Apa Itu Server? Ketahui Definisi, Fungsi, Manfaat, Jenis-Jenis, dan Cara Kerjanya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Apa itu server? Server adalah suatu sistem komputer yang memiliki layanan khusus berupa penyimpanan data. Server akan menyimpan beragam jenis dokumen dan menyediakan informasi untuk pengguna atau pengunjungnya.

Secara umum, apa itu server merupakan tempat yang berisi berbagai macam data atau dokumen yang dibutuhkan klien. Komputer klien membutuhkan server agar terhubung pada jaringan atau untuk meminta data yang terdapat pada server.

Secara umum, fungsi utama server adalah melayani dan bertanggung jawab penuh terhadap permintaan data dari komputer klien. Selain itu, fungsi server juga untuk mengatur hak akses ke dalam jaringan yang bisa digunakan oleh komputer klien. Di samping itu, komputer sering juga berisi berbagai data informasi, di mana server tersebut memiliki tugas memberikan layanan bagi para klien yang terhubung dengannya.

Berikut ini ulasan mengenai definisi server, beserta fungsi, manfaat, jenis-jenis, dan cara kerjanya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (4/11/2021).

Definisi Server

Ilustrasi Server (iStockPhoto)
Ilustrasi Server (iStockPhoto)

Apa itu server adalah sistem komputer yang memiliki layanan khusus berupa penyimpanan data. Server akan menyimpan beragam jenis dokumen dan menyediakan informasi untuk pengguna atau pengunjungnya. Oleh karena itu, server berperan penting dalam menyediakan akses lebih cepat untuk mengirim atau menerima data yang tersedia pada server. Dalam bentuk fisiknya, server berwujud jaringan komputer dan memiliki ukuran yang sangat besar dengan beberapa komponen pendukung prosesor dan RAM yang berkapasitas besar.

Fungsi Server

Ilustrasi Server (iStockPhoto)
Ilustrasi Server (iStockPhoto)

Setelah mengetahui apa itu server, penting bagi Anda mengetahui fungsi dari server. Berikut ini beberapa fungsi server, yaitu:

1. Melayani Permintaan Komputer Klien

Fungsi utama dari server adalah akan melayani segala permintaan dari klien untuk diproses. Baik itu permintaan data atau aplikasi untuk dijalankan oleh klien. Untuk mendukung fungsi tersebut, server biasanya menggunakan sistem operasi yang cepat dan aman. Jadi, klien dapat bekerja lebih efektif dan tentunya aman.

2. Menyimpan Data atau Informasi

Fungsi lainnya dari server adalah sebagai tempat penyimpanan data yang dikirimkan dari klien. Data yang tersimpan tersebut dapat berupa jenis dokumen dan informasi yang kompleks. Untuk bisa menampung data yang banyak, server tentu harus memiliki kapasitas yang besar. Sehingga, klien bisa menyimpan dan mengakses data bersama dengan klien lainnya.

3. Menyediakan Database untuk Dijalankan

Server juga memiliki fungsi menyediakan database sebagai penyimpan dan pengolah data. Biasanya perusahaan besar memanfaatkan fungsi ini untuk menerapkan big data. Nantinya, semua data yang tersimpan dalam database dapat diolah dan diakses oleh pengguna. Dengan adanya layanan ini, banyak perusahaan dapat mengembangkan produk bisnisnya.

4. Mengatur Lalu Lintas Transfer Data atau File

Fungsi server yang lainnya yaitu akan mengatur komunikasi dan transfer informasi pada klien. Bisa dibayangkan bagaimana sibuknya server ketika banyak klien yang akan mengajukan permintaan. Untuk itu, perangkat server biasanya memiliki kapasitas seperti hardisk dan RAM yang tinggi.

5. Mengamankan dari Serangan Kejahatan

Fungsi server yang terakhir adalah untuk melindungi komputer atau website dari serangan hacker. Setiap ada request data dari klien, server akan mengecek alamat IP dan informasi lainnya. Jika terdapat hal yang mencurigakan, seperti ancaman malware, server dapat mencegah akses alamat IP tersebut. Dengan begitu, data-data yang tersimpan pada komputer atau website dapat tetap aman.

Manfaat dari Server

Ilustrasi Server (iStockPhoto)
Ilustrasi Server (iStockPhoto)

Setelah mengetahui apa itu server dan fungsinya, berikut ini ada beberapa manfaat yang di dapat dari server, yaitu:

1. Menjamin Keamanan Data

Dengan adanya server, maka anda dapat menjaga dan menyimpan seluruh data anda dengan lebih aman dan termonitoring setiap saat. Selain itu, data yang telah anda simpan dapat diakses dengan cepat sesuai dengan kebutuhan anda. Dan yang paling penting, anda juga dapat menghemat penyimpanan data dari perangkat komputer klien anda dan dapat dialihkan menuju server.

2. Menghemat Biaya

Manfaat yang selanjutnya tentu saja dapat menghemat biaya pengeluaran untuk membeli kebutuhan perangkat penyimpanan data. Server telah menyediakan kapasitas penyimpanan yang lebih besar daripada komputer klien pada umumnya. Jadi anda tidak perlu membeli terlalu banyak perangkat komputer maupun hardisk untuk kebutuhan data bisnis anda.

3. Memudahkan dalam Manajemen Data

Manfaat yang lainnya yaitu dapat memudahkan dalam proses pengelolaan berbagai dokumen dan informasi penting yang membutuhkan penanganan secara cepat. Server juga menjamin penyimpanan data dalam jangka waktu yang lebih panjang. Saat ini juga tersedia penyimpanan server berbasis cloud atau awan. Dimana, data anda akan tersimpan di internet dengan alokasi penyimpanan yang jauh lebih besar lagi.

4. Mengoptimalkan Fungsi Kolaborasi Antar Tim

Manfaat yang terakhir yaitu mampu untuk memaksimalkan kolaborasi dan kerja antar setiap tim atau departemen. Di mana, dalam sebuah bisnis terutama dalam bidang IT mengharuskan setiap tim untuk bekerja tidak hanya secara offline saja. Namun dituntut untuk dapat bekerja secara online atau remote. Sehingga, server sangat berperan penting untuk meningkatkan produktivitas karyawan perusahaan atau instansi terkait.

Jenis-Jenis Server

Ilustrasi Server Database. Kredit: Freepik
Ilustrasi Server Database. Kredit: Freepik

Setelah dijelaskan apa itu server, berikut ini ada beberapa jenis-jenis server yang wajib Anda ketahui, yaitu:

1. Mail Server

Mail server merupakan jaringan komputer yang melayani pengguna dalam bertukar pesan ke sesama pengguna secara elektronik. Mail server sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu server surat masuk dan server surat keluar. Server surat masuk terdiri dari IMAP dan POP3. IMAP (Internet Message Access Protocol) akan menyimpan salinan pesan dikirim dan diterima ke dalam Mail Server. Sementara itu, POP3 (Post Office Protocol 3rd version) adalah protokol pesan elektronik untuk menyimpan pesan dikirim dan diterima PC Local Hard Drive. Mail server berfungsi untuk bertukar pesan ke sesama pengguna dengan file terdukung berupa gambar, teks, dan lainnya.

2. File Server

Salah satu jenis server pada komputer yaitu file server. Jenis server ini merupakan jaringan komputer yang memberikan akses berupa lokasi disk yang berisi gambar, musik, video, dokumen, dan lainnya. File server dirancang untuk pengguna memungkinkan dalam penyimpanan dan pengambilan data dengan perhitungan melalui workstation.

3. Database Server

Database server adalah kumpulan data yang diperoleh untuk kemudian disimpan di dalam komputer. Adapun penggunaan database dalam komputer ini ditujukan untuk mempermudah pengguna dalam mengolah data. Sederhananya, database terdiri dari kumpulan tabel-tabel yang menyimpan data serta informasi. Salah satu fungsi database adalah untuk menghindari data ganda yang tersimpan. Suatu software DBMS bisa di-setting agar mampu mengenali duplikasi data yang terjadi saat diinput. Hal ini karena sifat database dapat diakses oleh lebih dari satu pengguna.

4. FTP Server

File Transfer Protocol (FTP) merupakan protokol internet yang memberikan akses data server pada suatu jaringan. Adapun proses yang dilakukan FTP adalah dengan kode ASCII yang sebenarnya berbahaya karena tidak melalui enkripsi dalam proses transfer.

5. Web Server

Web server adalah jaringan komputer yang melayani khusus permintaan HTTP dan HTTPS. Nantinya, web server akan menerima kode dari browser, kemudian mengirimnya kembali dalam bentuk laman web. Dengan kata lain, web tersebut dikirim oleh web server dalam bentuk dokumen HTML dan CSS, lalu diproses oleh browser menjadi laman web yang mudah dibaca oleh pengguna.

6. Proxy Server

Proxy server merupakan jaringan komputer yang berperan sebagai perantara antara pengguna dengan web server. Setiap pengguna yang mengakses jaringan internet, akan melewati proxy terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke web server.

7. DHCP Server

DHCP (Dinamic Host Configuration Protocol) adalah jenis server yang menjalankan layanan penyewaan IP address dan informasi TCP/IP kepada client. Umumnya, sistem operasi seperti Windows 2000 server, Window Server 2003, dan GNU/linuk menggunakan layanan ini. Adapun fungsi DHCP sendiri yaitu untuk memberikan layanan alamat IP secara otomatis kepada komputer yang meminta.

Cara Kerja dari Server

Ilustrasi Server (iStockPhoto)
Ilustrasi Server (iStockPhoto)

Setelah kita mengetahui secara mendalam tentang apa itu server, maka kali ini kita akan membahas cara kerja server. Sederhananya, server bekerja saat ada permintaan dari pihak klien yang terhubung di dalam satu jaringan. Misalnya, komputer klien melakukan request data ataupun layanan dari pihak server. Setelah request diterima oleh server, maka server akan mulai memprosesnya dan hasil tersebut akan dikirim kembali ke komputer klien.

Contohnya yaitu ketika anda mulai dengan mengetikkan suatu alamat website pada browser, maka seketika perangkat komputer anda berperan sebagai klien yang meminta informasi kepada web server. Dan kemudian, web server akan memberikan setiap informasi website tersebut kepada anda yang ditampilkan pada browser.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel