

Baca juga: Plt Dirjen Imigrasi: Jangan ada antrean menumpuk di Bandara Ngurah Rai