Apa Pentingnya Penerapan Satu Data Indonesia?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, penerapan Satu Data Indonesia sangat penting diimplementasikan di Indonesia terutama di masa genting ini.

Menurutnya, pandemi Covid-19 mendorong paksa implementasi layanan data ke level yang belum pernah dialami sebelumnya.

"Penting sekali data yang reliabel dalam agenda masif, seperti agenda pemulihan nasional, tidak berisiko menimbulkan inefisiensi atau pemborosan sumber daya yang tidak tepat sasaran," kata Suharso dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/7/2021).

Suharso mengatakan, kunci kesuksesan pemulihan nasional terletak pada respsitvitas, akurasi, adaptabilitas dan kolaborasi.

Hal ini tentu bergantung pada kualitas data yang dijadikan dasar pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program. Data yang berkualitas akan menghasilkan pembangunan yang berkualitas, demikian pula sebaliknya.

"Data dan bagaimana pengembangannya itu seperti sebuah siklus. Jadi data berkembang, menghasilkan data yang terkoreksi dan terbarukan, diaplikasikan, diperbarui lagi, misalnya data bansos, bagaimana kita bisa meminimalisir error-error itu, yang seharusnya dapat bantuan tidak dapat bantuan," ujarnya.

Dalam hal ini, seluruh pihak mulai dari Bappenas, Kemenkeu, BPS, Kominfo, BSSN, BIG, KemenPANRB menjadi bagian dari Dewan Pengarah Satu Data Indonesia.

"Dewan pengarah ini menyepakati arahan dan solusi untuk menjawa isu strategis seputar kebijakan Satu Data Indonesia terutama kaitannya dengan kebutuhan isu strategis nasional," kata Kepala Bappenas.

Pecah Rekor Lagi, 31.189 Kasus Positif COVID-19 per 6 Juli 2021

Tenaga kesehatan mengantarkan pasien Covid-19 ke RSD Wisma Atlet, Jakarta, Minggu (30/5/2021). Jumlah pasien positif Covid-19 melonjak dua kali lipat dalam dua pekan karena banyaknya pemudik terpapar virus pada arus mudik Lebaran ditambah adanya klaster keluarga. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Tenaga kesehatan mengantarkan pasien Covid-19 ke RSD Wisma Atlet, Jakarta, Minggu (30/5/2021). Jumlah pasien positif Covid-19 melonjak dua kali lipat dalam dua pekan karena banyaknya pemudik terpapar virus pada arus mudik Lebaran ditambah adanya klaster keluarga. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Hari ini, tambahan kasus COVID-19 kembali melampaui angka tertinggi sebelumnya. Per 6 Juli 2021 ada 31.189 orang yang dilaporkan terkonfirmasi COVID-19.

DKI Jakarta dan Jawa Barat menyumbang angka terbesar dalam tambahan kasus konfirmasi COVID-19 hari ini. DKI bertambah 9.439 orang dan Jawa Barat 7.239 yang positif COVID-19.

Disusul dengan Jawa Tengah (4.048), Jawa Timur (1.808) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (1.386).

Dengan tambahan hari ini, maka akumulasi kasus COVID-19 di Indonesia ada 2.345.018.

Lalu, kasus aktifnya ada 324.597.Pecah rekor lain hari ini adalah jumlah orang yang meninggal capai 728. Sehingga sudah ada 61.868 orang yang meninggal karena terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Sementara yang sembuh dari COVID-19 dilaporkan ada 15.863 hari ini. Maka sudah ada 1.958.553 akumulasinya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel