Apa Itu Debitur? Ini Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Apa Itu Debitur? Ini Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Apa Itu Debitur? Ini Pengertian, Jenis, dan Contohnya

RumahCom – Apa itu debitur? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), debitur adalah orang atau lembaga yang berutang kepada orang atau lembaga lain. Dalam kebanyakan kasus, debitur harus membayar bunga utang bersama dengan utang pokok. Debitur umumnya dikenal sebagai peminjam, tetapi ketika utang perusahaan dalam bentuk surat berharga maka itu disebut penerbit. Lebih detail mengenai apa itu debitur, simak dalam ulasan berikut!

  • Apa Itu Debitur?

  • UU Hukum Pelindung Debitur

  • Jenis-Jenis Debitur

  • Contoh Debitur

  • Beda Debitur dan Kreditur

[ArticleCallout]{ “title”: “Suku Bunga BI: Definisi, Fungsi, dan Pengaruh Kenaikan Suku Bunga BI”, “excerpt”: “Simak Selengkapnya di Sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/suku-bunga-bi-73649”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel/520×300-crop/wp-content/uploads/sites/5/2022/10/Alt-text-Suku-Bunga-BI_-Definisi-Fungsi-dan-Pengaruh-Kenaikan-Suku-Bunga-BI.png” } [/ArticleCallout]

Apa Itu Debitur?

<em>Hubungan debitur sangat erat dengan kreditur, mengingat kreditur adalah pihak yang memberi pinjaman. Sumber: Istimewa</em>
Hubungan debitur sangat erat dengan kreditur, mengingat kreditur adalah pihak yang memberi pinjaman. Sumber: Istimewa

Apa itu debitur? Debitur adalah orang atau badan yang berutang kepada orang lain, yang dapat berupa individu atau lembaga (termasuk pemerintah). Hubungan debitur sangat erat dengan kreditur, mengingat kreditur adalah pihak (perorangan, organisasi, perusahaan atau pemerintah) yang memberi pinjaman kepada debitur. Misalnya, ‘A’ meminjam uang dari bank. A adalah debitur, dan bank adalah kreditur. Tapi, jika ‘A’ menyimpan uang di bank, maka A adalah kreditur, dan bank di sini adalah debitur.

Sebagai seorang debitur, terdapat hak-hak yang harus terpenuhi diantaranya:

  • Memperoleh informasi mengenai produk dan/atau layanan pinjaman

  • yang akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan

  • Memperoleh informasi terbaru yang mudah diakses.

  • Mendapatkan penjelasan bila alasan pengajuan pembiayaannya ditolak

  • Mendapatkan penjelasan mengenai hak dan kewajiban konsumen

  • Mendapatkan penjelasan tentang biaya-biaya yang mungkin timbul

  • Mendapatkan kesempatan untuk memilih jika ditawarkan produk pinjaman dalam bentuk paket

UU Hukum Pelindung Debitur

<em>Perlindungan hukum terhadap debitur tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999. Sumber: Istimewa</em>
Perlindungan hukum terhadap debitur tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999. Sumber: Istimewa

Dalam melakukan suatu perjanjian, tidak menutup kemungkinan pihak debitur dapat melakukan suatu tindakan wanprestasi yang dapat merugikan pihak kreditur. Oleh karenanya, dalam permasalahan antara pihak kreditur dan debitur yang melakukan suatu perjanjian baku diperlukan adanya sarana perlindungan hukum preventif. Pihak debitur harus diberikan kesempatan untuk mengajukan suatu keberatan apabila klausula yang terdapat dalam perjanjian baku tersebut merugikan pihak debitur.

Perlindungan hukum terhadap pihak debitur tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Jika dalam kasus paling umum seperti apa itu debitur tersandung kredit macet, maka upaya penyelesaian dapat ditempuh dengan dua jalan yakni upaya litigasi melalui jalur pengadilan, dan upaya non-litigasi melalui upaya preventif yaitu tindakan untuk mengantisipasi munculnya kredit macet, early warning, dan upaya negosiasi.

Adapun hambatan-hambatan yang terjadi dalam upaya menangani kredit macet karena debitur wanprestasi, meliputi hambatan normatif atau hambatan yang bertentangan dengan UU yang berlaku, hambatan internal yang timbul dari permasalahan di dalam instansi yang bersangkutan, maupun hambatan eksternal yaitu hambatan yang datang dari debitur.

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui apa itu debitur. Jika Anda ingin membeli rumah dengan sistem kredit, makan Anda akan disebut sebagai debitur yakni pihak peminjam. Berikut daftar hunian di kawasan Citayam, Depok dibawah Rp400 juta di sini!

Jenis-Jenis Debitur

<em>Ada dua jenis debitur yakni jangka pendek dan jangka panjang. Sumber: Istimewa</em>
Ada dua jenis debitur yakni jangka pendek dan jangka panjang. Sumber: Istimewa

Kendati mendapat perlindungan hukum yang diatur dalam Undang-Undang, tetap saja seorang debitur yang baik harus memiliki tanggung jawab mulai dari kesadaran diri. Artinya, dalam mengambil utang, debitur harus mengetahui jumlah yang ia miliki dan apa yang ia butuhkan. Sebaiknya seorang debitur tidak boleh mengajukan utang yang tidak perlu.

Selain itu, jadilah debitur yang cukup bertanggung jawab untuk membayar utang secara disiplin. Apalagi pembayaran utang yang tepat waktu beserta bunganya akan menghindari potensi masalah di kemudian hari. Selain dipercaya oleh kreditur, membayar utang tepat waktu juga akan memastikan lebih mudah mendapat pinjaman di lain waktu. Patut diketahui, melansir Economic Times debitur dibagi ke dalam dua jenis, yakni:

  1. Debitur Jangka Pendek: Ketika utang diberikan untuk jangka pendek (kurang dari satu tahun), maka debitur disebut sebagai jangka pendek. Jenis utang ini dicatat dalam piutang jangka pendek di bawah aset lancar di neraca.

  2. Debitur Jangka Panjang: Ketika utang diberikan untuk jangka panjang (lebih dari satu tahun), maka debitur dikenal untuk jangka panjang. Utang ini dicatat dalam piutang jangka panjang dibawah aset jangka panjang di neraca.

Contoh Debitur

<em>Selain jenis, debitur juga dikategorikan dalam tiga contoh. Sumber: Istimewa</em>
Selain jenis, debitur juga dikategorikan dalam tiga contoh. Sumber: Istimewa

Sesuai penjelasan sebelumnya, apa itu debitur? Debitur adalah orang yang mempunyai utang karena perjanjian atau undang-undang yang pelunasannya dapat ditagih di muka pengadilan. Berdasarkan kondisi di lapangan, selain jenis, debitur juga dikategorikan dalam tiga contoh. Apa saja?

  1. Penerima Pinjaman dari Individu/Badan/Lembaga

Contoh debitur yang paling umum adalah orang yang menerima pinjaman berupa uang dari pihak lain. Baik itu individu, badan, atau lembaga. Ketentuan dalam pinjaman ini pun disepakati kedua belah pihak, mulai dari persentase bunga maupun ada tidaknya jaminan.

  1. Penerima Pinjaman Bank

Seseorang atau badan yang meminjam dana ke bank disebut dengan debitur. Merujuk Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan disebutkan bahwa “Nasabah Debitur adalah nasabah yang memperoleh fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah atau yang dipersamakan dengan itu berdasarkan perjanjian bank dengan nasabah yang bersangkutan.”

  1. Penerima Kredit Barang

Selain dana, barang juga masuk dalam objek yang bisa dipinjamkan oleh debitur dengan cara kredit atau angsuran. Dasar hukum dari jual beli secara angsuran adalah ketentuan-ketentuan hukum perikatan (Verbintenissen Rechts). Jadi, para pihak yang melakukan perbuatan hukum jual beli dengan pembayaran angsuran dapat membuat perjanjian atas dasar kesepakatan. Perjanjian jual beli angsuran ini termasuk dalam perjanjian tidak bernama (In Nominat) karena perjanjian jual beli angsuran tidak diatur dalam KUHPerdata.

[PropertyTip] Pembayaran utang yang tepat waktu beserta bunganya akan menghindari potensi masalah di kemudian hari [/PropertyTip]

Beda Debitur dan Kreditur

<em>Kreditur adalah orang yang memberikan kredit atau pinjaman kepada pihak lain. Sumber: Istimewa</em>
Kreditur adalah orang yang memberikan kredit atau pinjaman kepada pihak lain. Sumber: Istimewa

Apa yang dimaksud kreditur dan bedanya dengan apa itu debitur? Kreditur adalah orang atau badan atau lembaga yang memberikan kredit atau pinjaman kepada pihak lain. Terminologi pada kredit ini seringkali dikaitkan dan digunakan dalam dunia keuangan khususnya pada pinjaman yang memiliki tenor pendek serta obligasi jangka panjang.

Sementara debitur adalah pihak yang berutang kepada pihak lain, biasanya dengan menerima sesuatu dari pihak lainnya (kreditur) yang dijanjikan oleh debitur untuk membayar kembali di waktu yang telah disepakati. Pemberian pinjamannya sendiri umumnya memerlukan sebuah jaminan atau agunan dari pihak debitur.

Tonton video berikut untuk mengetahui cara memilih warna cat yang tepat!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah