Aplikasi kesehatan di Manggarai Barat dukung transformasi digital

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur Adrianus Ojo mengatakan aplikasi Wekar Lawa atau Wahana Elektronik untuk Kesehatan Masyarakat Lintas Warga Pengguna mendukung kebutuhan daerah dalam transformasi digital pelayanan publik.

"Kebutuhan daerah yakni Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Smart City, dan Transformasi Digital untuk memperbaiki citra pelayanan publik terjawab semua di aplikasi ini," kata Adrianus di Labuan Bajo, Jumat.

Dia menjelaskan aplikasi Wekar Lawa dilatarbelakangi pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan di Puskesmas yang masih dilakukan secara manual, belum terintegrasi, dan sulit diakses.

Padahal menurut dia, kondisi itu dapat mengakibatkan besarnya rasio beban administrasi pada fasilitas pelayanan kesehatan yang berdampak pada gangguan kinerja pelayanan publik. Selain itu, dampak lainnya adalah manajemen program kesehatan masyarakat yang berbasis bukti sulit dilakukan.

"Berangkat dari hal itu, Dinas Kesehatan Manggarai Barat membuat ekosistem Sistem Informasi Kesehatan yang komprehensif dalam rangka optimalisasi pencatatan dan pelaporan data dan informasi kesehatan ini," jelasnya.

Baca juga: Aplikasi Fita "Catch" bantu pelatih buat program lebih efektif

Baca juga: Zoom bantu wujudkan layanan kesehatan digital yang terdesentralisasi

Wekar Lawa merupakan ekosistem pengelolaan pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi dalam rangka menghasilkan data dan informasi kesehatan yang andal dan mudah diakses. Adrianus mengatakan tujuan Wekar Lawa untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan.

Ekosistem Wekar Lawa terdiri dari sistem informasi berbasis website dan sistem informasi berbasis aplikasi smartphone. Sistem informasi berbasis website terdiri dari Sistem Informasi Puskesmas dan Jaringan (e-Puskesmas), Sistem Informasi Dinas Kesehatan Kabupaten (e-Dinkes), Sistem Informasi Manajemen Gudang Farmasi (e-Farmasi), Sistem Informasi Antrian Puskesmas (e-Antrian). Sedangkan Sistem informasi berbasis aplikasi smartphone adalah sistem pendaftaran pasien online (Klinisia).

Melalui aplikasi Wekar Lawan ini, katanya, ada kemudahan dalam pembuatan laporan baik dinamis maupun statis secara daring; kecepatan dalam monitoring pelaporan oleh Dinas Kesehatan; serta tercatatnya semua data pelayanan di Puskesmas secara digital dan bisa dicek dimana pun dan kapan pun.

Selanjutnya, aplikasi ini dapat memudahkan pelaporan ke Dinas Kesehatan dengan lebih cepat dan akurat serta laporan mingguan, bulanan, dan tahunan Puskesmas yang bisa langsung diambil dari e-Puskesmas dan e-Dinkes.

"Selain itu penginputan Peserta BPJS tidak double entry," katanya menambahkan.

Baca juga: Aplikasi Mobile JKN mudahkan pelayanan warga Manado

Baca juga: BKKBN: TPK kawal kesehatan calon pengantin lewat Aplikasi Elsimil

Adrianus menuturkan kontribusi inovasi Wekar Lawa pada pencapaian TPB/SDGs terletak pada tujuan yang ketiga yaitu kehidupan sehat.

Wekar Lawa sebagai sebuah aplikasi yang digunakan dalam bidang kesehatan menjadikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih mudah. Inovasi itu juga memastikan ketersediaan jaminan mutu pelayanan kesehatan. Selain itu Wekar Lawa juga meningkatkan kinerja, cakupan, dan kualitas pelayanan serta penanganan kesehatan.

"Dengan hadirnya Wekar Lawa, pembuatan kebijakan pada bidang kesehatan dapat berbasis data dan informasi," ungkapnya.

Kini Wekar Lawa dengan aplikasi e-Puskesmas telah diterapkan pada empat puskesmas yaitu Puskesmas Labuan Bajo, Benteng, Wae Nakeng dan Golowelu. Sedangkan untuk penggunaan pada 17 Puskesmas lainnya direncanakan menggunakan aplikasi itu terhitung 1 Januari 2023.

Adapun kehadiran aplikasi Wekar Lawa telah memenuhi harapan Menteri Kesehatan saat peluncuran blue print Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024 di Jakarta tanggal 16 November 2021 lalu agar inovator menciptakan aplikasi pelayanan kesehatan yang tidak hanya fokus pelaporan untuk pejabat tetapi juga fokus pada pelayanan untuk masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa UI ciptakan aplikasi kesehatan fisiomotion

Baca juga: APKESMI: Banyaknya aplikasi digital jadi tantangan puskesmas Indonesia

Baca juga: Fita teratas di daftar aplikasi kesehatan bidang pencegahan