Apeksi dorong kebijakan terhadap ekonomi lokal

Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya, mendorong seluruh Wali Kota yang hadir pada HUT ke-22 Apeksi melakukan kebijakan terhadap penggunaan produk lokal guna memperoleh pemulihan ekonomi usai dilanda pandemi COVID-19.

"Jadi ini adalah momentum ketika Indonesia memasuki endemi, ketika ekonominya mulai bangkit Presiden memerintahkan seluruh kepala daerah untuk menggunakan barang produk dalam negeri. Nah Apeksi bergerak serempak untuk mendorong UMKM dan ekonomi lokal masing-masing," katanya, di Bandarlampung, Jumat.

Menurut dia, banyak sekali potensi daerah yang dimiliki oleh kota-kota di Indonesia. Bahkan pada Apeksi ini sejumlah daerah menampilkan produk-produk lokalnya.

Sehingga, Wali Kota Bogor itu pun cukup optimistis akan ada kebijakan yang dilakukan oleh masing-masing wali kota untuk mengkampanyekan penggunaan produk lokal di daerahnya.

"Jadi saya harap para wali kota akan mendorong kebijakan terhadap ekonomi lokal seperti misalnya penggunaan seragam di lingkungan pemerintahan," kata dia.

Dia mencontohkan penggunaan produk daerah telah diberlakukan di Kota Bogor misalnya setiap Selasa seluruh Aparatur Sipil Negara diwajibkan menggunakan produk lokal, Kamis baju Sunda, dan Jumat baju batik.

"Jadi ada tiga hari dalam seminggu ASN menggunakan itu, kita bayangkan apabila dilakukan serempak oleh 98 wali kota maka akan terjadi kebangkitan ekonomi lokal yang luar biasa," kata dia.

Kemudian, lanjut dia, dalam Apeksi ini pun memiliki tujuan agar wilayah-wilayah tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) dalam melakukan pembangunan dan mendorong ekonomi lokal.

"Targetnya wilayah-wilayah yang hari ini bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak dan tidak hanya mengandalkan APBD kota, maka bisa berbagi dengan yang lain. Jadi sekarang kita tidak hanya mengandalkan APBD , tapi berkolaborasi dengan swasta dengan berbagai macam organisasi untuk mendorong ekonomi lokal. Tema besarnya kolaborasi dalam meningkatkan UMKM di Indonesia," kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, mengatakan bahwa, pihaknya elah melakukan pemakaian baju etnis di beberapa hari kerja guna mendukung UMKM lokal.

"Kita di Medan juga sudah memberlakukan itu tapi pakaian etnis ASN boleh memilih karena di kota ini ada 14 etnis," katanya.

Baca juga: Ketua Apeksi: Pemerintah kota harus lakukan kolaborasi kemitraan

Baca juga: APEKSI usul Sekda diperhitungkan jadi Pj isi kekosongan kepala daerah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel