APJII: Bali Leaders Declaration bawa penguatan transformasi digital

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) optimistis Bali Leaders Declaration akan membawa penguatan transformasi digital dan penguatan sektor ekonomi di Indonesia.

"Masuknya adopsi teknologi dalam kesepakatan Bali Leaders Declaration adalah sinyal yang sangat positif bagi perkembangan transformasi digital, baik itu untuk negara anggota G20 maupun seluruh dunia," kata Ketua Umum APJII Muhammad Arif melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Sejak awal pandemi COVID-19, kata Arif, terjadi perubahan dan pergeseran aktivitas masyarakat dari tatap muka secara fisik menjadi virtual. Oleh karena itu, adanya 52 poin di dalam Bali Leaders Declaration disambut baik oleh APJII.

APJII mengamini kesepakatan seluruh negara G20 yang menekankan pentingnya transformasi digital, kolaborasi internasional untuk pengembangan keterampilan, dan literasi digital, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam pemulihan berbagai sektor, misalnya pangan dan pertanian, perdagangan, ketenagakerjaan, industri, pariwisata, dan investasi.

Menurut dia, penyediaan konektivitas digital yang terjangkau dan berkualitas tinggi merupakan agenda bersama yang perlu dikawal oleh Pemerintah dan pelaku usaha, termasuk penyelenggara jasa internet. Adapun tujuannya agar transformasi digital yang inklusif, berpusat pada manusia, dan berkelanjutan dapat diwujudkan.

Terkait dengan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan keterampilan dan literasi digital, khususnya bagi perempuan dan orang dalam situasi rentan, APJII menilai isu tersebut harus menjadi prioritas dalam peningkatan inklusivitas digital keahlian dan literasi.

Digitalisasi, lanjut dia, sudah semestinya menyelesaikan permasalahan pengentasan ketidaksetaraan gender, terutama bagi perempuan, anak perempuan, dan orang dengan kondisi rentan.

"Melalui platform digitalisasi, harapannya mereka dapat meningkatkan taraf kehidupan," kata dia.

APJII mendukung kesepakatan Bali Leaders Declaration untuk kampanye melawan disinformasi, ancaman dunia maya, dan penyalahgunaan platform. APJII memastikan akan terlibat aktif dalam menjaga keamanan infrastruktur konektivitas.

"Keamanan infrastruktur konektivitas akan sangat penting dalam mengaktifkan data free flow with trust maupun mempromosikan cross border data flow," ujarnya.

Baca juga: Menlu Retno: Deklarasi Bali bukti kepercayaan dunia pada Indonesia
Baca juga: Jokowi: G20 Bali Leaders' Declaration terdiri atas 52 paragraf