Apa Itu Kreditur Konkuren? Ini Penjelasannya dan Bedanya dengan Kreditur Separatis dan Preferen

Apa Itu Kreditur Konkuren? Ini Penjelasannya dan Bedanya dengan Kreditur Separatis dan Preferen
Apa Itu Kreditur Konkuren? Ini Penjelasannya dan Bedanya dengan Kreditur Separatis dan Preferen

RumahCom – Peristiwa utang piutang tentu melibatkan dua pihak yakni debitur (peminjam) dan kreditur (pemberi utang). Sesuai aturan, debitur harus mengembalikan uang/aset lain yang dipinjam pada kreditur dalam jangka waktu tertentu.

Namun bagaimana jika debitur dinyatakan tidak bisa membayar utangnya alias pailit? Apa yang akan terjadi pada harta kreditur? Dalam penyelesaiannya, pihak yang memberi pinjaman akan disebut kreditur konkuren. Apa itu kreditur konkuren?

Simak artikel ini untuk menambah wawasan Anda seputar kreditur konkuren:

  • Apa Itu Kreditur Konkuren?

  • Dasar Hukum yang Mengatur Kreditur Konkuren

  • Contoh Kreditur Konkuren

  • Beda Kreditur Konkuren, Separatis, dan Preferen

[ArticleCallout]{ “title”: “Bedanya Kredit Produktif dan Kredit Konsumtif, Milenial Wajib Tahu!”, “excerpt”: “Temukan penjelasan beda antara kredit produktif dan konsumtif di sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/kredit-produktif-adalah-63146”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel-legacy/1110×624-crop/static/2022/04/Alt-Text-Bedanya-Kredit-Produktif-dan-Kredit-Konsumtif-Milenial-Wajib-Tahu.png” } [/ArticleCallout]

Apa Itu Kreditur Konkuren?

<em>Kreditur konkuren tidak bisa meminta pelunasan piutangnya didahulukan. (Foto: <a href="https://www.istockphoto.com/id/foto/pinjaman-bisnis-gm1305583831-396426125" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:iStock – Utah778" class="link ">iStock – Utah778</a>)</em>
Kreditur konkuren tidak bisa meminta pelunasan piutangnya didahulukan. (Foto: iStock – Utah778)

Kreditur konkuren adalah pihak yang memiliki kedudukan sejajar dengan kreditur lainnya. Jika debitur memiliki utang pada beberapa pihak, maka kreditur konkuren berhak menagih haknya sesuai tagihan yang telah disepakati.

Mereka yang termasuk dalam kreditur konkuren dijamin secara hukum untuk mendapatkan asetnya namun tidak memiliki hak didahulukan dan besaran pelunasan akan dihitung secara proporsional. Jadi dalam proses pemberesan harta debitur, kedudukan kreditur berada di prioritas terakhir.

Dalam sebuah transaksi pinjaman, istilah kreditur sudah umum didengar. Saat Anda ingin mengajukan KPR untuk pembelian rumah, pihak bank adalah pihak kreditur. KPR sendiri bisa membantu Anda untuk membayar pembelian rumah dengan cara cicilan sampai masa tenornya berakhir. Bila Anda ingin mengajukan KPR dan sedang mancari rumah, cek daftar hunian di Denpasar di bawah Rp1 miliar berikut ini!

Dasar Hukum yang Mengatur Kreditur Konkuren

<em>Ketiga jenis debitur telah diatur haknya dalam undang-undang. (Foto: <a href="https://www.istockphoto.com/id/foto/skala-gavel-dan-keadilan-gm1294453859-388444588" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:iStock – DNY59" class="link ">iStock – DNY59</a>)</em>
Ketiga jenis debitur telah diatur haknya dalam undang-undang. (Foto: iStock – DNY59)

Dasar hukum kreditur konkuren diatur dalam Pasal 1131 jo. 1132 KUH Perdata yang menentukan bahwa seluruh harta benda seorang baik yang telah ada sekarang maupun yang akan datang, baik benda bergerak maupun tidak bergerak, menjadi jaminan bagi seluruh perikatannya.

Lebih lanjut di Pasal 1132 KUH Perdata memerintahkan agar seluruh harta debitur dijual lelang di muka umum atas dasar putusan hakim dan hasilnya dibagikan kepada kreditur secara seimbang, kecuali di antaranya ada kreditur yang didahulukan pemenuhan piutangnya.

Ketika harta debitur telah dilelang, tentu akan muncul perdebatan hasilnya di antara para kreditur. Karena itu prosesnya harus melalui penyitaan umum (eksekusi massal) terhadap seluruh harta kekayaan debitur. Setelah itu hasilnya akan dibagikan pada kreditur dan diawasi oleh petugas berwenang agar tidak timbul kericuhan.

Contoh Kreditur Konkuren

<em>Pastikan setiap pemberian kredit disertakan surat perjanjian dan jaminan. (Foto:<a href="https://www.istockphoto.com/id/foto/hipotek-pinjaman-gm1317735314-405075835" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:iStock – Utah778" class="link "> iStock – Utah778</a>)</em>
Pastikan setiap pemberian kredit disertakan surat perjanjian dan jaminan. (Foto: iStock – Utah778)

Pada pembahasan sebelumnya, kami telah menjelaskan jika kreditur konkuren adalah kreditur yang tidak memiliki hak jaminan atau agunan dalam pelunasan piutang jika debitur dinyatakan bankrut.

Bagi Anda yang belum memiliki gambaran situasinya, berikut contoh sederhana kreditur konkuren:

Bapak A meminjam uang Rp25 juta pada Bapak B. Selang beberapa waktu, Bapak A tidak membayar utang dan diketahui tokonya dinyatakan bangkrut. Bapak B yang merasa dirugikan mencoba menagih haknya dan diketahui ternyata Bapak A memiliki utang pada kreditur lain dengan perjanjian/jaminan. Dalam penyelesaian masalah ini, aset Bapak A yang dijual hasilnya diprioritaskan untuk diberikan pada kreditur lain yang telah memiliki perjanjian. Sementara, Bapak B tidak memiliki hak untuk didahulukan pembayarannya karena tidak membuat perjanjian dengan Bapak A sebelumnya.

[property-tip] Hindari memberi pinjaman dalam jumlah besar tanpa jaminan. [/property-tip]

Beda Kreditur Konkuren, Separatis, dan Preferen

<em>Kreditur preferen memiliki hak istimewa dalam pelunasan piutang karena memegang jaminan debitur. (Foto:<a href="https://www.istockphoto.com/id/foto/hipotek-atau-pinjaman-rumah-gm1159122242-316845385" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:iStock – Utah778" class="link "> iStock – Utah778</a>)</em>
Kreditur preferen memiliki hak istimewa dalam pelunasan piutang karena memegang jaminan debitur. (Foto: iStock – Utah778)

Dalam konsepsi hukum perdata, ada 3 jenis kreditur yakni kreditur konkuren, kreditur preferen, dan kreditur separatis. Ketiga jenis kreditur tersebut ditentukan berdasarkan jenis utang dan jaminannya. Di poin sebelumnya, telah dibahas salah satu jenisnya yakni kreditur konkuren yang tidak memiliki hak prioritas dalam pelunasan utang melalui lelang harta debitur.

Lalu apa perbedaannya dengan kreditur separatis dan konkuren? Berikut penjabarannya:

1. Kreditur Preferen

Kreditur preferen adalah kreditur yang memiliki hak istimewa yakni didahulukan dalam pelunasan utang dibanding kreditur lain. Hak ini bisa didapatkan kreditur preferen karena memiliki hak jaminan atau agunan dari debitur.

Sebagai contoh sederhananya, pengusaha A memberi piutang pada pengusaha B namun perusahaan B terancam pailit. Maka di antara pengusaha lain yang memberi piutang, pengusaha A lebih diutamakan dalam pelunasan karena memiliki jaminan. Namun jika debitur masih memiliki tanggungan upah yang belum dibayar pada pekerjanya, para pekerja lah yang harus didahulukan.

Hal itu sesuai dengan ketentuan Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Putusan No. 67/PU-XI/2013 yang pada prinsipnya menegaskan bahwa:

“Pembayaran upah pekerja/buruh yang terutang didahulukan atas semua jenis kreditur termasuk atas tagihan kreditur separatis, tagihan hak negara, kantor lelang, dan badan umum yang dibentuk Pemerintah, sedangkan pembayaran hak-hak pekerja/buruh lainnya didahulukan atas semua tagihan termasuk tagihan hak negara, kantor lelang, dan badan umum yang dibentuk Pemerintah, kecuali tagihan dari kreditur separatis”.

Jadi dari keputusan tersebut, bisa dikatakan mereka yang termasuk dalam kreditur preferen adalah:

  • Pembayaran terhadap upah buruh/pekerja

  • Pembayaran terhadap negara seperti pajak, dll

  • Kurator (orang yang bertugas untuk mengurus dan/atau membereskan harta pailit)

2. Kreditur Separatis

Jenis kreditur terakhir adalah kreditur separatis. Mereka adalah kreditur yang memegang hak jaminan seperti hak gadai, hak hipotik, dan hak-hak jaminan kebendaan lainnya. Ada beberapa klasifikasi dari kreditur separatis yaitu:

  • Pemegang Hak Gadai

  • Pemegang Hak Fidusia

  • Pemegang Hak Tanggungan

  • Pemegang Hipotek Kapal

Dasar hukum kreditur separatis tertuang dalam Pasal 55 ayat (1) UU K-PKPU yang berisi:

“Dengan  tetap memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, Pasal 57 dan Pasal 58, setiap Kreditur pemegang gadai, jaminan fidusia, hak tanggungan, hipotek, atau hak agunan atas kebendaan lainnya dapat mengeksekusi haknya seolah-olah tidak terjadi kepailitan.”

Jadi dibandingkan kreditur konkuren, kreditur separatis akan mendapatkan pembayaran piutang lebih dulu dari hasil lelang harta debitur.

Dari pembahasan di atas, Anda bisa mengambil kesimpulan jika sangat penting untuk membuat perjanjian dan meminta jaminan pada orang yang berhutang agar hak Anda terjamin bisa dikembalikan jika debitur bangkrut. Semoga artikel ini semakin membuka wawasan Anda ya.

Tonton video berikut ini untuk mengetahui prosedur AJB ke SHM yang benar!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

[AskGuru][/AskGuru]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel