Apa Saja Penghambat Bisnis Perbankan Syariah di Indonesia? Ini Kata Wapres

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin menyebut, masih ada beberapa isu strategis dan tantangan perlu diselesaikan di sektor perbankan syariah Indonesia.

Secara potensi salah salah satu layanan jasa keuangan Syariah tersebut sampai saat ini memang masih terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Dia menyadari pangsa pasar perbankan syariah, saat ini terdapat peningkatan walaupun masih terbilang rendah, yaitu dari kisaran angka 5,7 persen di tahun 2017, kemudian meningkat dan mencapai angka 6,5 persen di tahun 2020 dari total perbankan nasional.

Angka tersebut menjelaskan masih tersedia ruang yang cukup luas untuk mengembangkan perbankan syariah di Indonesia.

Namun berdasarkan Kajian Transformasi Perbankan Syariah yang disusun pada tahun 2018 oleh OJK, terdapat beberapa isu strategis yang masih menghambat akselerasi pertumbuhan bisnis perbankan syariah.

Pertama belum adanya diferensiasi model bisnis yang signifikan. Kedua, kualitas dan kuantitas SDM yang kurang optimal.

Kemudian ketiga rendahnya tingkat literasi dan inklusi dan keempat layanan perbankan syariah yang kurang kompetitif jika dibandingkan produk dan layanan perbankan konvensional.

Oleh karena itu, menurutnya ada beberapa solusi yang dapat menjawab penetrasi pasar perbankan syariah saat ini. Caranya memanfaatkan pentingnya generasi milenial untuk masuk ke pasar perbankan syariah.

"Selain itu perbankan syariah juga perlu penyediaan produk dan layanan perbankan syariah yang kompetitif, distribusi kanal digital agar lebih mudah diakses masyarakat, produk yang menyesuaikan dengan gaya hidup masyarakat sehari-hari, kemudahan transaksi dan interaksi untuk nasabah, dan jaringan mitra yang luas," kata dia dalam Webinar Peran, Tantangan, dan Solusi Bank Syariah di Industri Perbankan Indonesia, Rabu (7/7)

Generasi Penduduk

Wapres Ma'ruf Amin mengunjungi Universitas Mataram, Lombok, NTB. (Foto: Setwapres)
Wapres Ma'ruf Amin mengunjungi Universitas Mataram, Lombok, NTB. (Foto: Setwapres)

Wapres Ma'ruf menyebut potensi generasi penduduk Indonesia yang didominasi oleh generasi Z (atau i-Generation) yaitu sekitar 27,94 persen dan generasi milenial sebesar 25,87 persen.

Selain telah melek internet sejak usia dini generasi ini juga saat ini cenderung memiliki minat yang besar untuk memilih gaya hidup yang sesuai dengan agama dan keyakinannya.

Sesuai hasil riset yang diselenggarakan oleh Inventure Knowledge tahun 2020 tentang Millennial Muslim Megashifts menyimpulkan bahwa generasi yang popular disebut Gen-Sy (Gen-si) didominasi anak muda yang akrab dengan produk dan layanan perbankan Syariah.

Selain itu, dari survey tersebut juga disimpulkan bahwa setelah terjadinya pandemi Covid-19 mayoritas publik (58,8 persen) cenderung lebih religius dan lebih memilih lembaga keuangan dengan prinsip syariah.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel