Apa Itu VPN? Ketahui Keamanan, Fungsi, Bahaya, dan Aplikasi Rekomendasinya

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta VPN adalah kepanjangan dari Virtual Private Network. Apa itu VPN adalah bagian dari teknologi jaringan komputer yang dapat digunakan dengan internet. Apabila disederhanakan, apa itu VPN adalah solusi untuk meningkatkan keamanan dalam berselancar di internet.

Keberadaan apa itu VPN adalah teknologi yang mampu menutupi alamat protokol internet (IP) sehingga tindakan online hampir tidak dapat dilacak. Apa itu VPN dari cara kerjanya disebut tunneling, ada jaringan di dalam jaringan. Fungsinya membuat jalur koneksi secara rahasia dengan memanfaatkan struktur jaringan lain.

“Informasi yang berasal dari node-node VPN akan dibungkus (tunneled) dan kemudian mengalir melalui jaringan publik. Sehingga informasi menjadi aman dan tidak mudah dibaca oleh yang lain,” dijelaskan salah seorang ahli dalam bidang ini Sofana (2012: 228).

Apa itu VPN bila digunakan dengan sumber terpercaya dapat memberikan manfaat menjaga privasi dengan baik bagi penggunanya. Sementara apa itu VPN bila digunakan sembarangan, dapat mengancam privasi penggunanya. Misalnya saja terjadi kebocoran data, malware, hingga pencurian data pribadi.

Berikut Liputan6.com ulas tentang apa itu VPN lebih dalam dari berbagai sumber, Jumat (5/11/2021).

Keamanan VPN

Ilustrasi ponsel. Sumber foto: unsplash.com/Robin Warroll.
Ilustrasi ponsel. Sumber foto: unsplash.com/Robin Warroll.

Apa itu VPN dari keamanannya menurut Sofana (2012: 231) berasal dari jaringan internal, VPN menggunakan beberapa metode keamanan, seperti:

1. Firewall

Firewall menyediakan “penghalang” antara jaringan lokal dengan internet. Pada firewall dapat ditentukan port-port mana saja yang boleh dibuka, paket apa saja yang boleh melalui firewall, dan protokol apa saja yang dibolehkan.

2. Enkrpsi

Enkripsi merupakan metode yang umum untuk mengamankan data. Informasi akan “diacak” sedemikian rupa sehingga sukar dibaca oleh orang lain. Secara umum ada dua buah metode enkripsi, yaitu:

- Symmetric-key encryption

Pada metode ini, masing-masing komputer pengirim dan penerima harus memiliki “key” yang sama. Informasi yang sudah di-enkripsi hanya dapat di-dekripsi menggunakan key tersebut.

- Public-key encryption

Pada metode ini, komputer pengirim menggunakan public key milik komputer penerima untuk melakukan enkripsi. Setelah informasi dikirim maka proses dekripsi dapat dilakukan menggunakan private key komputer penerima.

- Public key

Ini dapat disebarkan kepada siapa pun, namun private key hanya untuk pemilik yang sah saja.

3. IPSec

IPSec menyediakan fitur keamanan yang lebih baik. Seperti algoritma enkripsi yang lebih bagus dan comprehensive autohentication. IPSec menggunakan dua buah metode enkripsi, yaitu:

- Tunnel, melakukan emkripsi pada header dan payload masing-masing paket.

- Transport, hanya melakukan enkripsi payload masing-masing paket.

4. Integritas Data

Setiap paket data yang dilewatkan pada jaringan publik, perlu adanya penjamin integritas data, apakah terjadi perubahan atau tidak pada data tersebut.

Fungsi VPN

Ilustrasi ponsel | cottonbro dari pexels
Ilustrasi ponsel | cottonbro dari pexels

1. Meningkatkan Kecepatan

Apa itu VPN dari fungsinya dapat meningkatkan speed atau kecepatan internet. Salah satunya adalah dalam hal melakukan proses downloading file atau dokumen dari internet. Beberapa file yang ada di internet terkadang memiliki ukuran yang sangat besar. Untuk mengatasi hal ini, maka kita bisa menggunakan VPN untuk membantu meningkatkan kecapatan download.

Hal ini dikarenakan ketika menggunakan VPN, maka user seperti menggunakan jaringan pribadi, yang mana sedikit digunakan oleh orang lain, sehingga kecepatan menjadi bertambah. Selain itu, dengan menggunakan VPN, maka user juga bisa terkoneksi langsung dengan arus data yang mengalir di internet, yang dapat meningkatkan kecepatan download.

2. Menutupi Aktivitas Browsing

Apa itu VPN dari fungsinya akan sangat besar untuk orang-orang yang membutuhkan privasi. Terutama pada saat melakukan browsing dan ingin mengakses konten yang sangat penting dan tidak boleh dilihat oleh orang lain.

Di sinilah apa itu VPN dari fungsinya yang sangat berguna bagi pengguna. VPN dapat membantu untuk menutupi dan menyembunyikan aktivitas internet yang pengguna lakukan. Jadi history dari apa yang sudah user browsing di internet tidak akan terdeteksi oleh orang lain.

3. Mengakses Situs yang Diblokir dan Mengalami Sensor

Apa itu VPN dari fungsinya bisa digunakan untuk dapat mengatasi hal-hal seperti mengakses situs yang diblokir dan mengalami sensor. Menggunakan VPN dapat membantu pengguna tetap dapat mengakses situs yang sudah diblokir sebelumnya.

Tentu saja kadang hal ini memiliki dampak negative karena sering disalahgunakan oleh banyak orang. Banyak juga orang-orang yang memanfaatkan VPN untuk membuka sistus-situs berbahaya seperti situs porno, situs judi yang diblokir dan sebagainya.

4. Mengamankan Transaksi Online

Apa itu VPN dari fungsinya dapat mengamankan transaksi online. Hal ini akan sangat berguna bagi orang-orang yang memiliki bisnis online dan sering bertransaksi secara online melalui jaringan internet. VPN sudah pasti merupakan salah satu fitur yang wajib untuk diaktifkan, apalagi ketika anda sedang berada di luar kota dan menggunakan akses internet publik, seperti wifi dan juga warnet.

Pencurian data akan lebih mudah dilakukan apabila anda sering menggunakan sumber internet yang sifatnya publik. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan seperti pembajakan nomor kartu rekening dan sebagainya, kita diwajibkan untuk memakai VPN dan sehingga walaupun memakai internet yang bersifat publik, kita akan tetap aman dalam bertransaksi.

Bahaya VPN Gratis

Ilustrasi ponsel | Lisa Fotios dari Pexels
Ilustrasi ponsel | Lisa Fotios dari Pexels

1. Mengancam Keamanan Perangkat

Salah satu bahaya VPN gratis bisa mengancam keamanan dari perangkat Anda. Meski, sebenarnya fungsi utama VPN adalah untuk melindungi akses internet pengguna dari risiko peretasan. Namun berdasarkan studi terbaru, justru banyak aplikasi VPN gratis yang sudah terinfeksi oleh malware.

2. Serangan Iklan

Konsekuensi bahaya VPN gratis selanjutnya, adalah pengguna yang tentu akan dibanjiri dengan iklan. Memang hal ini kerap mengganggu pengguna serta tidak jarang membuat bingung. Tapi, kehadiran iklan tersebut tidak sekadar mengganggu, bahkan iklan yang penyedia VPN gratis tampilkan juga bisa mengarahkan pengguna masuk ke situs-situs berbahaya yang di dalamnya berpotensi terdapat peretas.

3. Perlambat Jaringan Internet

Kemudian, bahaya VPN gratis bisa membuat kecepatan internet justru menurun. Sebenarnya hal ini cukup lumrah, karena penyedia layanan VPN gratis memang akan mengatur kecepatan internet pengguna yang masuk ke dalam paket gratis.

4. Batasi Kuota Internet

Kemudian, bahaya VPN gratis adalah pihak penyedia akan membatasi jumlah kuota ketika perangkat Anda terhubung dengan internet. Maka, penguna hanya dapat mengakses internet dengan VPN menggunakan kuota tertentu, misalnya sebesar 2GB.

5. Memantau Aktivitas Pengguna

Selanjutnya, bahaya VPN gratis lainnya yang cukup sering ditemui adalah aktivitas online dari perangkat yang terpasang bisa terpantau. Hal tersebut berdasar dari studi yang menyebut 72 persen aplikasi VPN ternyata di dalamnya terdapat pelacak pihak ketiga.

6. Pemakaian IP untuk Network Endpoint

Sering terjadi, para penyedia layanan VPN gratis menggunakan IP address komputer atau PC para penggunanya sebagai Network Endpoint. Network Endpoint sendiri bisa disebut sebagai penjualan bandwith.

7. Bocornya Data dan Alamat IP

Dengan bahaya yang disebutkan sebelumnya, tentu data dan alamat IP akan bocor ke publik. Berdasarkan studi dari CSIRO hampir sekitar 84% VPN gratis akan membuka IPv6 pengguna dengan gamblang. Parahnya lagi, 60% di antaranya berani membocorkan permintaan DNS.

8. Serangan Man In the Middle

Bahaya VPN gratis adalah risiko adanya serangan “Man In the Middle”, yang merupakan serangan ke sistem komputer yang saling berkomunikasi satu dengan lainnya. Metode dari serangan peretas yang cukup mematikan ini konsepnya adalah peretas ada di tengah jalur komunikasi.

Aplikasi VPN yang Aman

Ilustrasi Penggunaan Ponsel Credit: pexels.com/Kelli
Ilustrasi Penggunaan Ponsel Credit: pexels.com/Kelli

1. Opera VPN

Opera, yang dikenal sebagai pembuat browser fenomenal Opera Mini, juga memiliki produk VPN.

Perusahaan yang bermarkas di Norwegia itu, melalui aplikasi Opera VPN, menawarkan beberapa lokasi virtual yang dapat dipilih pengguna, yaitu Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Jerman, dan Singapura.

Fitur lain yang terdapat di Opera VPN adalah layanan VPN tak terbatas kuota (unlimited), cek keamanan jaringan Wi-Fi, blokir pelacakan iklan, dan fitur standar VPN lainnya.

2. VPN Master

Aplikasi rekomendasi VPN berikutnya adalah VPN Master. Sama seperti Opera VPN, VPN Master juga menawarkan layanan VPN tanpa batas kuota, memeriksa seberapa aman suatu jaringan Wi-Fi, mencegah pelacakan iklan, serta fitur umum VPN lainnya.

VPN Master juga menyediakan lebih banyak IP address yang diklaim lebih cepat, tetapi pengguna harus upgrade aplikasi ini ke versi VIP dengan membayar sejumlah uang. Adapun lokasi virtual yang bisa dinikmati secara gratis adalah Amerika Serikat, Belanda, India, Inggris, Kanada, dan Singapura.

3. Turbo VPN

Selanjutnya kami menyarankan Turbo VPN. Aplikasi ini memiliki lokasi virtual Amerika Serikat, Belanda, India, Inggris, dan Kanada. Serupa dengan Opera VPN dan VPN Master, Turbo VPN pun tidak menetapkan batas kuota dan memberikan pengamanan ekstra untuk penggunaan akses internet melalui layanan mereka.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel