Apa Saja Syarat Wajib dan Sahnya Puasa Ramadan?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ramadan berjarak tinggal beberapa hari lagi. Memantapkan niat ibadah dengan melaksanakan puasa perlu memahami ketentuan yang harus dipenuhi.

Termasuk di dalamnya tentang syarat wajib dan syarat sah puasa. Lalu, apa yang dimaksud dengan syarat wajib dan syarat sah itu?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, syarat adalah segala sesuatu yang perlu atau harus ada (sedia atau dimiliki). Sementara itu, sah adalah dilakukan menurut hukum.

Berdasarkan buku Fiqih Puasa Verzi Madzhab Syafi'iy karya Muhammad Ajib, Lc., MA, disebutkan bahwa kendati syarat wajib terpenuhi, seseorang belum tentu wajib melaksanakan puasa.

"Di dalam kitab Taqrib karya Imam Abu Syu'ja disebutkan bahwa syarat wajib puasa ada empat hal. Pertama, Muslim. Kedua, baligh. Ketiga, berakal. Keempat, mampu berpuasa," tulisnya.

Syarat sah adalah semua hal yang membuat ibadah puasa jadi sah hukumnya. Hal itu disampaikan Ahmad Sarwat Lc, MA, dalam bukunya Puasa, Syarat, Rukun, Yang Membatalkan.

"Bila salah satu syarat ini tidak ada, ibadah itu tidak sah hukumnya. Sementara, syarat wajib adalah hal-hal yang bila terpenuhi pada diri seseorang, puasa jadi wajib atas dirinya," tulis Ahmad Sarwat.

Syarat Sah Puasa

Ilustrasi membaca Alquran (dok.unsplash/ Positive Moslem Attitude)
Ilustrasi membaca Alquran (dok.unsplash/ Positive Moslem Attitude)

Sementara, syarat sah puasa ada empat hal. Menurut Ahmad, mereka adalah niat, Islam, suci dari haid atau nifas, dan waktu yang diperbolehkan.

Para ulama Alhanafiyah, al-Malikiyah, dan al-Hanabilah meletakkan niat sebagai syarat puasa. Sementara itu, ulama As-Syafi'iyah tidak meletakkan niat sebagai syarat, melainkan rukun puasa.

"Niat itu sendiri tempatnya di dalam hati bukan pada lidah. Seorang yang melafazkan niat di lidah belum tentu berniat di dalam hati. Seorang yang meniatkan di dalam hati tanpa melafazkannya di lidah, sudah pasti berniat," tulis Ahmad.

Selain niat, syarat sah puasa adalah beragama Islam. Kemudian, suci dari haid dan nifas, selain syarat wajib, juga jadi syarat sah dalam berpuasa. Artinya, seorang wanita yang mendapat haid dan nifas, bila tetap berpuasa, puasanya tidak sah.

Syarat sah yang terakhir menurut Ahmad Sarwat adalah ibadah puasa hanya boleh dilakukan pada hari-hari yang dibolehkan berpuasa. "Bila melakukan puasa pada hari-hari yang dilarang, puasanya tidak sah, bahkan haram dilakukan," tulis Ahmad Sarwat.

Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19

Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: