Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik? Pahami Pengertian Gejala dan Penyebabnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gangguan kepribadian narsistik merupakan salah satu dari beberapa jenis gangguan kepribadian yang dialami oleh sebagian orang. Lantas, apa itu gangguan kepribadian narsistik?

Dilansir Mayo Clinic, Kamis (11/11/2021), Gangguan kepribadian narsistik atau biasa disebut juga narcissistic personality disorder adalah kondisi mental di mana orang memiliki perasaan yang meningkat tentang kepentingan mereka sendiri, Mereka cenderung berfokus pada kebutuhan yang mendalam akan perhatian dan kekaguman yang berlebihan, sehingga seringkali kurangnya empati terhadap orang lain.

Namun di balik topeng kepercayaan diri yang ekstrem ini, biasanya mereka rentan terhadap kritik sekecil apa pun. Gangguan kepribadian narsistik menyebabkan masalah di banyak bidang kehidupan, seperti hubungan, pekerjaan, sekolah, atau urusan keuangan.

Orang dengan gangguan kepribadian narsistik mungkin umumnya tidak bahagia dan kecewa ketika mereka tidak diberi bantuan atau pujian khusus yang mereka yakini pantas mereka dapatkan. Oleh karena itu seringkali orang lain mungkin tidak senang berada di sekitar mereka.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gejala Gangguan Kepribadian Narsistik

Tahukah kamu lima gangguan kepribadian menurut Ilmu Psikologi? | via: medicastore.com
Tahukah kamu lima gangguan kepribadian menurut Ilmu Psikologi? | via: medicastore.com

Tanda dan gejala gangguan kepribadian narsistik dan tingkat keparahan gejalanya sangat bervariasi. Namun secara umum orang dengan gangguan ini memiliki gejala sebagai berikut:

• Mementingkan diri sendiri secara berlebihan

• Merasa berhak dan membutuhkan pujian yang berlebihan

• Berharap untuk diakui sebagai superior bahkan tanpa pencapaian yang menjaminnya

• Melebih-lebihkan prestasi dan bakat

• Sibuk berfantasi tentang kesuksesan, kekuatan, kehebatan, kecantikan, atau pasangan yang sempurna

• Percaya bahwa mereka lebih unggul dan hanya bisa bergaul dengan orang yang setara tingkat spesialnya

• Memandang rendah orang yang mereka anggap lebih rendah

• Berharap mendapat bantuan khusus

• Memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan

• Memiliki ketidakmampuan untuk mengenali kebutuhan dan perasaan orang lain

• Percaya bahwa orang lain iri pada mereka

• Berperilaku arogan atau angkuh

• Bersikeras untuk mendapatkan yang terbaik dari segalanya

Penyebab Gangguan Kepribadian Narsistik

Ilustrasi kesehatan mental (Foto: Unsplash)
Ilustrasi kesehatan mental (Foto: Unsplash)

Tidak diketahui apa yang menyebabkan gangguan kepribadian narsistik. Seperti halnya perkembangan kepribadian dan gangguan kesehatan mental lainnya, penyebab gangguan kepribadian narsistik kemungkinan besar sangat kompleks. Namun, penyebab gangguan kepribadian narsistik ini dapat dikaitkan dengan:

Lingkungan ketidaksesuaian dalam hubungan orang tua dan anak dengan memuji berlebihan atau kritik berlebihan yang kurang selaras dengan pengalaman anak

Faktor Genetik atau karakteristik bawaan

Neurobiologi, hubungan antara otak dan perilaku dan pemikiran

Karena penyebab gangguan kepribadian narsistik tidak diketahui, tidak ada juga cara yang diketahui untuk mencegah kondisi tersebut. Namun, sebaiknya dapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk masalah kesehatan mental pada masa kanak-kanak. Dengan mempelajari cara-cara yang sehat untuk berkomunikasi dalam mengatasi konflik atau tekanan emosional di lingkungan keluarga juga dapat membantu mengatasi gangguan kepribadian narsistik ini.

Penulis: Vania Dinda Marella

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel