Apa Tugas BPUPKI? Ketahui Sejarah dan Tujuan Pembentukannya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI dibentuk oleh pemerintah Jepang pada 1 Maret 1945 dan diresmikan pada 29 April 1945. Dalam bahasa Jepang, BPUPKI dikenal dengan sebutan Dokuritsu Junbi Chosakai. Lantas, apa tugas BPUPKI?

Awalnya BPUPKI dibentuk oleh pemerintah Jepang sebagai upaya mendapatkan simpati dan dukungan dari bangsa Indonesia agar bersedia membantu dalam perang melawan sekutu. Adapun sebagai gantinya, Jepang menjanjikan akan membantu proses kemerdekaan Indonesia.

Sementara, yang ditunjuk menjadi ketua BPUPKI adalah Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T) Radjiman Wedyodiningrat, dan wakil ketuanya ialah Ichibangase Yosio dari pihak Jepang dan Raden Pandji Soeroso dari pihak Indonesia. BPUPKI beranggotakan 67 orang, yang terdiri dari 60 orang Indonesia dan tujuh orang Jepang. Dengan pembentukannya, tugas utama BPUPKI adalah mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek poplitik, ekonomi, atur pemerintahan, dan hal-hal yang diperlukan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka.

Berikut ini penjelasan mengenai apa tugas BPUPKI, sejarah pembentukan, dan tujuan pembentukannya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (27/10/2021).

Sejarah Terbentuknya BPUPKI

Persidangan resmi BPUPKI yang kedua pada tanggal 10 Juli-14 Juli 1945 (Sumber: Wikipedia)
Persidangan resmi BPUPKI yang kedua pada tanggal 10 Juli-14 Juli 1945 (Sumber: Wikipedia)

Awalnya, BPUPKI ini pertama kali dibentuk pada 1 Maret 1946 tetapi baru diresmikan pada 29 April 1945. BPUPKI didirikan dengan tujuan mempelajari dan menyelidiki segala hal yang berkaitan dengan persiapan kemerdekaan, seperti ekonomi, politik, dan tata pemerintahan Indonesia.

Pihak yang membentuk lembaga ini justru pemerintah Jepang. Anggota yang mengemban tugas BPUPKI tetap tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Kala itu, Jepang sedang menghimpun dukungan untuk melawan sekutu. Termasuk dengan cara memikat hati rakyat Indonesia melalui BPUPKI.

Dalam bahasa Jepang, BPUPKI disebut Dokuritsu Junbi Cosakai yang beranggotakan 67 orang yang terdiri dari 60 orang Indonesia dan 7 orang Jepang. Lembaga ini dipimpin oleh KRT Radjiman Wedyodiningrat, Raden Pandji Soeroso dan Ichibangase Yoshio bertugas sebagai wakil.

Di luar anggota inti BPUPKI, juga dibentuk sebuah Badan Tata Usaha yang beranggotakan 60 orang. Badan tersebut dipimpin oleh Raden Pandji Soeroso dengan wakil Mr. Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda Toyohiko ( dari pihak Jepang).

Selama BPUPKI berdiri, secara resmi melakukan sidang sebanyak dua kali. Sidang pertama dilaksanakan pada 29 Mei-1 Juni 1945. Sidang kedua dilaksanakan pada 10 Juli-17 Juli 1945. BPUPKI melaksanakan sidang pertamanya pada 29 Mei 1945 yang membahas asas negara. Dengan Mohammad Yamin yang menyampaikan 5 asas yakni, peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kerakyatan dan kesejahteraan rakyat.

Sementara, pada sidang selanjutnya yang dilaksanakan tanggal 31 Mei 1945, Dr Soepomo mengemukakan 5 asas yakni, persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir batin, musyawarah dan keadilan rakyat.

Kemudian, pada sidang 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan 5 asas yang kini disebut Pancasila. Untuk itulah, pada tanggal tersebut diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Setelahnya, pada 10 Juli-17 Juli 1945, BPUPKI melakukan sidang kedua untuk membahas rancangan Undang-Undang Dasar (UUD), bentuk negara, wilayah negara dan kewarganegaraan Indonesia

Kurang lebih empat bulan berdiri, BPUPKI kemudian dibubarkan pada 7 Agustus 1945. Hal itu dikarenakan tugas-tugasnya sudah selesai dilaksanakan. Kemudian membentuk PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Panitia ini dalam bahasa Jepang dipanggil dengan nama Dokuritsu Junbi inkai. PPKI memiliki anggota berjumlah 21 orang yang diketuai oleh Soekarno. Sejak saat itulah, upaya untuk memproklamasikan kemerdekaan menjadi semakin gencar.

Tujuan Pembentukan BPUPKI

Garuda Pancasila (foto: wikipedia)
Garuda Pancasila (foto: wikipedia)

Sebelum membahas tentang apa tugas BPUPKI, perlu diketahui tujuan utama dibentuknya organisasi tersebit. Tujuan utama dibentuknya BPUPKI ialah untuk mengkaji, mendalami, serta menyelidiki bentuk dasar yang cocok guna kepentingan sistem pemerintahan negara Indonesia setelah kemerdekaan. Jadi, BPUPKI dibentuk untuk mempersiapkan proses kemerdekaan Indonesia.

Sedangkan bagi Jepang, tujuan dibentuknya BPUPKI adalah untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar membantu Jepang dalam perang melawan Sekutu dengan cara memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia. Saat itu, Jepang terlibat dalam Perang Dunia II melawan tentara Sekutu sehingga pihak Jepang membutuhkan banyak dukungan. Oleh karena itu, dibentuknya BPUPKI oleh Jepang tidak 100 persen tulus untuk memberi kemerdekaan Indonesia, tetapi juga untuk mendapat dukungan dan melaksanakan politik kolonialnya.

Tugas Utama BPUPKI

Setelah dijelaskan diatas mengenai sejarah dan tujuan dibentuknya BPUPKI, anda perlu mengetahui apa tugas BPUPKI. Berikut ini apa tugas BPUPKI, yaitu:

  1. Membahas dan menyusun rancangan dasar negara Indonesia.

  2. Sesudah sidang pertama, BPUPKI bertugas membentuk reses selama satu bulan.

  3. Membentuk panitia sembilan yang bertugas untuk menampung saran-saran dan konsepsi dasar negara dari para anggota.

  4. Membantu panitia sembilan bersama panita kecil.

  5. Panita sembilan menghasilkan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.

Anggota BPUPKI

Monumen Pancasila Sakti didirikan untuk mengenang keberhasilan Pancasila dalam membendung paham komunis di Indonesia, Jakarta, Selasa (30/9/2014) (Liputan6.com/Johan Tallo)
Monumen Pancasila Sakti didirikan untuk mengenang keberhasilan Pancasila dalam membendung paham komunis di Indonesia, Jakarta, Selasa (30/9/2014) (Liputan6.com/Johan Tallo)

Setelah mengetahui apa tugas BPUPKI, maka penting untuk mengetahui anggota BPUPKI. Berikut ini beberapa nama-nama anggota BPUPKI, diantaranya:

  1. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (ketua)

  2. R.P. Soeroso (wakil ketua)

  3. Ichibangse Yoshio (wakil ketua)

  4. Soekarno

  5. Mohammad Hatta

  6. Ki Hajar Dewantara

  7. Raden Suleiman Effendi Kusumaatmaja

  8. Samsi Sastrawidagda

  9. Sukiman Wiryosanjoyo

  10. Kanjeng Raden Mas Hario Sosrodiningrat

  11. KH A Ahmad Sanusi

  12. KH Wahid Hasyim

  13. H Agus Salim

  14. Raden Ashar Sutejo Munandar

  15. Abdul Kahar Muzakir

  16. Raden Mas Panji Surahman Cokroadisuryo

  17. Raden Ruseno Suryohadikusumo

  18. KH Abdul Halim Majalengka (Muhammad Syatari)

  19. KRMT Ario Wuryaningrat

  20. Ki Bagus Hadikusumo

  21. KH Mas Mansoer

  22. KH Masjkur

  23. Agus Muhsin Dasaad

  24. Liem Koen Hian

  25. Mas Aris

  26. Mas Sutarjo Kartohadikusumo

  27. AA Maramis

  28. Kanjeng Raden Mas Tumenggung Wongsonagoro

  29. Mas Susanto Tirtoprojo

  30. Mohammad Yamin

  31. Raden Ahmad Subarjo

  32. Raden Hindromartono

  33. AR Baswedan

  34. Raden Mas Sartono

  35. Raden Panji Singgih

  36. Raden Syamsudin

  37. Raden Suwandi

  38. Raden Sastromulyono

  39. Yohanes Latuharhary

  40. Raden Ayu Maria Ulfah Santoso

  41. Raden Nganten Siti Sukaptinah Sunaryo Mangunpuspito

  42. Oey Tiang Tjoei

  43. Oey Tjong Hauw

  44. Bandoro Pangeran Hario Purubojo

  45. PF Dahler

  46. Parada Harahap

  47. Soepomo

  48. Pangeran Ario Husein Jayadiningrat

  49. Raden Jenal Asikin Wijaya Kusuma

  50. Raden Abdul Kadir

  51. Raden Abdulrahim Pratalykrama

  52. Raden Abikusno Cokrosuyoso

  53. RAA Purbonegoro Sumitro Kolopaking

  54. Raden Adipati Wiranatakoesoema V

  55. Raden Mas Margono Joyohadikusumo

  56. RMTA Suryo

  57. R Otto Iskandardinata

  58. Raden Panji Suroso

  59. Raden Ruslan Wongsokusumo

  60. Raden Sudirman

  61. Raden Sukarjo Wiryopranoto

  62. Raden Buntaran Martoatmojo

  63. Bendoro Pangeran Hario Bintoro

  64. KRT Rajiman Wedyodiningrat

  65. Tan Eng Hoa

  66. Matuura Mitukiyo

  67. Miyano Syoozoo

  68. Tanaka Minoru

  69. Tokonami Tokuzi

  70. Itagaki Masumitu

  71. Masuda Toyohiko

  72. Ide Teitiroo

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel