AP I siap berperan aktif dalam pembentukan "holding" BUMN Pariwisata

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

PT Angkasa Pura I (Persero) mendukung dan siap bergabung dengan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, yang penerbitan landasan hukumnya ditargetkan selesai pada awal 2021.

"Perseroan turut mendukung pembentukan Holding Pariwisata dan Pendukung ini dengan berperan aktif pada setiap proses perencanaan pembentukan holding hingga ke proses pembuatan strategi pengembangan bisnis holding seperti perencanaan sinergi rute bersama antara maskapai dengan operator bandara dan penciptaan permintaan pasar pariwisata," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri BUMN tentang pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung melalui Surat Menteri BUMN Nomor S-761/MBU/09/2020 pada 23 September lalu, di mana pembentukan holding ini merupakan salah satu program yang termasuk dalam lima prioritas Kementerian BUMN pada masa kepemimpinan Erick Thohir.

Baca juga: AP II: Holding penerbangan-pariwisata jadi holding ekosistem pertama

Kelima prioritas itu yaitu nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan talenta.

Pada surat tersebut dinyatakan bahwa untuk meningkatkan sinergi BUMN-BUMN pada sektor pariwisata dan pendukung serta mengoptimalkan potensi dan peran BUMN, Kementerian BUMN akan melakukan pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang bertujuan untuk mendorong pelaksanaan berbagai inisiatif lintas sektor yang terintegrasi.

Juga pengembangan infrastruktur pariwisata dan pendukung, peningkatan daya saing, dan penguatan kemampuan pendanaan di masa depan.

Baca juga: Legislator: BUMN pariwisata sebaiknya tidak masuk ke holding aviasi

Baca juga: Garuda: Holding penerbangan-pariwisata bangkitkan pariwisata lokal

Adapun BUMN yang akan tergabung pada holding ini yaitu Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Garuda Indonesia, Indonesia Tourism Development Corporation, TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Inna Hotels & resorts, dan Sarinah.

Saat ini masing-masing pihak membentuk gugus tugas yang akan mempersiapkan wadah, struktur, hingga perencanaan sinergi rute bersama dengan maskapai dan operator bandara. Selain itu juga ada gugus tugas untuk menciptakan tingkat permintaan.

Tugasnya melakukan inisiatif yang dapat dilakukan holding bersinergi dengan lembaga pemerintah untuk pemulihan jangka pendek, menengah, hingga panjang sehingga hasilnya diharapkan dapat memperbaiki kinerja ritel, bandara dan pariwisata.

Baca juga: Wacana menyatukan BUMN penerbangan dan pariwisata dinilai positif