Aplikasi Favorit Ini Banyak Bocorkan Rahasia

Yunisa Herawati, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVAInstagram adalah aplikasi yang disebut paling menjajah ponsel, sebuah studi baru mengungkapkan. Media sosial berbagi foto dan video ini membagikan 79 persen data pribadi pengguna dengan pihak ketiga, seperti pengiklan.

Data pribadi tersebut meliputi riwayat pencarian, lokasi saat ini, kontak, dan informasi keuangan, semuanya dibagikan dengan pihak ketiga, ungkap penelitian tersebut dilansir dari laman Express, Sabtu 27 Maret 2021.

Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan komputasi awan, pCloud ini untuk menentukan aplikasi mana yang bertanggung jawab menyedot sebagian besar data user. Perusahaan menganalisis label Privasi Aplikasi yang baru-baru ini diperkenalkan ke Apple App Store.

Apple mengharuskan semua pengembang untuk mengungkapkan dengan tepat bagaimana data pengguna akan digunakan. Termasuk menguraikan bagaimana data akan digunakan oleh aplikasi agar fitur berfungsi sesuai rencana dan berapa banyak data yang dikumpulkan dan dibagikan dengan pihak ketiga.

“Informasi apa pun yang Anda setujui untuk dikumpulkan oleh aplikasi saat mendaftar, dapat dianalisis untuk keuntungan mereka bahkan pembagiannya. Segala sesuatu mulai dari riwayat penjelajahan hingga lokasi, detail perbankan, detail kontak dan tingkat kebugaran dapat bermanfaat bagi aplikasi untuk disimpan, digunakan, atau dijual," kata Manajer Digital di pCloud, Ivan Dimitrov.

Dalam sebuah blog ia merinci, ada lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan Instagram. Angka ini cukup mengkhawatirkan karena Instagram menjadi pusat untuk berbagi data pengguna dalam jumlah yang begitu besar.

Instagram menjadi bagian yang sangat penting dari portofolio Facebook. Diperkirakan lebih dari setengah pengguna Instagram di seluruh dunia berusia 34 tahun atau lebih muda. Itu adalah demografis penting untuk Facebook, karena mereka secara perlahan-lahan telah meninggalkan jaringan sosial raksasa milik Mark Zuckerberg itu.

Jika Instagram berada di posisi puncak, aplikasi di bawahnya adalah Facebook. Jejaring sosial itu membagikan 57 persen data pengguna ke pihak ketiga. Dalam kasus Facebook ini, data pengguna di Instagram dan WhatsApp juga ikut terseret.

Selain media sosial, aplikasi pengiriman makanan seperti Deliver dan Uber Eats juga masuk dalam 10 besar pelanggar terburuk. Trainline, YouTube, Duolingo dan eBay juga turut hadir dalam daftar tersebut.