Apa itu Tender? Penjelasan Lengkap dan Bedanya dengan Lelang

Apa itu Tender? Penjelasan Lengkap dan Bedanya dengan Lelang
Apa itu Tender? Penjelasan Lengkap dan Bedanya dengan Lelang

RumahCom – Tender adalah suatu aktivitas menjual barang atau jasa (bisa berupa paket pekerjaan) yang melibatkan penyelenggara lelang atau tender, dan diikuti oleh beberapa vendor atau penyedia yang saling “mengadu” harga penawaran satu sama lain.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Tender serta perbedaannya dengan Lelang, maka artikel kali ini akan membahas tentang hal berikut:

  • Apa Itu Tender?

  • Tujuan Tender

  • Perbedaan Tender dengan Lelang

  • Persyaratan Tender Bagi Vendor

  • Tahapan Mengikuti Tender

  • Tips Sukses Jalankan Tender

[ArticleCallout]{ “title”: “<strong>Panduan Lengkap Beli Rumah Pertama</strong> “, “excerpt”: “Temukan panduan lengkap beli rumah pertama selengkapnya di sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/panduan-membeli-rumah-10152”, “image”: “https://cdn-cms.pgimgs.com/static/2018/10/membeli-rumah.jpeg” }[/ArticleCallout]

Apa Itu Tender?

Tender adalah suatu nilai tawaran untuk mengajukan harga, memborong pekerjaan, atau menyediakan barang, penjelasan tersebut menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sementara menurut Perpres No.16 Tahun 2019, tender adalah metode pemilihan untuk mendapatkan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya.

Bahasa mudahnya, tender adalah aktivitas jual beli yang melibatkan dua pihak, sama halnya seperti jual beli rumah. Bedanya, tender melibatkan pihak penyelenggara tender dan penyedia atau vendor, di mana (beberapa) vendor akan memberikan penawaran dan hasilnya akan diputuskan penyelenggara tender. Mau beli rumah di Parung Panjang? Cek pilihan rumahnya dengan harga di bawah Rp500 jutaan di sini!

Tujuan Tender

<em>Salah satu tujuan tender adalah meningkatkan keikutsertaan industri kreatif. (Foto: Pinterest – Legal Zoom).</em>
Salah satu tujuan tender adalah meningkatkan keikutsertaan industri kreatif. (Foto: Pinterest – Legal Zoom).

Fungsi kegiatan tender adalah agar penyelenggara mendapatkan penawaran terbaik diantara puluhan atau ratusan penawaran dalam pengadaan barang atau jasa. Tender juga memiliki beberapa tujuan, antara lain:

1. Menghasilkan barang/ jasa yang tepat dari setiap uang yang dibelanjakan, diukur dari aspek kualitas, kuantitas, waktu, biaya, lokasi, dan Penyedia.

2. Meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

3. Meningkatkan peran serta Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi.

4. Meningkatkan peran Pelaku Usaha Nasional.

5. Mendukung pelaksanaan penelitian dan pemanfaatan barang/ jasa hasil penelitian.

6. Meningkatkan keikutsertaan industri kreatif.

7. Mewujudkan pemerataan ekonomi dan memberikan perluasan kesempatan berusaha.

8. Meningkatkan Pengadaan Berkelanjutan.

Perbedaan Tender dengan Lelang

<em>Tender dan Lelang memiliki sedikit perbedaan. (Foto: Ibid)</em>
Tender dan Lelang memiliki sedikit perbedaan. (Foto: Ibid)

Perbedaan antara lelang dan tender sebetulnya terletak pada tujuannya dimana tujuan utama lelang adalah metode untuk menjual sesuatu sedangkan tender bertujuan untuk metode mengadakan atau membeli sesuatu.

Umumnya tender adalah bentuk kerjasama bisnis. Sehingga pihak yang dilibatkan adalah antar perusahaan yang sama-sama punya kepentingan dalam satu proyek bisnis. Sedangkan lelang bersifat lebih general.

Dari segi definisi dapat dikatakan lelang sebagai proses menjual barang kepada orang dengan penawaran harga tertinggi yang disetujui pihak pemandu lelang. Namun perlu digarisbawahi, terhitung sejak saat ini pemerintah memutuskan keduanya sebagai fenomena yang sama lewat regulasi Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Tonton video yang informatif berikut ini untuk mempelajari tips beli rumah lelang bank yang bisa Anda ikuti dengan mudah!

Persyaratan Tender Bagi Vendor

<em>Agar memenangi tender, seorang vendor memiliki beberapa persyaratan. (Foto: Pinterest – Apartment Guide)</em>
Agar memenangi tender, seorang vendor memiliki beberapa persyaratan. (Foto: Pinterest – Apartment Guide)

Karena tender adalah proyek besar, sudah pasti tidak sembarang orang berhak mengikuti kegiatan tersebut. Ada persyaratan tender yang harus dipenuhi vendor, beberapa di antaranya adalah:

1. Legalitas Perusahaan

Hal yang paling krusial adalah legalitas perusahaan. Sudah jelas semua yang terlibat dalam proses ini haruslah lembaga resmi yang setidaknya terbukti secara hukum. Untuk melihat faktor ini, penyelenggara dapat meninjau Akta Perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), atau dokumen resmi lainnya.

2. Kesesuaian Penawaran dan Kesepakatan

Baik secara etika dan hukum, sudah sewajarnya vendor meninjau terlebih dahulu bagaimana kesepakatan yang diinginkan oleh penyelenggara. Kemudian baru mereka bisa menyesuaikan penawaran terbaik dengan tetap memperhatikan kewajaran harga untuk dijadikan daya tarik kepada penyelenggara.

3. Kesanggupan Memenuhi Penawaran

Menang tender adalah tanda bahwa satu vendor dapat dipercaya oleh penyelenggara. Selayaknya persetujuan lain, harus ada kesanggupan di antara pihak terkait. Dalam hal ini artinya vendor harus sanggup dan bertanggung jawab atas penawaran yang sejak awal diberikan pada penyelenggara.

Tahapan Mengikuti Tender

Poin paling penting dari penjelasan tender adalah tahapan yang harus dilalui. Langkah ini penting demi kelangsungan kesepakatan melalui tender secara sesuai dengan prosedur dan hukum yang berlaku. Berikut ini adalah tahapan umum dalam tender yang mungkin perlu Anda ketahui.

1. Tahap Pertama, Undangan untuk Mengikuti Tender

Umumnya, perusahaan atau vendor yang mendapat undangan tersebut adalah mereka yang sudah biasa mengikuti tender. Dalam beberapa kasus, bisa saja perusahaan mengundang pula perusahaan lain yang belum pernah mengikuti tender sebelumnya.

2. Tahap Kedua, Penjelasan Tender

Pada tahap ini, seluruh peserta yang diundang diberi penjelasan secara terbuka tentang proyek yang ditenderkan, cara penilaian, serta persyaratan legal dan teknisnya. Untuk bisa masuk ke tahap berikutnya, perusahaan yang baru diundang harus bisa memenuhi syarat legalnya, antara lain kopi akte notaris, NPWP, laporan pajak, laporan keuangan 3 tahun terakhir, dan sebagainya.

3. Tahap Ketiga, Pengajuan Proposal Teknis

Untuk proyek yang dianggap kecil nilainya, perusahaan biasanya tidak mengisyaratkan biaya tender. Tetapi untuk proyek yang dianggap besar biasanya ada biaya tender yang bisa dicairkan jika proses tender selesai.

4. Tahap Keempat, Undangan Presentasi Proposal

Perusahaan akan memilih dari sekian banyak yang memasukkan, mana yang akan dipanggil untuk presentasi berdasarkan penilaian proposal teknis.

5. Tahap Kelima, Presentasi Proposal

Masing-masing perusahaan atau vendor diberi kesempatan untuk melakukan presentasi di hadapan tim penilai. Pada tahap ini biasanya peserta tender sudah diwajibkan memberikan bank garansi (yang bisa diterbitkan oleh bank atau asuransi).

Bank garansi ini boleh juga disebut sebagai perjanjian. Isinya adalah garansi kalau proyek tidak bisa diselesaikan maka uang yang ditaruh di bank garansi akan menjadi hak milik pemberi tender dan tidak bisa dicairkan oleh vendor.

6. Tahap Keenam, Pengumuman Hasil Presentasi

Pada tahap ini diumumkan hasil presentasi masing-masing perusahaan. Yang lolos tahap ini akan diundang dalam tahap berikutnya, yakni auction dengan memasukkan harga.

7. Tahap Terakhir, Auction

Inilah kesempatan perusahaan pemberi tender untuk mencari pemenang dengan solusi paling bagus dengan harga paling bagus. Pemenang auction inilah yang secara resmi ditunjuk sebagai pemenang tender.

Pada tahap ini baru muncul agreement untuk pelaksanaan proyek, yang terdiri dari beberapa hal. Biasanya soal garansi, pernyataan bahwa harganya normal, dan persyaratan sejenisnya.

[PropertyTip]<br>Salah satu cara agar menang tender, ikuti dengan disiplin jadwal tender yang sudah ditetapkan dan jangan terlambat karena hal ini bisa menyebabkan kegagalan untuk memenangkan tender.[/PropertyTip]

Tips Sukses Jalankan Tender

Dalam proyek yang melibatkan nilai besar dibutuhkan beberapa strategi dan persiapan. (Foto: Pinterest – Freepik)
Dalam proyek yang melibatkan nilai besar dibutuhkan beberapa strategi dan persiapan. (Foto: Pinterest – Freepik)

Untuk menjadi pemenang tender, peserta harus mencari strategi. Syarat utamanya, peserta tender harus memiliki perusahaan legal dan rajin menggali informasi mengenai proyek tersebut. Informasi sangat berguna untuk mengajukan penawaran yang pantas.

Setelah melampaui syarat tersebut, tak serta-merta peserta dapat lolos. Perlu Anda ketahui, dalam proyek yang melibatkan nilai besar dibutuhkan beberapa strategi dan persiapan. Berikut di antaranya, seperti dilansir dar kompas.com:

1. Kualifikasi

Pada proses kualifikasi, peserta tender diminta untuk menyiapkan dokumen-dokumen pendukung atas kompetensi perusahaannya. Bila tahap ini tak dapat dilewati peserta tender, jangan harap dapat menembus proyek tersebut.

2. Metode Pelelangan

Pada proses lelang, salah satu yang perlu diperhatikan lainnya adalah metode pengadaan. Metode ini digunakan untuk memilah perusahaan mana yang laik untuk dipilih berdasar pada syarat dan ketentuan pada informasi lelang.

Metode pelelangan akan berhubungan dengan pembuatan surat penawaran yang ditujukan kepada pelaksana lelang.

Yang harus diperhatikan dalam pembuatan surat atau jaminan penawaran adalah masa berlaku jaminan penawaran, nama perusahaan yang dijamin, hingga besaran nilai jaminan.

Pada sistem kerja seperti pelelangan, jaminan penawaran akan dibuat dalam bentuk Bank garansi (Bank Guarantee) dan diterbitkan oleh bank untuk diberikan kepada pihak penerima jaminan.

Jaminan itu dipegang sebagai antisipasi apabila pihak yang dijamin tidak bisa memenuhi kewajiban untuk membayar uang berdasarkan kesepakatan atau kontrak kerja. Hal tersebut juga dapat diterapkan saat melakukan rencana bisnis. Sebagai pebisnis, Anda mungkin memiliki banyak proyek yang pelaksanaannya membutuhkan pihak lain.

Itulah tadi penjelasan tentang Tender, serta perbedaannya dengan lelang. Semoga penjelasan dan tips sukses jalankan tender di atas dapat bermanfaat untuk Anda.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

[AskGuru][/AskGuru]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel