Apindo Ungkap Insentif yang Paling Diharapkan Investor Saat Ini

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 1 menit

VIVA – Iklim usaha yang baik dan kondusif ditegaskan merupakan salah satu penentu investor untuk mengelontorkan investasi di Indonesia. Sehingga pemulihan ekonomi nasional bisa terakselerasi.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menekankan hal tersebut. Sebab, saat ini masih ada pelaku usaha yang terbentur oleh kerumitan birokrasi, termasuk ketidaksinkronan aturan bisnis di kementerian-kementerian terkait investasi.

Selain itu, saat ini masih ada ketidakjelasan dalam proses-proses persetujuan usaha, serta permasalahan administratif. Akibatnya, banyak proposal investasi yang tidak dapat terealisasi.

Baca juga: Jokowi Wanti-wanti Sri Mulyani INA Jangan Sampai Seperti 1MDB

"Kalau itu tidak dapat diatasi, catatan investasi yang ada di BKPM akan banyak yang tidak terealisasi atau terhenti di lapangan," ujar Shinta di Jakarta, Selasa 16 Februari 2021.

Shinta juga mendorong Pemerintah, memberikan insentif tambahan dan jaminan dan kemudahan berusaha bagi para penanam modal. Agar, target investasi di Indonesia pada 2021 dapat tercapai.

"Karena (kini) ada bottlenecking realisasi investasi,' tegasnya.

Insentif tersebut, lanjutnya, dapat berupa fiskal seperti tax allowance, serta nonfiskal seperti pendampingan dan fasilitasi terhadap realisasi investasi di lapangan.

Terlepas dari insentif tersebut, dia menegaskan, tak ada insentif yang lebih menarik untuk investor selain kepastian berusaha. Hal itu tentu diikuti oleh iklim usaha yang efisien dan suportif terhadap peningkatan produktivitas.

Shinta menambahkan, sejatinya banyak investor yang masuk ke Indonesia tahun ini. Mulai dari industri teknologi informasi, telekomunikasi, keuangan, termasuk infrastruktur pendukungnya.

Selain itu, ada juga industri kesehatan serta yang industri yang menghasilkan produk-produk inovatif. Dengan eksternalitas negatif yang cenderung rendah, seperti kendaraan listrik. (Ant)