Aplikasi JaKi raih medali emas dalam kompetisi inovasi di ASEAN

·Bacaan 1 menit

Aplikasi Jakarta Kini (JaKi) yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih medali emas untuk kategori sektor publik pada kompetisi teknologi dan tnovasi tingkat Asia Tenggara di ASEAN ICT Awards 2021.

"Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan sangat membanggakan. Pemprov DKI Jakarta merupakan instansi pemerintah yang pertama kali menyumbangkan medali emas untuk Indonesia," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Senin.

Dalam kompetisi ASEAN ICT Awards 2021 itu, penilaian dilakukan oleh sepuluh orang juri yakni dari masing-masing negara anggota ASEAN serta dua juri independen dari Jepang dan China.

Salah satu juri, Shinta Laksmi dari Indonesia, mengatakan, aplikasi JaKi dinilai komprehensif dalam menyelesaikan banyak persoalan di sektor publik. "Banyak layanan jadi lebih efektif dan efisien, sehingga memudahkan warga tanpa harus mengunduh banyak aplikasi," katanya melalui siaran pers PPID DKI Jakarta.

Shinta menambahkan, Indonesia belum pernah meraih medali emas untuk kategori sektor publik pada ajang tersebut.

Baca juga: Jakarta Smart City siapkan aplikasi "JaKi"

JaKi merupakan sebuah wadah yang mengintegrasikan lebih dari 60 fitur ke dalam satu platform dengan memberikan layanan yang lebih efisien dan menjadi ekosistem bagi pemerintah dan warga.

Sebelum berlaga di ASEAN, JaKi terpilih sebagai karya terbaik kategori sektor publik pada ajang IdenTIK 2020.

Pencapaian tersebut mengantarkan aplikasi JaKi menjadi wakil Indonesia untuk nominasi yang sama pada tingkat ASEAN di ASEAN ICT Awards 2021.

Setelah melewati babak penyisihan dan pembinaan, JaKi menjadi salah satu nominasi yang lolos ke babak final pada Jumat (17/12).

Baca juga: DKI ajak warga manfaatkan aplikasi jaki percepat vaksinasi COVID-19
Baca juga: DKI cocokkan data ketersediaan vaksin pada aplikasi JAKI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel