AP I rencanakan pengembangan fasilitas kargo Bandara Frans Kaisiepo

·Bacaan 2 menit

PT Angkasa Pura I (Persero) mendukung peningkatan ekspor produk perikanan Biak Numfor sebagai salah satu Lumbung Ikan Nasional, dengan berencana melakukan pengembangan fasilitas kargo Bandara Frans Kaisiepo Biak, Papua.

"Angkasa Pura I senantiasa mendukung pewujudan berbagai program Pemerintah untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah, termasuk pengoptimalan sektor perikanan di wilayah Biak Numfor. Untuk mendukung hal tersebut, Angkasa Pura I berencana melakukan pengembangan fasilitas kargo Bandara Frans Kaisiepo Biak," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Faik Fahmi mengatakan, saat ini Bandara Frans Kaisiepo Biak memiliki terminal kargo seluas 324 meter persegi dengan kapasitas penerimaan 20 ton kargo per hari dan kapasitas keluar 12 ton kargo per hari.

Nantinya, terminal kargo Bandara Frans Kaisiepo Biak akan dikembangkan menjadi seluas 3.800 meter persegi yang dilengkapi dengan 2 gudang pendingin dengan kapasitas masing-masing gudang sebesar 5 ton dan gudang transhipment seluas 60 meter persegi dengan kapasitas 65 ton.

Adapun komoditas perikanan yang dikirimkan dari Bandara Frans Kaisisepo Biak selama ini yaitu lobster, ikan kerapu, dan udang dengan tujuan Jakarta, Denpasar, Makassar, Sentani, dan Surabaya.

Baru pada Agustus 2021 lalu, komoditas perikanan Biak diekspor ke Singapura.

Ia mengatakan, nantinya komoditas perikanan Biak memiliki potensi untuk diekspor langsung ke China dan Jepang.

"Diharapkan dengan adanya rencana pengembangan tersebut akan semakin mendukung potensi peningkatan kapasitas ekspor produk perikanan Biak," ujarnya.

Ia menambahkan, rencana Pemerintah meningkatkan produk perikanan Biak tersebut dapat dilihat dari kunjungan kerja Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut B. Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ke Biak Numfor untuk memastikan infrastruktur dan fasilitas penunjang ekspor produk perikanan di Biak pada Rabu, 6 Oktober 2021 lalu.

Pada kunjungannya tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai bahwa Bandara Frans Kaisiepo Biak sudah cukup memadai dalam mendukung ekspor komoditas perikanan dari Biak ke negara-negara di Asia.

Baca juga: Luhut apresiasi Biak sukses ekspor perdana produk tuna ke Singapura
Baca juga: Biak Numfor ditargetkan jadi Lumbung Ikan Nasional baru
Baca juga: Bandara AP I catat satu juta trafik penumpang pada Agustus 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel