Aplikasi JAKI Sabet Penghargaan Nasional

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Untuk mewujudkan Jakarta sebagai Kota Pintar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City (JSC) mengembangkan aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

JAKI diproyeksikan menjadi city super-app yang memberikan layanan satu pintu ( one-stop service) kepada warga yang tinggal dan beraktivitas di Jakarta.Aplikasi yang diperkenalkan pada Town Hall Meeting pada 27 September 2019 lalu, bertujuan memenuhi kebutuhan informasi dan mengintegrasikan seluruh layanan masyarakat yang ada di Pemprov DKI Jakarta. Dengan kata lain, JAKI menjadi aplikasi pusat informasi dan layanan untuk berbagai kebutuhan di Jakarta.

"JAKI didesain untuk memudahkan hidup semua orang yang beraktivitas di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta sadar betul bahwa kota ini bukan hanya milik warganya yang lahir, tumbuh, dan menetap, tetapi juga warga dari kota tetangga yang ikut berkontribusi memajukan perekonomian Ibu Kota," ujar Kepala BLUD JSC, Yudhistira Nugraha.

JAKI menghadirkan berbagai fitur yang memudahkan hidup warga Jakarta sebagai berikut.

1. JakWarta

JAKI menyajikan berita resmi langsung dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Para OPD/BUMD memiliki akun resmi di JAKI, sehingga informasi yang warga dapatkan langsung berasal dari perangkat Pemprov DKI Jakarta.Informasi yang disajikan pun terkini dan dalam teknologi geo-tagging atau penandaan geografis. Artinya, warga akan dapat notifikasi jika berada di sekitar area kejadian berita.

2. JakISPU

Selain cek informasi seputar jalanan di JakWarta, kualitas udara Jakarta tentu perlu menjadi perhatian. Fitur JakISPU menyajikan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terintegrasi dengan sensor udara milik Dinas Lingkungan Hidup Jakarta secara real-time .Sensor ini terletak di seluruh kota administratif, sehingga warga bisa langsung mengecek kualitas udara sesuai lokasinya.

3. JakSurvei

Fitur JakSurvei menyediakan ruang evaluasi bagi warga yang ingin menilai kinerja layanan masyarakat yang diberikan pemerintah Jakarta.Selain itu, fitur ini memungkinkan warga untuk ikut berpartisipasi dalam survei mengenai kebijakan, fasilitas, atau jajak pendapat resmi.

4. JakSiaga

Fitur JakSiaga untuk pengaduan darurat."Dengan memasang JAKI, warga otomatis punya nomor-nomor penting saat situasi genting, seperti Jakarta Siaga112, tim SAR, pemadam kebakaran, dan lainnya. Warga dapat membantu membenahi Jakarta, sekaligus mendapatkan rasa aman dalam satu aplikasi," terang Yudhistira.

5. JakLapor

Warga dapat menyampaikan permasalahan yang mereka temui di Jakarta melalui JAKI. Sistem pelaporan dalam JAKI berbasis geo-tagging dan terintegrasi dengan sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM). Warga yang terdaftar di aplikasi JAKI juga dapat memantau setiap laporan, lengkap dengan OPD yang menindaklanjuti laporan tersebut.

6. JakServ

JAKI mengintegrasikan berbagai situs web Pemprov DKI Jakarta yang warga butuhkan dan sudah tersedia. JAKI, yang diproyeksikan sebagai integrator, menjadi gerbang masuk warga untuk mengakses seluruh layanan daring Pemprov DKI Jakarta.

7. JakRespons

Aduan atau laporan oleh warga melalui JAKI dapat dipantau proses tindak lanjutnya melalui fitur JakRespons. Pelapor yang terdaftar dalam JAKI juga bisa memberi penilaian berupa tingkat kepuasan terhadap hasil pekerjaan OPD terkait.

8. JakApps

Tak perlu buka banyak situs, karena JAKI mengintegrasikan berbagai situs web Pemprov DKI Jakarta yang dibutuhkan dan sudah tersedia sebelumnya.

9. JakPantau

Melalui fitur JakPantau, warga Jakarta bisa mempersiapkan diri menghadapi kondisi yang tak diinginkan dengan lebih baik saat hujan mengguyur deras. Pengguna JAKI bisa mengakses informasi terkini seputar aliran sungai serta kondisi pintu air di Jakarta. Peta info banjir bisa digunakan oleh masyarakat untuk mengetahui titik-titik genangan, lengkap dengan informasi tambahan seperti tingkat ketinggian air.

10. JakPangan

Tak perlu datang ke pasar untuk mengetahui harga pangan terkini, sebab daftar harga komoditas pasar kini tersaji secara ringkas di dalam fitur JakPangan. Dengan demikian warga bisa menghitung kebutuhan pangan terlebih dahulu sebelum membeli. Terintegrasi dengan Info Pangan Jakarta dari PD Pasar Jaya, informasi yang tersedia juga selalu diperbarui setiap hari pada pukul 10 pagi.

11. JakAman

Melalui JakAman, pengguna JAKI dapat menekan tombol darurat untuk mendapatkan respons pertolongan dengan cepat. Situasi bahaya dapat dilaporkan melalui beragam kategori yang tersedia, seperti kecelakaan, kedaruratan medis, dan kriminal. Fitur ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT Jakarta Lebih Aman.

12. JakSekolah

Kebutuhan ilmu pengetahuan dan edukasi kini bisa didapat para pengguna JAKI melalui fitur JakSekolah. JakSekolah menyajikan materi pembelajaran untuk siswa dari jenjang pendidikan TK hingga SMA. Kelas untuk kalangan umum, orang tua, karyawan, dan mahasiswa juga tersedia dalam fitur yang dikembangkan bersama Sekolah.mu ini.

13. JakCo

Sebuah pintasan yang berada di dalam Jaki ini bisa digunakan untuk mengakses lima aplikasi yang telah berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta, yakni: Bukalapak, Gojek, Grab, Shopee, dan Tokopedia.Tak hanya fitur-fitur hebat di atas. Pada masa pandemi Covid-19 ini, Pemprov DKI Jakarta bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan perusahaan rintisan ( startup ), dengan menambahkan fitur Jejaki. Dengan fitur ini, warga Jakarta tak perlu mengakses bermacam situs berbeda untuk menemukan data atau informasi terkait wabah Covid-19. Jejaki sekaligus mengintegrasikan layanan serta aplikasi pencegahan Covid-19 dari Pemerintah Pusat.

Privasi pelaporan di JAKIJAKI telah menerima 2.206 laporan terkait pelanggaran PSBB selama periode 1 Maret-23 Oktober 2020.

Dari jumlah tersebut, 94,9% atau 2.094 laporan telah berhasil ditindaklanjuti dan diselesaikan oleh Pemprov DKI Jakarta. Namun didapati fakta bahwa masih ada warga masyarakat yang enggan atau ragu-ragu melapor.

Misalnya keengganan karyawan melaporkan pelanggaran PSBB di kantornya, karena takut laporannya diketahui atasan atau pimpinannya. Menyikapi hal tersebut, fitur JakLapor di JAKI menjunjung tinggi privasi pelapor dengan menampilkan anonim di semua akun, sehingga akun dan nama pelapor tidak ditampilkan.

Selain itu ada Fitur Sembunyikan Laporan yang membuat pelapor bisa memilih untuk menyembunyikan laporan, sehingga tak akan tampil ke muka publik.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya juga telah berkolaborasi dengan Harvard CLM Team dan Klakklik.id menghadirkan solusi pemeriksaan gejala mandiri bernama Corona Likelihood Metric (CLM) yang juga bisa diakses melalui JAKI.

Mengandalkan machine learning , CLM akan mempelajari data yang diberikan oleh pengguna terkait risiko dirinya terinfeksi Covid-19, berdasarkan riwayat kesehatan, kontak, dan perjalanannya. Setelah itu Anda akan mendapat rekomendasi kesehatan, sesuai dengan hasil pemeriksaan.

Aplikasi JAKI sabet penghargaan

Kiprah aplikasi JAKI dalam mempermudah kehidupan masyarakat Jakarta diganjar dengan meraih juara pertama dalam kompetisi Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dalam ajang Indonesia Entrepreneur TIK (IdenTIK) 2020, JAKI meraih juara pertama untuk kategori layanan publik ( public sector ) yang diumumkan pada 28 Oktober lalu.

"Salah satu poin penting kemenangan JAKI karena ide super app sebagai collaborative ecosystem , tempat kolaborasi semua sektor itu relevan buat negara-negara ASEAN," kata Yudhistira Nugraha, Senin (02/11/20).

Dengan penghargaan tersebut, aplikasi JAKI akan mewakili pemerintah Indonesia di ajang ASEAN ICT Awards 2020 yang akan diselenggarakan di Malaysia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: