Apa Itu NFT? Ketahui Pengertian, Cara Kerja, Jual dan Belinya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Seorang pemuda bernama Ghozali sukses meraup uang miliaran rupiah berkat bisnis Non Fungible Token (NFT) yang dijalankannya melalui OpenSea. Dalam media sosial, Ghozali dikenal dengan sebutan Ghozali Everyday ini menjual foto selfie nya secara konsisten selama lima tahun terakhir. Foto selfie tersebut yang dijadikan sebagai produk NFT.

"Saya mengambil foto diri sendiri sejak saya berusia 18 tahun sampai 22 tahun (2017-2021). Ini sungguh foto saya di depan komputer setiap hari," tulis Ghozali pada keterangan akun OpenSea miliknya.

Ghozali juga menambahkan, dalam satu foto selfie dihargai dengan harga terendah yaitu 0,3 Ethereum atau sekitar Rp 14,3 juta hingga 66.346 Ethereum atau sekitar Rp 3,1 triliun. Lalu apa itu NFT? Bagaimana cara kerja dan belinya?

Berikut ini ulasan mengenai pengertian NFT beserta cara kerja, beli, dan jualnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (13/1/2022).

Pengertian NFT

Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)

Mengutip siaran pers yang diterima Tekno Liputan6.com, NFT adalah semacam token yang tak dapat ditukarkan dan tidak dapat diganti, yang biasanya ditemukan di blockchain. Dengan kata lain, NFT adalah aset digital yang berbentuk karya seni maupun barang koleksi yang bisa dipergunakan untuk membeli sesuatu secara virtual. Barang seni dan koleksi bisa berupa foto, gambar, lagu, rekaman suara, video, game, dan sebagainya.

Meskipun sudah ada sejak 2014, NFT menjadi semakin banyak peminatnya pada akhir tahun 2021. Blockchain sendiri adalah sebuah teknologi yang digunakan sebagai sistem penyimpanan data digital yang terhubung melalui kriptografi.

NFT dapat digunakan untuk membeli barang-barang dunia nyata seperti karya seni, musik, atau real estat, tetapi hanya dalam kapasitas virtual. NFT tidak dapat diperdagangkan atau ditukar seperti mata uang kripto. Sebab NFT ini tidak identik.

NFT memiliki beberapa keungulan, salah satunya terkait tingkat keasliannya. Konsep NFT memungkinkan pembeli memiliki barang asli tanpa ada yang bisa menirunya. Tidak hanya itu, NFT juga menyertakan bukti kepemilikan dalam bentuk sertifikasi. Beberapa situs yang menyediakan jual beli NFT, seperti Nifty Gateway, Mintable, Rarible, dan OpenSea.

Cara Kerja NFT

Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)

Meskipun NFT sering dibeli dan dijual menggunakan mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, mereka sendiri bukan mata uang kripto. Seperti dolar dan mata uang lainnya, cryptocurrency dapat dipertukarkan. Jika Anda menukar satu bitcoin dengan bitcoin lain, keduanya memiliki nilai yang sama. Anda masih akan memiliki satu bitcoin. Sebab NFT unik, mereka tidak memiliki nilai yang setara dengan NFT unik lainnya. Anda dapat menggabungkan satu NFT dengan yang lain untuk "mengembangkan" NFT ketiga yang unik.

Manfaat yang paling utama dari NFT adalah efisiensi pasar. Konversi aset fisik menjadi aset digital menyederhanakan proses dan menghilangkan perantara. NFT yang mewakili karya seni digital atau fisik pada blockchain menghilangkan kebutuhan akan agen dan memungkinkan seniman untuk terhubung langsung dengan audiens mereka.

Cara Membuat dan Jual-Beli NFT

Ilustrasi NFT (iStockphoto).
Ilustrasi NFT (iStockphoto).

Untuk melakukan jual beli NFT, Anda wajib memiliki aset kripto sesuai dengan platform atau pasar yang digunakan. Berikut rincian cara membuat dan memperjualbelikan aset NFT, antara lain:

1. Pilih dan Buat Pasar NFT

Cara pertama yang harus Anda lakukan tentunya memilih pasar NFT yang paling tepat. Ada banyak pasar NFT yang di antaranya menawarkan spesialisasi jenis aset digital tertentu. Salah satu yang menawarkan pasar NFT terbesar dan beragam saat ini adalah Open Sea. Jika sudah menentukan pasar NFT yang akan Anda gunakan, silahkan tautkan dengan dompet cryptocurrency yang mendukung. Silahkan pilih opsi "Mint of NFT" dan unggah dokumen digital milik Anda. Proses tersebut bisa saja berbeda setiap pasar, namun tidak terlalu jauh perbedaannya. Jika Anda tertarik untuk memonetisasi pekerjaan Anda secara pasif dari waktu ke waktu melalui royalti, Anda bisa menetapkan jumlah royalti tersebut selama proses pencetakan.

2. Input NFT yang Akan Dijual

Apabila sudah mencetak NFT seperti yang dijelaskan pada cara sebelumnya, Anda akan diberikan pilihan untuk mendaftarkan NFT untuk dijual di pasar. Informasi tambahan, jika Anda bisa mentransfer dan menjual NFT Anda di pasar lain, mungkin akan ada biaya tambahan. Anda bisa mengklik tombol "Jual" lalu ikuti petunjuk lainnya sesuai pasar masing-masing. Anda bisa memberikan informasi detail mengenai transaksi seperti harga, batas waktu lelang dan mata uang kripto yang bisa digunakan untuk membayar. Nantinya, pasar juga akan menghitung biaya gas atau gas fees yang merupakan biaya jaringan blockchain Ethereum untuk mencatat transaksi pada proses ini. Pasar juga akan mencantumkan biaya penanganan. Biaya tersebut jumlahnya bervariasi tergantung berapa sibuk jaringan blockchain saat itu.

3. Kelola dan Promosikan

Apabila sudah selesai menguruskan informasi pendaftaran NFT yang akan dijual, aset digital Anda akan tersedia untuk dibeli di pasar. Anda juga memerlukan promosi penjualan kepada pelanggan potensial melalui situs web atau bisa juga melalui media sosial pribadi. Anda bisa membuat perubahan cantuman informasi mengenai aset NFT. Meskipun begitu, bagi anda yang sudah melakukan perubahan atau penghapusan cantuman tersebut dapat dikenakan biaya tambahan lainnya dan biaya gas yang sudah dibayar tidak bisa dikembalikan lagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel