Apindo minta pemerintah perketat protokol kesehatan pekerja informal

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah untuk lebih ketat menerapkan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan pekerja informal atau masyarakat umum agar COVID-19 dapat lebih bisa dikendalikan.

"Menurut saya nggak tepat sektor usaha yang selalu dikejar-kejar. Penerapan protokol kesehatan di sektor usaha itu sudah yang paling optimal," ujar Ketua APINDO Hariyadi B. Sukamdani dalam diskusi yang diselenggarakan BNPB secara daring di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan pengusaha selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat, itu dilakukan agar SDM-nya tidak terpapar. Justru di lingkungan masyarakat ini yang tidak tersentuh.

"Contoh klaster kantor, responsnya cepat dengan menghentikan kegiatan. Sebenarnya, bukan karena lingkungan kerjanya tapi karena lingkungan rumahnya," ucap Haryadi Haryadi Sukamdani.

Baca juga: Anggota DPR: Perketat pengawasan prokes sektor transportasi masa PPKM

Menurut dia, Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak akan efektif kalau penerapan protokol kesehatan di lingkungan bawah tidak terlaksana dengan baik.

"Berapa kali pun dibatasi kegiatan gak akan menyelesaikan masalah kalau akar masalah dari masyarakat tidak diantisipasi," ucap Haryadi Sukamdani.

Maka itu, ia menyarankan agar agar Satgas COVID-19 di tingkat RT/RW dapat didorong lebih maksimal dalam penerapan protokol kesehatan.

"Posyandu, karang taruna, Pramuka diefektifkan, itu kan komunitas yang bisa difungsikan juga," ucap Haryadi Sukamdani.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan di lingkungan pasar tradisional juga harus diperketat. "Kawasan itu masyarakatnya relatif mengabaikan kesehatan," katanya.

Kendati demikian, Hariyadi menaruh harapan penuh terhadap vaksin COVID-19 yang sudah masuk ke dalam negeri.

Baca juga: Ketua DPD : penerapan protokol kesehatan bagi daerah yang lakukan PTM

"Vaksin menjadi harapan, mudah-mudahan Indonesia juga lebih baik. Namun, setelah vaksin pun protokol di masyarakat harus dijaga, terutama di kawasan padat penduduk," katanya.

Dalam kesempatan sama pengamat kebijakan publik Andrinof Achir Chaniago mengakui pelaksanaan protokol kesehatan untuk sektor pekerja formal memang lebih mudah, sejumlah perusahaan terus menerapkan perbaikan, termasuk menerapkan sistem kontrol setiap waktu terhadap karyawannya.

"Masalahnya adalah di sektor informal dan masyarakat umum, banyak yang tidak peduli 3M," katanya.

Menurut dia, sosialisasi harus terus dilakukan dan ditingkatkan. "Ungkap bahaya COVID-19 ini, jangan tunggu orang dekat kena baru sadar. Maka intensitas kampanye harus terus ditingkatkan," ucapnya.

Baca juga: Ketua DPD pantau penerapan protokol kesehatan sektor industri