AP II Klaim Transportasi Udara Lebih Fleksibel Dibanding Moda Angkutan Lain

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan sistem transportasi udara nasional memiliki 3 kelebihan dibandingkan moda transportasi lainnya, yaitu fleksibilitas, kapasitas, dan konektivitas.

“Sistem transportasi udara nasional memiliki 3 kelebihan, satu, di sistem transportasi udara fleksibilitas yang digambarkan dalam sebuah angka realitas pergerakan pesawat itu sangat fleksibel. Jadi sistem transportasi udara kita antara maskapai dan bandara fleksibilitas ini sudah terjadi,” kata Awaluddin dalam Indonesia Smart Airport Forum 2021 (ISAF 2021), Rabu (18/8/2021).

Dia mencontohkan, pada saat libur natal, tahun baru, lebaran atau mudik sebelum pandemi. Misalnya, sistem transportasi udara mampu mengakomodir kebutuhan pergerakan masyarakat yang tinggi melalui extra flight.

“Jadi kalau dibutuhkan pergerakan 10-20 extra flight bahkan 100 extra flight, sistem yang tadi saya sebutkan di ekosistem bandara, maskapai, airnav bisa langsung menset up. Itu menurut kami sistem transportasi udara yang baik ini harus kita pelihara. Extra flight itu sebuah konkret fleksibilitas transportasi udara,” ujarnya.

Kelebihan kedua yaitu menyangkut kapasitas atau ukuran (Size). Awaluddin menyebut transportasi udara mampu mengangkut pergerakan penumpang yang besar dibandingkan moda transportasi lainnya.

Misal, pada tahun 2018 puncaknya transportasi udara nasional mampu mengangkut hingga 113 juta pergerakan penumpang.

“Saya sebut tahun 2018 puncaknya transportasi udara kita 113 juta pergerakan penumpang hampir mendekati 1 juta ton kargo, itu sebuah kapasitas yang besar. Kalau kita lihat size capacity di moda transportasi yang lain saya rasa mungkin juga besar namun fleksibilitas pergerakan kita tidak tertandingi,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Konektivitas

Sejumlah calon penumpang pesawat menggunakan alat pelindung diri (APD) di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Senin (11/5/2020). Calon penumpang menggunakan APD untuk melindungi diri dari penularan virus corona COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sejumlah calon penumpang pesawat menggunakan alat pelindung diri (APD) di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Senin (11/5/2020). Calon penumpang menggunakan APD untuk melindungi diri dari penularan virus corona COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Selanjutnya kelebihan ketiga, terkait konektivitas. Sistem transportasi udara mampu menghubungkan pergerakan penumpang dari pulau besar ke pulau kecil, atau pulau kecil ke pulau kecil lainnya.

“Indonesia negara kepulauan dibutuhkan keterhubungan pulau besar ke pulau kecil atau pulau kecil ke pulau kecil dan transportasi udara yang memberikan solusi dengan cepat,” ujarnya.

Meskipun saat ini Indonesia terkena pandemi covid-19, namun semua pihak harus mempersiapkan pemulihan secara cepat termasuk di industri transportasi udara dalam segi operasi pelayanan dengan menerapkan digitalisasi.

“Kita kena pandemi, tapi service recovery secara cepat yang harus kita siapkan dan faktor yang kita siapkan adalah adopsi implementasi digitalisasi, baik dioperasi layanan yang nanti mempercepat recovery industri ini dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel