Apa Itu Referensi? Pahami Tujuan dan Cara Menulisnya yang Benar

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Apa itu referensi? Referensi adalah sumber informasi yang memuat rujukan atau petunjuk. Apa itu referensi adalah berguna untuk menguatkan pernyataan atau kebenaran yang disampaikan kepada khalayak. Umumnya apa itu referensi digunakan dalam karya tulis.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menerjemahkan apa itu referensi sebagai sumber acuan (rujukan, petunjuk). Secara etimologi, istilah apa itu referensi berasal dari bahasa Inggris, yaitu “refer to” yang artinya “mengacu pada” atau “merujuk pada” sesuatu atau pernyataan seseorang.

Apa itu referensi dapat dijelaskan dengan dua jenis yang faktual dan nonfaktual. Referensi faktual adalah dalam bentuk objek faktual, statistik, kesaksian, dan lainnya. Sementara itu, referensi nonfaktual adalah berbentuk cerita, hipotesis, kutipan sastra, dan analogi.

Berikut Liputan6.com ulas penjelasan apa itu referensi dari berbagai sumber, Rabu (6/10/2021).

Tujuan Referensi

Ilustrasi Membaca. Credit: pexels.com/Melanie
Ilustrasi Membaca. Credit: pexels.com/Melanie

Apa itu referensi dapat dijelaskan dari tujuan pembuatan referensi. Apa saja?

1. Memperkuat Pernyataan

Referensi adalah sumber acuan untuk memperkuat suatu pernyataan atau argumen. Suatu informasi yang disampaikan, baik melalui pernyataan secara lisan maupun tulisan, tentu membutuhkan rujukan tertentu agar lebih kuat dan membuat orang percaya. Dengan adanya referensi, maka suatu pernyataan atau argumentasi memiliki landasan dan dasar yang kuat sehingga dapat dianggap sebagai pernyataan yang bisa dipertanggungjawabkan.

2. Menghindari Plagiarisme

Tujuan membuat referensi selanjutnya adalah menghindari plagiarisme. Referensi adalah sumber informasi, maka dari itu setiap karya seseorang (jurnal, penelitian, dan lainnya) merupakan hak kekayaan intelektual dari penulis tersebut. Saat seseorang menggunakan informasi dari hasil karya orang lain, maka Ia harus mencantumkan sumber rujukan tulisannya tersebut agar tidak dianggap sebagai plagiat.

3. Bentuk Penghargaan pada Karya Orang Lain

Sumber referensi memiliki guna yang sangat banyak dan lama untuk kehidupan. Para penulis dan peneliti telah menghabiskan waktu, pikiran, dan tenaga dalam membuat sebuah karya untuk menguatkan sebuah informasi menjadi suatu hal yang valid di mata masyarakat. Oleh karena itu, sudah sepantasnya pihak-pihak yang menggunakan hasil karya orang lain menjelaskan dari mana sumber rujukan sebagai bentuk penghargaan.

4. Menambah Wawasan Pembaca

Tujuan lain menambahkan referensi di dalam tulisan adalah untuk memberikan informasi lebih dalam kepada pembaca mengenai suatu topik. Dengan adanya referensi, maka pembaca dapat menggali informasi lebih jauh mengenai topik yang dibahas.

Sumber Referensi

Ilustrasi Membaca. Credit: pexels.com/Ekruilla
Ilustrasi Membaca. Credit: pexels.com/Ekruilla

1. Buku

Referensi tidak akan terlepas dari yang namanya buku. Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang berisi informasi dalam bentuk tulisan, gambar, atau tempelan. Informasi di dalam buku dapat dijadikan sumber referensi dalam membuat sebuah karya tulis atau karya ilmiah. Buku adalah sumber tertulis yang sangat cocok dijadikan sumber referensi karena telah mencakup banyak informasi yang ingin dicari dan tentunya akan memperkuat pernyataan kamu.

2. Jurnal

Jurnal adalah tulisan khusus yang memuat artikel tentang bidang ilmu tertentu, yang ditulis oleh seseorang yang kompeten di bidang ilmu tersebut. Jurnal hasil karya seseorang dapat dijadikan referensi, baik itu jurnal cetak maupun jurnal online.

3. Surat Kabar atau Majalah

Surat kabar atau majalah merupakan salah satu media informasi yang berisi artikel berita, gambar, opini, cerita, dan informasi lainnya. Surat kabar atau majalah bisa dijadikan referensi tulisan, namun agak jarang digunakan karena cukup sulit untuk menemukan konsep atau ide utama dalam tulisannya.

4. Internet

Ada banyak sekali website di internet yang memuat berbagai informasi, baik untuk keperluan penelitian maupun untuk keperluan lainnya. Tidak adanya batasan dalam mencari hal apapun di dalam internet menjadikan hal ini dianggap lebih praktis dan efisien dibandingkan dengan mengumpulkan sumber tertulis lainnya. Namun, tentu saja hanya website-website yang memiliki integritas baik yang dapat dijadikan sumber rujukan.

Cara Menulis Referensi

Ilustrasi menulis/Copyright unsplash.com
Ilustrasi menulis/Copyright unsplash.com

Cara menulis referensi atau daftar pustaka dari berbagai sumber tidak sama, ada aturan dari setiap sumber yang digunakan. Untuk cara menulis referensi karya tulis yang umum dan benar, pakai format 'NATAJUKOPEN' yakni singkatan dari nama - tahun - judul - kota - penerbit.

Untuk tanda pemisah dari cara menulis referensi atau daftar pustaka yang umum, menggunakan titik (.) kecuali kota dan penerbit menggunakan tanda titik dua (:). Namun untuk instansi tertentu atau universitas biasanya punya panduan khusus tentang format kepenulisan.

Referensi Buku

1. Penulisan nama dibalik dan dipisah dengan tanda koma

2. Nama depan cukup ditulis dengan huruf pertamanya saja

3. Cara menulis daftar pustaka pada penulisan nama pengarang tanpa menggunakan gelar

4. Penulisan nama pengarang lebih dari satu orang menggunakan tanda koma untuk memisahkannya

5. Cara menulis daftar pustaka pada penulisan judul buku dicetak miring

6. Judul buku setiap awal kata menggunakan huruf kapital, kecuali kata tugas

7. Daftar pustaka disusun berdasarkan alfabet

8. Jarak antar judul 1.5-2

9. Sambungan daftar pustaka menjorok ke dalam 5-7 ketukan dan spasi 1

10. Jika ada nama penulis yang memiliki lebih dari satu judul buku, tulis satu kali saja.

11. Namun, pada judul kedua beri tanpa (______) lalu tulis sesuai formatnya.

Referensi Jurnal

1. Penulisan nama dibalik dan dipisah dengan tanda koma.

2. Nama depan cukup ditulis dengan huruf pertamanya saja. Cara menulis daftar pustaka pada penulisan nama pengarang tanpa menggunakan gelar.

3. Penulisan nama pengarang lebih dari satu orang menggunakan tanda koma untuk memisahkannya.

4. Tulis tahun penerbitan jurnal.

5. Penulisan Judul artikel jurnal tidak dicetak miring.

6. Judul jurnal ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf awalnya.

7. Nama jurnal beserta volumenya dicetak miring.

8. Tuliskan edisinya jika ada. Tambahkan juga alamat artikel jurnalnya jika mengambil dari internet.

9. Daftar pustaka disusun berdasarkan alfabet.

10. Jarak antar judul 1.5-2

11. Sambungan daftar pustaka menjorok ke dalam 5-7 ketukan dan spasi 1

12. Jika ada nama penulis yang memiliki lebih dari satu judul artikel jurnal, tulis satu kali saja.

13. Namun, pada judul kedua beri tanpa (______) lalu tulis sesuai formatnya.

Referensi Internet

1. Tulis nama web atau situs beritanya terlebih dahulu, tanpa nama pengarang atau penulis.

2. Cantumkan tanggal artikel berita dibuat atau diunggah dengan format (tahun, tanggal, dan bulan).

3. Tulis judul artikel berita lengkap tanpa dicetak miring.

4. Catumkan tanggal dan waktu akses dengan format (tanggal, bulan, tahun, dan pukul).

5. Terakhir cara menulis daftar pustaka bisa tambahkan alamat artikel berita internet lengkapnya.

6. Jarak antar judul 1.5-2.

7. Sambungan daftar pustaka menjorok ke dalam 5-7 ketukan dan spasi 1.

8. Jika ada situs web internet yang dicantumkan lebih dari satu judul artikel, tulis satu kali saja.

9. Namun, pada judul kedua beri tanpa (______) lalu tulis sesuai formatnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel