Apindo sebut Industri Bekasi masuk tahap pemulihan

M Razi Rahman

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, sektor industri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tengah memasuki tahap pemulihan usai pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menyebabkan terhentinya produksi hingga selama dua bulan lebih.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi Sutomo di Cikarang, Selasa mengatakan meski pabrik telah kembali beroperasi namun mereka masih dalam tahapan pemulihan yang berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

"Belum sampai ke perekrutan pegawai, jadi fase sekarang untuk recovery dulu, kenapa? karena tiap-tiap industri kan ada induknya, disebut hulu hingga hilir," kata Sutomo.
Baca juga: Menaker: Industri harus terus berlangsung ditengah pandemi

Dia menyebut sektor industri yang paling terdampak pandemi COVID-19 adalah elektronik dan otomotif. Hingga kini, kedua sektor itu bahkan tak kunjung memulai produksi padahal keduanya memiliki rantai industri yang terbilang panjang dari hulu hingga hilir.

"Misalkan di otomotif itu di Astra atau Daihatsu, nah turunannya itu ada ratusan perusahaan pemasok suku cadangnya. Sekarang kalau hulunya belum normal maka hilirnya tidak bisa apa-apa," ucap dia.

Menurut dia, pandemi menimbulkan efek berkelanjutan yang signifikan sehingga memerlukan waktu setidaknya hingga tiga bulan untuk memulai produksi meski belum sepenuhnya kembali normal.
Baca juga: Kolaborasi UMKM-usaha besar berpotensi kurangi impor bahan baku

Salah satu grup otomotif besar seperti Astra bahkan menyampaikan jika mereka baru akan memasuki masa produksi pada Agustus mendatang meski hanya sekitar 30 persen.

"Informasi dari grup Astra bahkan sampai Agustus ini mereka baru beranjak dari zona merah ke zona kuning, artinya zona kuning itu produksi baru sekitar 30 persen. Sampai tahun depan kuartal pertama pun baru 50 persen lebih sedikit. Karena memang tidak semudah itu masyarakat menjadi pembeli produk-produknya," katanya.

Ia juga mengungkapkan, sektor yang relatif masih dapat bertahan adalah industri makanan dan obat-obatan. "Makanan dan obatan-obatan sampai saat ini masih berjalan. Tapi masalahnya, dari gelombang PHK kemarin itu kebanyakan dari elektronik dan otomotif. Kesempatan kerja ada di dua sektor ini tapi kondisinya tidak memungkinkan," ungkapnya.

Dengan kondisi saat ini Sutomo berharap seluruh pihak dapat menerapkan protokol kesehatan agar pandemi segera berakhir dan perekonomian lebih cepat pulih.

Baca juga: Pengamat: Stimulus bakal perkuat daya tahan industri dan UMKM
Baca juga: Apindo: Inovasi jadi kunci industri bertahan di masa pandemi