Apakah COVID-19 Bisa Sebabkan Amnesia? Ini Penjelasannya

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seiring meningkatnya jumlah kasus pasien positif COVID-19 di dunia, muncul sejumlah laporan terbaru terkait penyakit yang disebabkan oleh virus Sars-CoV-2 ini. Jika sebelumnya COVID-19 dilaporkan dapat menyebabkan kerusakan pada organ paru. Namun seiring dengan berkembangnya virus ini juga ternyata dapat menimbulkan gangguan saraf.

Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah COVID-19 dapat menyebabkan seseorang menjadi lupa ingatan. Apa benar? Ternyata tidak, dalam program Hidup Sehat, TvOne, Spesialis Saraf, dr. Zicky Yombana, Sp.S menjelaskan bahwa COVID-19 tidak dapat menyebabkan seseorang lupa ingatan melainkan dapat mengganggu konsentrasi (brain fog).

" Kalau buat gangguan konsentrasi fakta bukan amnesia. Pada infeksi virus COVID- 19 bisa sebabkan brain fog terutama pada pasien long COVID. COVID-19 nya sudah selesai tapi ada perpanjangan, sudah dirawat setelahnya, mulai bekerja beraktivitas mulai terasa blank, susah berpikir, gangguan konsentrasi," kata dia, Kamis 11 Februari 2021.

Dokter Zciky menjelaskan, gangguan konsentrasi yang terjadi pada pasien COVID-19 ini lantaran, infeksi COVID-19 menyebabkan terjadinya peradangan pada seluruh tubuh.

"Karena terjadi peradangan seluruh tubuh. Kemudian ada gangguan aliran darah, saat terpapar COVID-19 terjadi darah menjadi agak kental, sehingga sirkulasi ke otaknya akan terganggu. Oksigen ke otak agak menurun," ujar dia.

Tidak hanya itu saja, pasien COVID-19 yang berusia lanjut juga diketahui dapat memengaruhi kesehatan sarafnya. Hal ini kata dia, karena semakin bertambahnya usia ditambah dengan ada komorbid maka kemungkinan terjadi gangguan di tempat lain cukup besar termasuk di saraf.

"Terkait kondisi saraf ini memang otomatis akan gampang kena. Contohnya orang yang memiliki hipertensi, terkena COVID-19 kemungkinan terkena gangguan syaraf misalnya stroke atau gangguan saraf yang lainnya lebih besar dibanding pasien yang terkena COVID-19 tanpa pengaruh usia dan penyakit penyerta," tuturnya.

Dia melanjutkan, bahwa kondisi berat atau tidaknya gangguan saraf yang terjadi pada orang lanjut usia yang terpapar COVID-19 ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari seberapa ganas virus yang masuk dan seberapa banyak viral loadnya yang masuk. Kedua seberapa cepat ditangani, dan seberapa kuat daya tahan tubuh orang tersebut, serta adakah faktor komorbid pada pasien.