Apakah Mimpi Memengaruhi Kualitas Tidur?

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bermimpi adalah salah satu aspek tidur yang paling unik dan menarik. Selama tidur malam yang normal, kita biasanya menghabiskan sekitar dua jam untuk bermimpi. Mimpi yang paling intens terjadi selama tahap tidur Rapid Eye Movement (REM), tetapi jenis mimpi yang berbeda dapat terjadi selama bagian manapun dari siklus tidur.

Mimpi dapat memiliki gambaran yang positif, negatif, atau membingungkan, kemungkinan mencerminkan periode imajinasi yang sangat besar selama tidur. Namun demikian, baik dalam mimpi baik atau buruk, pengalaman dari saat bangun sering kali menjadi konten dalam mimpi.

Para ahli terus memperdebatkan mengapa kita bermimpi, tetapi banyak bukti menunjukkan bahwa mimpi berperan dalam memfasilitasi fungsi otak seperti memori dan pemrosesan emosional. Mimpi tampaknya menjadi bagian penting dari tidur normal dan sehat. Namun, pada saat yang sama, mimpi buruk dapat mengganggu tidur dan bahkan memengaruhi seseorang ketika bangun.

Mengingat bahwa hampir setiap orang bermimpi, baik dan buruk, wajar untuk mempertanyakan bagaimana mimpi memengaruhi kualitas tidur. Berikut adalah penjelasan mengenai apakah mimpi buruk itu buruk untuk tidur dan bagaimana menghindarinya, mengutip dari laman Sleepfoundation.org, Minggu (10/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Apakah Mimpi Memengaruhi Kualitas Tidur?

Ilustrasi Istirahat dan Tidur (Pexels/AndreaPiacquadio)
Ilustrasi Istirahat dan Tidur (Pexels/AndreaPiacquadio)

Bermimpi adalah bagian normal dari tidur yang sehat. Tidur yang baik telah dikaitkan dengan fungsi kognitif dan kesehatan emosional yang lebih baik. Penelitian juga menghubungkan mimpi dengan pemikiran, memori, dan pemrosesan emosional yang efektif. Dengan cara ini, banyak ahli percaya bahwa mimpi adalah cerminan atau penyumbang kualitas tidur.

Namun, tidak semua mimpi diciptakan sama. Beberapa mimpi mungkin memiliki dampak negatif pada tidur. Mimpi buruk melibatkan konten yang menakutkan, mengancam, atau traumatis.

Apakah Mimpi Buruk Tidak Baik untuk Tidur?

Ilustrasi tidur (Unsplash)
Ilustrasi tidur (Unsplash)

Mimpi buruk dapat memengaruhi tidur secara negatif, tetapi biasanya hanya jika sering terjadi atau pada tahap sangat mengganggu.

Kebanyakan orang dapat mengalami mimpi buruk mereka sesekali tanpa memiliki dampak nyata pada kualitas tidur mereka. Namun, ketika mimpi buruk sering dialami, itu bisa menjadi penghalang untuk mengalami tidur yang berkualitas. Bagi sebagian orang, mimpi buruk terjadi beberapa kali dalam seminggu dan/atau lebih dari sekali dalam satu malam.

Gangguan mimpi buruk dapat didefinisikan sebagai pengalaman mimpi buruk yang sering sehingga mengganggu tidur seseorang dan/atau suasana hati atau pemikiran mereka di siang hari. Orang dengan gangguan mimpi buruk mungkin memiliki tidur gelisah dan lebih banyak terbangun, serta kesulitan yang lebih besar untuk kembali tidur. Selain itu, mereka mungkin menghindari tidur karena takut terganggu oleh mimpi, meningkatkan risiko insomnia, dan kurang tidur.

Jika mengalami mimpi buruk lebih dari sekali dalam seminggu, hal ini harus dikonsultasikan dengan dokter. Hal yang sama harus dikonsultasikan jika tidur telah menganggu suasana hati, pemikiran, atau tingkat energi siang hari mereka karena dipengaruhi oleh mimpi buruk.

Seorang dokter dapat mengatasi ini bersama dengan Anda untuk mengidentifikasi penyebabnya dan pengobatan yang optimal untuk mengurangi mimpi yang bersifat mengganggu ini.

Apakah Mimpi Memengaruhi Kehidupan Sehari-Hari?

Ilustrasi kurang tidur menyebabkan pusing (Pexels)
Ilustrasi kurang tidur menyebabkan pusing (Pexels)

Mengetahui dampak yang tepat dari mimpi pada kehidupan sehari-hari tetap menjadi subjek penelitian lebih lanjut, tetapi ada beberapa cara mimpi dapat memengaruhi jam bangun kita:

1. Mimpi sehat mungkin merupakan indikasi kualitas tidur yang memfasilitasi pemikiran yang lebih tajam, suasana hati yang lebih baik, dan kesehatan secara keseluruhan.

2. Orang yang mengingat mimpinya sering kali menunjukkan tingkat kreativitas yang lebih tinggi. Wawasan kreatif juga dapat ditingkatkan dengan memasukkan pemikiran imajinatif tentang mimpi ke dalam kehidupan nyata.

3. Bermimpi dapat memberikan pemikiran yang lebih luas atau inspirasional, membentuk konsep yang mendasari di balik pepatah 'mengikuti impian Anda'.

4. Orang dengan gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan atau gangguan stres pascatrauma (PTSD), mungkin mengalami gejala yang lebih buruk sebagai akibat dari mimpi buruk yang berulang.

5. Mimpi buruk dapat mengganggu tidur, menyebabkan kantuk di siang hari, suasana hati yang memburuk, atau masalah dalam berpikir di siang hari.

Bagaimana Caranya Menghentikan Mimpi Buruk?

Ilustrasi bangun tidur.
Ilustrasi bangun tidur.

Jika Anda sering mengalami mimpi buruk secara berulang, mulailah dengan berbicara dengan dokter yang dapat membantu menentukan apakah Anda mengalami gangguan mimpi buruk. Perawatan untuk gangguan mimpi buruk dapat mencakup terapi perilaku dan/atau obat-obatan.

Memperbaiki kebiasaan dan kebersihan tidur dapat membantu mengurangi mimpi buruk. Beberapa tips spesifik meliputi:

1. Latihan relaksasi untuk meminimalisir stres dan kecemasan, yang keduanya dapat memicu mimpi buruk.

2. Beri diri Anda waktu untuk bersantai sebelum tidur di lingkungan kamar tidur yang tenang, nyaman, atau menyenangkan.

3. Hindari waktu layar selama satu jam atau lebih sebelum tidur dan pastikan untuk tidak menonton konten yang menakutkan atau mengganggu di malam hari.

4. Jangan minum alkohol (dapat memengaruhi tidur REM Anda) di malam hari dan terutama sebelum tidur.

5. Pertahankan jadwal tidur yang konsisten, bahkan di akhir pekan, untuk menghindari kurang tidur yang dapat memacu lebih banyak tidur REM dan mimpi yang intens.

Penulis: Anastasia Merlinda

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel