APJII dukung hilirisasi ekonomi hijau dan digitalisasi di Indonesia

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif mendukung penuh langkah hilirisasi ekonomi hijau, industri, dan digitalisasi di Indonesia.

"APJII sangat mendukung strategi besar Indonesia yang disampaikan oleh Presiden dalam pertemuan B20," kata Ketua Umum APJII Muhammad Arif melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Arif mengungkapkan pentingnya hilirisasi industri sebab sektor teknologi informasi komunikasi merupakan salah satu penyumbang angka impor komponen yang signifikan di Indonesia, khususnya untuk perangkat akses internet.

Hilirisasi industri, lanjut dia, dapat dilakukan di sektor teknologi informasi komunikasi dengan cara membangun industri elektronika. Dengan demikian, Indonesia bisa menyuplai kebutuhannya dan masuk ke dalam rantai pasokan global (global supply chain) dengan barang produksi dalam negeri.

Namun, jika masih memerlukan dukungan pengetahuan dan teknologi, menurut dia, Indonesia dapat menjalin kerja sama lokal global dalam industri manufaktur elektronika.

Berkaitan dengan isu ekonomi hijau, APJII melihat energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai harapan bagi para penyelenggara jasa internet di Indonesia. Pasalnya, selama ini permasalahan ketersediaan listrik menjadi salah satu kendala pembangunan infrastruktur konektivitas internet di Indonesia.

APJII berharap ke depannya infrastruktur internet dapat menggunakan EBT seiring dengan rencana pemerintah melakukan penguatan industri baterai listrik nasional.

Menyinggung soal isu digitalisasi, Arif memastikan APJII mendukung strategi besar digitalisasi UMKM platform orientasi. Penyelenggara jasa internet yang bernaung di APJII juga tidak hanya berfokus pada penetrasi.

Akan tetapi, lanjutnya, juga tentang edukasi masyarakat maupun pelaku usaha UMKM agar keberadaan internet semakin memberikan manfaat, dan mendukung peningkatan kualitas hidup serta perekonomian masyarakat Indonesia.

Baca juga: BI: Konektivitas pembayaran ASEAN-5 akan hubungkan UMKM kawasan
Baca juga: Akademisi tekankan pentingnya digitalisasi budaya di Indonesia