AP I Nunggak Bayar Pajak Bandara YIA Rp 28 Miliar ke Pemkab Kulon Progo

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I ternyata memiliki tunggakan bayar pajak ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo. Tunggakan ini berupa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melayangkan surat pemberitahuan pajak terutang berupa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) 2021 sebesar Rp 28 miliar kepada Angkasa Pura I (AP I).

"Satu minggu lalu, kami ke kantor Angkasa Pura I yang ada di Kawasan Bandara Internasional Yogyakarta untuk menyerahkan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT)," kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Eko Wisnu Wardana di Kulon Progo seperti dikutip dari Antara, Senin (11/10/2021).

Ia mengatakan batas akhir pembayaran PBB Bandara Internasional Yogyakarta pada 28 Desember 2021. Sehingga Angkasa Pura I masih memiliki waktu dua bulan lebih untuk melunasinya. Penghitungan PBB Bandara Internasional Yogyakarta cukup pelik. Surat keputusan bupati baru turun pada akhir September 2021.

Kemudian, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan pengiriman SPPT kepada Angkasa Pura I. Jatuh tempo pembayaran PBB pada 28 Desember.

"Kami belum bisa menjatuhkan sanksi kepada PT Angkasa Pura I karena saat ini masih dalam proses," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Diminta Kejar Serius

Calon penumpang menunggu keberangkatan ketika di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Rabu (11/11/2020). Desain bandara yang melibatkan 43 seniman dalam pembangunan tersebut dibalut dengan warna cat dan pelapis AkzoNobel yang menghabiskan 130 ribu liter kaleng cat. (Liputan6.com/Pool)
Calon penumpang menunggu keberangkatan ketika di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Rabu (11/11/2020). Desain bandara yang melibatkan 43 seniman dalam pembangunan tersebut dibalut dengan warna cat dan pelapis AkzoNobel yang menghabiskan 130 ribu liter kaleng cat. (Liputan6.com/Pool)

Anggota Badan Anggaran DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori meminta Pemkab Kulon Progo melalui BKAD secara serius mengejar PBB Bandara Internasional Yogyakarta.

"Ketika masyarakat terlambat membayar PBB, kepala dusun dan kepala desa mengejar-mengejar mereka. Jangan sampai ada dispensasi lagi untuk pembayaran PPB Bandara Internasional Yogyakarta," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel