Apakah Bisa Jadi Investor dengan Uang Receh?

·Bacaan 1 menit

VIVA – Apakah Anda membayangkan untuk menjadi pemodal, investor, atau pemberi pinjaman dana adalah seorang miliarder dengan dana besar, serta di-backup dengan perusahaan yang besar juga?

Di era teknologi seperti ini, ada banyak terobosan baru di dunia bisnis, salah satunya kemudahan menjadi investor meski dengan budget yang tidak banyak, alias dengan "uang receh".

Namun, untuk menjadi seorang investor, setidaknya Anda perlu belajar terlebih dulu. Bagi Anda yang masih mahasiswa, atau mungkin baru tamat namun belum ada pekerjaan tetap, Anda bisa mencoba belajar investasi di sejumlah UMKM, perusahaan kecil sampai perusahaan besar di sejumlah website dan aplikasi P2P lending.

Apa itu P2P Lending P2P lending, alias peer-to-peer lending merujuk pada aktivitas penyelenggaraan jasa keuangan dengan berbasis teknologi dan jaringan internet.

Dengan demikian, peminjam dana akan dipertemukan dengan pemberi pinjaman secara daring. Tentunya, Anda mesti lebih berhati-hati memilih penyedia jasa P2P lending di Indonesia. Tercatat lebih dari 182 P2P yang tidak berizin sudah ditutup.

Untuk lebih aman, Anda mesti melihat dan melakukan pengecekan P2P Lending di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan pastikan bahwa penyedia jasa P2P tersebut sudah terdaftar dan berijin di OJK.

Namun, bagaimana cara menjadi investor bila hanya punya "uang receh"? Sejumlah website dan aplikasi menjadikan Anda bisa mewujudkan impian menjadi investor bahkan ke perusahaan besar sekalipun hanya dengan uang receh.