Apa Tolok Ukur Anak Boleh Memiliki Ponsel Pribadi?

Fimela.com, Jakarta Anak-anak yang kahir dari pertangahan tahun 1990-an dan awal 2000-an atau Gen-Z dikenal sebagai digital native murni. Mereka sudah familier dengan ragam kemudahan teknologi sejak kecil. Lalu anak-anak yang lahir setelah tahun 2010 atau yang dikenal dengan sebutan Generasi Alfa disebut oleh Mark McCrindle sebagai generasi yang paling membawa perubahan di dunia. Memiliki atau membesarkan anak yang masuk dalam golongan Gen-Z atau Generasi Alfa jelas punya tantangan tersendiri.

Tantangan yang paling besar tentu yang berhubungan dengan teknologi. Anak-anak zaman sekarang tentu lebih melek teknologi daripada generasi-generasi sebelumnya. Peran orangtua dalam memberi pengawasan pun sangatlah penting. Termasuk dalam menentukan kapan saat yang tepat  untuk memberikan ponsel pribadi kepada anak. Apa patokan atau tolok ukur memberikan ponsel pribadi kepada buah hati?

Patokannya Bukan Usia Saja

Mengutip buku Media Sosialita, psikolog Roslina Veraule dari RS Pondok Indah menjelaskan bahwa yang menjadi patokan kapan seorang anak boleh memiliki ponsel pribadi, laptop, berselancar di internet bukanlah sekadar batasan usia. Usia bukan satu-satunya standar atau tolok ukurnya. Lalu apa?

Yang menjadi acuan adalah lebih kepada nilai-nilai yang dianut di keluarga, latar belakang keluarga (seperti keluarga utuh atau broken home), kebiasaan dalam keluarga, dan juga disesuaikan dengan kebutuhan tiap anak yang pastinya berbeda-beda. Kebiasaan dalam keluarga yang dimaksud di sini bisa meliputi apakah orangtua melek teknologi atau justru gagap teknologi, apakah orangtua familier dengan kegaitan anaknya saat menggunakan internet, dan apakah orangtua mampu menerapkan batasan-batasan. 

Kebutuhan dan Situasi Tiap Anak Berbeda-beda

Ilustrasi./copyright: shutterstock

Roslina Verauli pun memaparkan, "Meskipun menurut peraturan seorang anak bila telah mencapai usia 13 tahun sudah boleh memiliki akun media sosial seperti Instagram, Facebook, atau Muscal.ly, kalau kemampuan hipotesis (mengeluarkan asumsi atau prediksi) anak belum matang dan orangtuanya tidak tahu perkembangan media sosial, saran saya, sebaiknya anak diberi ponsel yang fungsi internetnya dimatikan saja."

Anak-anak yang tumbuh dan besar di era digital ini tentu saja tak bisa dipisahkan dari yang namanya teknologi dan gawai. Orangtua pun boleh memperkenalkan semua kemajuan teknologi dan gawai yang ada mengingat anak-anak akan menghadapi era yang berbeda. Di sinilah pentingnya tugas orangtua untuk bisa mengikuti perkembangan zaman dan lebih peduli dengan tumbuh kembang anak serta kebutuhannya.

Orangtua perlu benar-benar paham soal fungsi teknologi, batasan-batasan teknologi, dan pastinya tumbuh kembang anak. Untuk anak usia prasekolah, batasan universal bermain gawai adalah satu jam karena lima jam dari waktunya bermain harus diberikan pada kegiatan pasif (komunikasi satu arah) sampai aktif (komunikasi dua arah). 

Anak yang sudah berusia tiga belas tahun sudah boleh memiliki ponsel berakses internet dengan syarat orangtua paham dengan perkembangan teknologi dan memiliki komunikasi yang sehat dengan anak dan sepanjang hal itu memang cocok dengan nilai-nilai yang dianut oleh keluarga dan kebutuhan individu anak, demikian yang disarankan oleh Roslina Verauli.

 

#ChangeMaker