AP I imbau calon penumpang tes cepat antigen pada H-1 keberangkatan

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

PT Angkasa Pura I (Persero) mengimbau calon penumpang pesawat melakukan rapid rest (tes cepat) antigen pada H-1 keberangkatan untuk menghindari antrean lama dan panjang di bandara yang selama ini terjadi.

"Untuk mencegah terjadinya penumpukan antrean rapid test antigen dan proses verifikasi dokumen syarat penerbangan di bandara, kami mengimbau melakukan rapid test antigen H-1 sebelum keberangkatan," kata Dirut PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Bagi calon penumpang, diingatkan pula untuk mengisi e-HAC di aplikasi mobile sebelum penerbangan untuk menghindari penumpukan di antrean validasi bandara tujuan dan pihaknya juga melakukan beberapa upaya perbaikan dari hari ke harinya yaitu penambahan beberapa titik pemeriksaan tes COVID-19 di bandara serta penambahan petugas.

Baca juga: KAI Cirebon buka layanan tes cepat antigen di Stasiun Jatibarang

Selain itu menyiapkan kursi tambahan di area tunggu pengambilan hasil dan memberikan air mineral kepada calon penumpang yang menunggu hasil tes serta berkoordinasi dengan maskapai untuk membuka layanan khusus refund dan jadwal ulang tiket dengan syarat calon penumpang menunjukkan hasil tes cepat antigen.

"Untuk di bandara-bandara besar seperti Bandara Juanda Surabaya, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sedang diupayakan untuk disiapkan layanan tes COVID-19 drive through di bandara," kata Faik.

Dia mengatakan trafik penumpang di 15 bandara Angkasa Pura I pada 23 Desember 2020 (H-2 Natal) mencapai 123.519 orang, tertinggi sejak hari pertama pelaksanaan Posko Angkutan Nataru pada 18 Desember 2020 lalu. Sedangkan trafik pesawat pada H-2 Natal mencapai 1.453 pergerakan dan trafik kargo mencapai 1.439.353 kg.

Baca juga: Wisatawan ke Karimunjawa Jepara wajib tes cepat antigen

Pada H-2 Natal, trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan trafik sebesar 25.685 orang, diikuti dengan trafik penumpang di Bandara Juanda Surabaya yang sebesar 25.676 orang, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan trafik penumpang yang sebesar 16.814 orang.

Adapun akumulasi trafik penumpang sejak hari pertama Posko Angkutan Nataru 18 Desember hingga 23 Desember sebesar 661.421 orang, turun 60,6 persen jika dibandingkan trafik penumpang pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1.678.616 orang.

Sedangkan akumulasi trafik pesawat periode 18 - 23 Desember 2020 mencapai 8.271 pergerakan, turun 34 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 12.543 pergerakan. Sementara trafik kargo pada periode 18-23 Desember 2020 justru mengalami pertumbuhan sebesar 7,89 persen menjadi 8.808.434 kg dari 8.164.396 kg pada periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Pengamat: Aplikasi E-HAC mudahkan tracing penumpang pesawat saat COVID