Apa Itu Ideologi? Pahami Pengertian, Jenis-jenis, dan Fungsinya dalam Negara

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Apa itu ideologi? Ideologi adalah bagian yang membentuk pikiran, tindakan, dan interaksi masyarakat. Tiap negara bisa memiliki ideologi yang berbeda. Ideologi adalah bagian yang bisa menjelaskan dunia dan mengubahnya.

Mengetahui apa itu ideologi, penting bagi kita supaya dapat tercapainya sebuah keinginan dan cita-cita dalam negara. Ideologi adalah gagasan yang bisa berisi ide, budaya, dan pola tertentu dalam tatanan hidup.

Memahami apa itu ideologi adalah poin penting ketika belajar politik. Ideologi adalah lensa yang digunakan seseorang untuk memandang dunia. Ideologi juga menjadi paham, teori, dan tujuan yang merupakan satu program sosial politik.

Untuk lebih rinci, berikut ini penjelasan mengenai apa itu ideologi, jenis-jenis, hingga fungsinya dalam negara yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jum’at (3/9/2021).

Apa Itu Ideologi

Ilustrasi Buku Credit: pexels.com/Salkind
Ilustrasi Buku Credit: pexels.com/Salkind

Istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu ”idein” dan ”logos”. Idein berarti memandang, melihat, ide, dan cita-cita, sementara Logos adalah logia atau ilmu. Dari istilah ini, ideologi adalah seperangkat ide yang membentuk keyakinan dan paham untuk mewujudkan cita-cita manusia.

KBBI mendefinisikan ideologi sebagai kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. Ideologi adalah cara berpikir seseorang atau suatu golongan.

Secara umum, Ideologi adalah konsep fundamental dalam sosiologi. Sosiolog mempelajarinya karena ia memainkan peran yang begitu kuat dalam membentuk bagaimana masyarakat diatur dan bagaimana fungsinya.

Ideologi memberi pandangan yang teratur tentang dunia, tempat manusia di dalamnya, dan hubungannya dengan orang lain. Ideologi sangat penting bagi pengalaman manusia. Biasanya ideologi menjadi sesuatu yang orang pegang dan pertahankan, baik itu mereka sadar atau tidak melakukannya.

Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

Ilustrasi Buku Credit: pexels.com/Ragu
Ilustrasi Buku Credit: pexels.com/Ragu

Setelah mengetahui apa itu idelogi yang telah di jelaskan di atas. Berikut ini ada pendapat yang berbeda menurut para ahli mengenai apa itu ideologi, diantaranya:

1. Terry Eagleton

Ideologi adalah sistem konsep dan pandangan yang berfungsi untuk memahami dunia sekaligus mengaburkan kepentingan sosial yang diekspresikan di dalamnya. Ideologi diliputi dengan kelengkapan dan konsistensi internal yang relatif cenderung membentuk sistem tertutup dan mempertahankan dirinya sendiri dalam menghadapi kontradiksi atau inkonsistensi.

2. Malcolm Hamilton

Ideologi adalah sebuah sistem ide-ide normatif dan konon faktual yang secara kolektif dan keyakinan serta sikap yang mendukung dan / atau membenarkan pola tertentu dari hubungan, pengaturan, dan perilaku politik dan / atau ekonomi.

3. Michael Hunt

Ideologi adalah serangkaian keyakinan atau asumsi yang saling terkait yang mengurangi kompleksitas potongan realitas tertentu menjadi istilah yang mudah dipahami dan menyarankan cara yang tepat untuk menangani kenyataan itu.

4. Karl Marx

Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat. Menurut Marx, ideologi muncul dari corak produksi masyarakat. Pendekatan Marx terhadap ideologi dituangkan dalam teorinya tentang basis dan suprastruktur. Menurut Marx, suprastruktur masyarakat, ranah ideologi, tumbuh dari basis, ranah produksi, untuk mencerminkan kepentingan kelas penguasa dan membenarkan status quo yang membuat mereka tetap berkuasa.

Macam-macam Ideologi

Garuda Pancasila (foto: wikipedia)
Garuda Pancasila (foto: wikipedia)

Setelah mengetahui apa itu idelogi menurut para ahli yang telah di jelaskan di atas, Anda juga perlu mengetahui macam-macam idelogi. Berikut macam-macam ideologi di dunia, diantaranya:

Kapitalisme

Kapitalisme merupakan ideologi yang menekankan sistem perekonomian di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta. Ini membuat seluruh alat produksi dan pendukungnya dimiliki secara pribadi. Kapitalisme menenkankan pada melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Liberalisme

Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama. Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu.

Komunisme

Komunisme adalah ideologi yang didefinisikan sebagai tatanan sosial ekonomi yang terstruktur atas gagasan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi. Dalam ideologi komunisme, tidak ada kelas sosial, uang dan negara. Segala sesuatu yang terjadi pada suatu negara akan dikuasai oleh negara tersebut.

Masyarakat komunis memiliki ciri khas berupa kepemilikan bersama alat produksi dengan akses bebas terhadap barang jadi, dan masyarakat tersebut tak berkelas dan tak bernegara, sehingga juga akan mengakhiri eksploitasi buruh.

Nasionalisme

Nasionalisme adalah suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional.

Sosialisme

Sosialisme adalah serangkaian sistem ekonomi dan sosial yang ditandai dengan kepemilikan sosial atas alat-alat produksi dan manajemen mandiri pekerja. Kepemilikan sosial dapat berupa kepemilikan negara, kolektif, koperasi, atau kepemilikan sosial atas ekuitas.

Fasisme

Fasisme adalah paham yang berdasarkan prinsip kepemimpinan dengan otoritas yang mutlak di mana perintah pemimpin dan kepatuhan berlaku tanpa pengecualian. Ideologi ini selalu membayangkan adanya musuh, sehingga pemimpin dan militer harus kuat menjaga negara.

Demokrasi

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.

Feminisme

Feminisme adalah serangkaian gerakan sosial, gerakan politik, dan ideologi yang memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mendefinisikan, membangun, dan mencapai kesetaraan gender di lingkup politik, ekonomi, pribadi, dan sosial. Feminisme menggabungkan posisi bahwa masyarakat memprioritaskan sudut pandang laki-laki, dan bahwa perempuan diperlakukan secara tidak adil di dalam masyarakat tersebut.

Pancasila

Dalam buku Spiritualisme Pancasila (2018) karya Fokky Fuad Wasitaatmadja dkk, ideologi Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara juga sekaligus ideologi nasional. Dalam Pancasila terkandung nilai-nilai luhur dan cita-cita bangsa Indonesia. Pancasila diangkat dari nilai-nilai, adat istiadat, kebudayaan, nilai-nilai moralitas yang terdapat dalam pandangan hidup bangsan Indonesia. Pancasila memiliki lima poin dasar yang dijadikan sebagai ideologi atau patokan masyarakat Indonesia dalam melakukan berbagai tindakan. Isi kelima sila tersebut adalah sebagai berikut :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.

3. Persatuan Indonesia.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Fungsi Ideologi dalam Negara

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Namera
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Namera

Berikut ini penjelasan fungsi ideologi menurut Soerjanto Poespowardojo, dikutip dari buku bertajuk 'Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara' oleh Aa Nurdiaman.

1. Fungsi ideologi struktur kognitif, yakni keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian dalam alam sekitarnya.

2. Fungsi ideologi orientasi dasar, dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.

3. Fungsi ideologi norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang untuk melangkah dan bertindak.

4. Fungsi ideologi yang menjadi bekal dan jalan bagi seseorang untuk menentukan identitasnya

5. Fungsi ideologi sebagai kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.

6. Fungsi ideologi sebagai pegangan pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami, menghayati, serta mempolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung di dalamnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel