AP I Bandara YIA mencatat masih ada arus balik sebanyak 10.426 orang

PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat masih terjadi arus balik pada Senin sebanyak 10.426 orang dengan 64 pergerakan pesawat.

Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama di Kulon Progo, mengatakan sebanyak 10.426 penumpang ini terdiri atas 4.345 penumpang kedatangan dan 6.081 penumpang keberangkatan.

"Jumlah ini dipastikan terus bertambah karena ada kemungkinan penumpang membeli tiket mendekati waktu keberangkatan," kata Agus Pandu.

Baca juga: H+3, jumlah penumpang arus balik di Bandara YIA capai 6.400 orang

Menurut Pandu masih tingginya jumlah penumpang di Bandara Internasional Yogyakarta pascaLebaran dilatarbelakangi sejumlah hal, yakni efek pelonggaran mudik, dan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi ASN. Kebijakan mudik pada Lebaran kali ini seluruh masyarakat menyambut dengan baik. Hampir seluruhnya menggunakan kesempatan untuk mudik ke kampung terutama di Jawa.

"Pemerintah juga menyarankan arus baliknya dibagi, bahkan untuk ASN dipersilakan WFH dan lain-lain. Jadi memang ini juga terbagi waktunya, jadi tidak semuanya di hari yang sama," katanya.

Baca juga: Minggu, puncak arus balik di Bandara Ngurah Rai Bali

Agus Pandu juga memprediksi arus balik melalui Bandara Internasional Yogyakarta akan terjadi hingga Rabu (11/5) dengan pergerakan 10.000 penumpang per hari. Pergerakan penumpang ini masih tinggi bila dibandingkan dengan jumlah pergerakan penumpang pada hari-hari biasa yang berkisar 5.000 hingga 6.000 penumpang.

"Jadi saya prediksi minggu ini masih berlanjut sampai dengan Rabu nanti. Maskapai juga banyak yang mengajukan sampai Selasa (10/5) untuk tambahan penerbangan. Ini tentunya karena demand atau permintaan masyarakat menggunakan pesawat masih tinggi," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel