Apa Agama Ki Nartosabdo Murid Ki Manteb Sudharsono, Ini Profilnya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Berikut ini akan dijelaskan perjalanan hidup dan agama Ki Nartosabdo serta profil lengkapnya.

Wayang merupakan seni pertunjukan asli Indonesia yang sudah berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Selain itu, pertunjukan seni wayang juga cukup popular di beberapa daerah seperti Sumatra dan Semenanjung Malaya. Di beberapa daerah tersebut juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu.

Kini, kesenian wayang telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Bahkan, setiap tanggal 7 November diperingati sebagai Hari Wayang sedunia.

Berbicara wayang, kita pasti sering mendengar sosok Ki Nartosabdo. Dia tak lain adalah guru dari “Dalang Setan” Ki Manteb Sudharsono yang dikabarkan meninggal hari Jumat 02 Juli 2021.

Lalu, apa agama Ki Nartosabdo?

Perjalanan hidup

Dalang kelahiran Klaten ini memang telah menjadi maestro wayang dan musik tradisional di Jawa Tengah. Bahkan, sudah terkenal di seluruh Indonesia.

Beliau pernah mengenyam Pendidikan sampai kelas 5 SD di Standaard School Muhammadiyah. Meskipun putus sekolah, bakat seninya terus bertumbuh. Ketika usia 11 tahun Ki Nartosabdo sudah mampu memainkan rebab, gendang, dan gender.

Selain itu, ia juga pernah menjadi pelukis, dan juga pemain keroncong Sinar Purnama. Bakat seninya terus berkembang ketika ia melanjutkan sekolah di Lembaga Pendidikan Katolik yang kemudian dilanjutkan ke Akademi Seni Karawitan Indonesia, Solo Jawa Tengah.

Seiring berjalannya waktu, ia berkenalan dengan Ki Sastrosabdo pendiri grup Wayang Orang Ngesti Pandowo. Di bawah bimbingannya, Ki Nartosabdo betul-betul ditempa dan diajarkan mengenai instrumen gendang dan mengenal dunia pewayangan.

Soal ilmu mendalang, Ki Nartosabdo lebih banyak belajar sendiri atau otodidak dan memilih Teknik terbaik dari beberapa dalang tersohor. Selama belajar, ia banyak berkenalan dengan dalang-dalang terkenal seperti Gitocarito dari Sukoharjo.

Tawaran mendalang pertama kali ia terima pada 28 April 1958 oleh Sukiman Kepala Studio RRI di Gedung PTIK, Jakarta. Sejak saat itu, beliau banyak mendapat tawaran tampil mendalang dari berbagai daerah seperti Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan kota-kota lainnya.

Setelah berbagai pengalaman dan kemampuannya itu, Ki Nartosabdo sempat merajai panggung wayang orang di tahun 50-70an.

Bahkan, salah satu dalang terkenal yang pernah belajar ilmu padanya, Ki Manteb Sudharsono mengakui bahwa Ki Nartosabdi merupakan dalang wayang kulit terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dan belum tergantikan sampai saat ini.

Selain mendalang, Ki Nartosabdo juga aktif sebagai pecinta lagu-lagu Jawa yang cukup produktif. Lagu-lagunya cukup terkenal dan banyak dinyanyikan kala itu.

Biodata lengkap

Nama asli: Soenarto

Nama Panggung: Ki Nartosabdo

Tempat dan Tanggal Lahir: Klaten, 25 Agustus 1925

Wafat: 7 Oktober 1985

Usia: 60 tahun

Tempat Pemakaman: Komplek Pemakaman Bergota, Semarang

Pekerjaan: Dalang

Agama: Islam

Kebangsaan: Indonesia

Nama Ayah: Partiyono

Nama Ibu: Madiah

Nama Istri: Tidak diketahui

Nama Anak: Jarot Sabdhono dan Danang

Kebangsaan: Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel