Apa Kata Artis soal Film Innocence of Muslims

Liputan6.com, Jakarta: Film Innocence of Muslims yang dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW dan umat Islam terus menuai kecaman atau reaksi keras di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Film yang menggegerkan kaum muslim ini dikabarkan digarap di California, Amerika Serikat ini yang kemudian beredar melalui internet atau dunia maya.

Kalangan artis di Tanah Air, pun punya pendapat mengenai film penuh kontroversi tersebut. Pendapat komedian Andre Taulani, misalnya. "Kalau ada hal semacam ini (film Innocence of Muslims) sama saja sudah memecah belah umat manusia dan akan menimbulkan peperangan. Apa kita mau hidup dalam peperangan, kan tidak ujar Andre saat ditemui tim Was-was SCTV di Jakarta, belum lama ini.

"Film seburuk apa pun ketika menyentuh kepada ranah ketersinggungan dianggap adalah sebuah kebebasan berekspresi. Nah, itu. Dan yang paling repot ketika ketersinggungan ini ternyata memunculkan kekisruhan di seluruh dunia," ujar ustaz Jeffri al Buchori.

Pendapat berbeda disuarakan Pong Hardjatmo. "Ini film nggak ditonton juga nggak apa-apa kok. Orang ini bukan film sekelas Oscar, kelas dunia," kata aktor gaek yang juga pemerhati politik. Menurut Pong, keberhasilan film ini adalah mengadu domba antaragama.

Boleh dibilang, film adalah karya seni. Dan teramat disayangkan jika proses kreativitas seni yang mempunyai sejarah panjang tersebut dikotori segelintir tangan, sehingga berakibat fatal terhadap segi kehidupan sosial dan kerukunan umat beragama.

Lantaran itulah, menurut Andre Taulani, badan sensor harus lebih gencar melakukan pengawasan. Sementara, ustaz Jeffri mengatakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika memang sudah memblokir penyebaran film tersebut di situs jejaring berbagi video YouTube. Hanya saja, menurut dia, penyebaran film tersebut bisa dari mana saja.

Adapun menurut pedangdut Inul Darastita, semua tergantung dari penilaian masing-masing individu. "Tapi kalau untuk dijadikan suatu keributan yang sangat besar sekali, itu mungkin suatu kekacauan dunia, ya wallahualam...," kata Inul.(ANS)