Apa itu Penyakit Ain? Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya dalam Islam

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Apa itu penyakit Ain mungkin belum dikenali oleh banyak orang. Penyakit Ain adalah sebuah gangguan yang dipercaya dalam Islam, dan bisa dialami oleh siapa saja, dari orang tua, muda, laki-laki, maupun perempuan.

Apa itu penyakit Ain berkaitan dengan sifat iri dan dengki. Penyakit ini bisa mengganggu kehidupan manusia, baik secara fisik dan psikologis. Namun, kamu bisa menghindarinya dengan berbagai cara dan mengobatinya bila sudah mengalami.

Penyakit Ain juga terkait dengan kejahatan dan pengaruh setan. Penyakit ini bahkan sudah ada sejak zaman Rasulullah. Penyakit Ain ini sering kali disebut juga sebagai mata jahat, karena berkaitan dengan pengaruh dari pandangan mata yang disertai sifat dengki atau iri.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (29/12/2021) tentang apa itu penyakit ain.

Apa itu Penyakit Ain?

Ilustrasi Iri Dengki Credit: freepik.com
Ilustrasi Iri Dengki Credit: freepik.com

Apa itu penyakit Ain perlu dipahami setiap umat Islam. Penyakit ain ini disebut juga dengan kena mata, mata jahat, atau evil eye. Apa itu penyakit Ain adalah sebuah keyakinan bahwa seseorang dapat membahayakan orang lain dengan cara hanya sekadar melihat korbannya.

Apa itu penyakit Ain umumnya berkaitan dengan pengaruh dari pandangan mata yang disertai sifat dengki atau iri kadang terjadi pula pada rasa takjub atau cinta terhadap yang dipandang. Penyakit ain berasal dari kata ‘aana – ya’iinu yang berarti terkena sesuatu hal dari mata.

Sebuah pandangan mata yang menyebabkan penyakit ain adalah pandangan yang diikuti respons jiwa yang negatif. Pandangan mata tersebut menjadi jalan bagi setan dan dimanfaatkannya untuk menciptakan sifat iri dan dengki. Apa itu penyakit Ain terdapat dalam beberapa hadis.

Dalam Hadis Riwayat Muslim, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Ain itu benar-benar ada. Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu bisa.” (HR. Muslim No.2188).

Dari Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata:

“Dahulu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memintaku agar aku diruqiyah untuk menyembuhkan ‘ain” (HR. Muslim no.2195).

Kepercayaan pada mata jahat atau apa itu penyakit Ain adalah kepercayaan pada kekuatan iri dan kecemburuan yang dapat menyebabkan bahaya, kehancuran, dan keputusasaan dalam diri manusia.

Penyebab Penyakit Ain

Apa itu penyakit Ain tentunya memiliki penyebab tersendiri. Penyebab utama penyakit ain adalah pikiran negatif. Selain itu, penyakit ain bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu perasaan dengki dan perasaan kagum. Penyakit Ain adalah salah satu kejahatan yang dipicu oleh rasa iri manusia di bawah pengaruh setan.

Apa itu penyakit Ain terjadi akibat adanya hasad atau perasaan iri dan dengki atas nikmat yang dimiliki orang lain. Orang yang memiliki sifat hasad akan memiliki pandangan yang penuh kebencian. Arogansi dan iri hati adalah dua sifat setan yang menempati sifat manusia untuk menyimpang dari kebaikan.

Perasaan kagum yang menimbulkan kekhawatiran juga bisa menyebabkan penyakit Ain. Manusia, di bawah obsesi ini, dapat membahayakan sesamanya, baik sengaja maupun tidak sengaja. Dalam kasus yang khusus, penyakit ini bahkan dapat terjadi meski tanpa melihat langsung korbannya semisal melalui foto atau video.

Cara Mengobati Penyakit Ain dan Menghindarinya

Ilustrasi Muslim Credit: freepik.com
Ilustrasi Muslim Credit: freepik.com

Manusia dapat melindungi diri mereka sendiri dari efek penyakit Ain yang merusak jika mereka percaya kepada Allah dan mencari perlindungan-Nya. Apa itu penyakit Ain dapat diobati dengan bertawakal kepada Allah SWT. Penyakit Ain ditanggulangi dengan cara dituntunkan bagi orang yang terpukau atas sesuatu untuk mengucapkan doa keberkahan atas sesuatu tersebut.

Selain itu, penyakit ain juga dapat disembuhkan dengan ruqyah sesuai syariat. Membaca dalam bahasa Arab atau dalam bahasa yang dapat dipahami oleh orang-orang, dan tidak menggunakan jimat atau sihir juga bisa membantu mengatasi penyakit ain.

Cara menghindari penyakit ain

Penyakit ain juga bisa dicegah dengan senantiasa menyertai pujian dengan ungkapan seperti TabarakAllah" (تبارك الله)atau "Masha'Allah" (ما شاء الله).

Membaca Surat Ikhlas, Surat Al-Falaq dan Surat Al-Nas dari Alquran, tiga kali setelah Subuh dan setelah Maghrib juga bisa mencegah bahaya dari penyakit ain.

Doa untuk Menghindari Penyakit Ain

Ilustrasi Islami, muslim, berdoa. (Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay)
Ilustrasi Islami, muslim, berdoa. (Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay)

Hasad menjadi penyebab utama dari penyakit ain. Maka dari itu penting untuk menjauhi sifat ini. Berikut doa-doa yang bisa menjauhkan diri dari sifat hasad dan bahayanya:

Doa dijauhkan dari sifat iri dan dengki

"Rabbanaghfirlanaa wa liikhwaninnalladziina sabaquunaa bilimaani wa laa taj'alfii quluubinaa ghilaa lilladziina amanuu rabbannaa innaka raufurrookhiimun"

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."

Doa dijauhkan dari sifat buruk sangka

"Allahumma ati takwaha wa zakkiha anta khoiru man zakkaha anta waliyyuha wa maulaha. Allahumma inni a'uzubika min 'ilmin la yanfa'u wa min qolbin la yakhsya'u wa min nafsin la tasyba'u wa min da'watin la yustabu laha"

Artinya:

" Ya Allah, karuniakan ketakwaan pada jiwaku. Sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya, Engkau-lah yang menjaga serta melindunginya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak manfaat, hati yang tidak khusyuk, dan doa yang tidak dikabulkan."

Doa dijauhkan dari rasa marah

"Allaahummaghfirlii dzanbii, wa adzhib ghaizha qalbii, wa ajirnii minas syaithaani"

Artinya:

"Tuhanku, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel