Apa Perbedaan Corona Varian Delta Plus dengan Delta?

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kasus infeksi virus Corona varian Delta Plus diketahui sudah terdeteksi di Indonesia, tepatnya di Jambi dan Mamuju, Sulawesi Barat. Varian baru ini merupakan turunan dari virus Corona varian Delta yang sudah lebih dulu masuk ke Indonesia.

Dikenal juga sebagai varian B1617.2.1 atau AY.1, COVID-19 varian Delta Plus sudah terdeteksi di lebih dari 10 negara di dunia. Bahkan, varian ini masuk ke dalam kategori Variant of Concern (VoC).

Karenanya, otoritas kesehatan dari berbagai negara sudah mulai mewaspadai mutasi virus Corona ini karena dikhawatirkan lebih mudah menular dari virus Corona varian aslinya, yakni Delta.

Lantas, apa perbedaan virus Corona varian Delta Plus dengan Delta?

Dikutip dari laman Hindustan Times, virus Corona varian Delta atau B1617.2 merupakan varian yang pertama kali terdeteksi di India. Varian ini masuk ke dalam kategori Variant of Concern (VoC) dan juga Variant of Interest (VoI).

Sementara itu, Delta Plus merupakan varian turunan Delta yang merupakan Variant of Concern (VoC). Saat ini, negara yang pertama kali melaporkan varian Delta, yakni India, masih harus menginvestigasi lebih lanjut terkait mutasi ini.

Menurut Indian SARS-CoV-2 Consortium on Genomics (INSACOG), kasus AY.1 paling banyak dilaporkan oleh sembilan negara yang tersebar di Eropa, Asia, dan Amerika.

Perbedaan kedua varian ini terletak pada mutasi K417N dalam protein lonjakan yang dimiliki oleh virus Corona varian Delta Plus. Protein lonjakan ini bertanggung jawab untuk mengikat permukaan reseptor sel, sehingga virus bisa masuk.

Ketika protein tersebut bermutasi, maka interaksinya akan semakin kuat. Artinya, transmisibilitas atau penularan pun menjadi meningkat.

Seseorang yang terinfeksi COVID-19 varian Delta biasanya akan menunjukkan sejumlah gejala berikut ini:

  • Batuk

  • Diare

  • Demam

  • Sakit kepala

  • Ruam kulit

  • Perubahan warna pada jari dan kaki

  • Nyeri di dada

  • Napas pendek.

Nemun, pada virus Corona varian Delta Plus, pasien juga akan menunjukkan sejumlah gejala lainnya, yakni:

  • Sakit perut

  • Mual dan muntah

  • Kehilangan nafsu makan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel