Aplikasi PeduliLindungi Hadirkan Layanan Telemedis dari GrabHealth dan Good Doctor

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi pelacakan Covid-19 di Indonesia PeduliLindungi kini menghadirkan fitur layanan telemedis. Layanan ini hadir berkat kerja sama Kementerian Komunikasi Informatika dengan Good Doctor dan GrabHealth.

Keduanya menghadirkan layanan konsultasi jarak jauh dan pemeriksaan kesehatan mandiri untuk pengguna PeduliLindungi.

Para pengguna PeduliLindungi sudah bisa mengakses fitur layanan telemedis dari GrabHealth dan Good Doctor mulai 18 Desember 2020.

Plt Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kemkominfo Ikhsan Baidirus mengatakan, kerja sama dengan GrabHealth dan Good Doctor memperkuat layanan di aplikasi PeduliLindungi.

"Melalui jangkauan luas pengguna Good Doctor dan GrabHealth kami berharap akses layanan aplikasi PeduliLindungi bisa menjangkau lebih banyak masyarakat dan menambah jumlah pengguna," kata Ikhsan, dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Kamis (24/12/2020).

Ia juga mengapresiasi Good Doctor dan Grab Indonesia untuk dukungan keduanya terhadap aplikasi PeduliLindungi.

Penggunaan Layanan Telemedis Melonjak di Masa Pandemi Covid-19

Aplikasi PeduliLindungi. Dok: Istimewa
Aplikasi PeduliLindungi. Dok: Istimewa

Layanan telemedis ketika pandemi Covid-19 menjadi salah satu layanan yang bertumbuh dengan cepat di Indonesia.

Menkominfo Johnny G Plate bahkan menyebut, ada kenaikan penggunaan layanan telemedis hingga 600 persen selama pandemi Covid-19.

Data dari Aliansi Telemedik Indonesia (Atensi) juga menyebut, terjadi lonjakan pengguna aplikasi telemedis dari empat juta menjadi 15 juta sejak pandemi Covid-19.

Managing Director Grab Doctor Technology Indonesia Danu Wicaksana mengatakan pihaknya memiliki komitmen untuk memberi layanan konsultasi dokter umum secara gratis tanpa batas maksimal pemakaian hingga akhir 2020.

"Dengan memanfaatkan layanan GrabHealth dari Good Doctor, pengguna bisa berkonsultasi dan mendapat respon cepat dari lebih 10.000 mitra dokter kami. Jangkauan luas hingga 80 kota pun bisa mendukung aplikasi PeduliLindungi agar layanannya bisa menggapai lebih banyak masyarakat Indonesia," kata Danu.

Danu mengimbau, masyarakat bisa memanfaatkan layanan telemedis dari PeduliLindungi yang disediakan oleh Good Doctor melalui GrabHealth.

Dalam kesempatan yang sama, President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, Grab Indonesia tidak pernah berhenti membantu pemerintah memberantas Covid. Ia berharap, kolaborasi dengan Kemkominfo di PeduliLindungi bisa memberi manfaat bagi masyarakat ketika pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Cara Pakai Layanan Telemedis di PeduliLindungi

Aplikasi PeduliLindungi untuk tracing, tracking, dan fencing Covid-19 telah bisa diunduh di App Store (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)
Aplikasi PeduliLindungi untuk tracing, tracking, dan fencing Covid-19 telah bisa diunduh di App Store (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

PeduliLindungi merupakan aplikasi yang dikembangkan Kemkominfo dan Telkom untuk melakukan fungsi penelusuran, pelacakan, dan peringatan atas Covid-19 di lokasi sekitar pengguna.

Aplikasi PeduliLindungi bermaksud memetakan dan memantau pergerakan orang-orang yang pernah dinyatakan terkena Covid-19.

Selanjutnya, PeduliLindungi juga menghadirkan menu telemedis, di mana dokter bisa memberikan layanan medis secara jarak jauh, selama 24 jam. Layanan ini disediakan oleh GrabHealth yang didukung oleh Grab Doctor.

Pengguna dapat mengakses GrabHealth pada menu "teledokter" atau "periksa diri" di aplikasi PeduliLindungi.

Layanan "Periksa Kesehatan Mandiri" berupa formulir isian yang berguna untuk mengindikasikan pengguna dengan risiko Covid-19 rendah, sedang, maupun tinggi.

Sementara layanan "Konsultasi Dokter" dapat dimanfaatkan pengguna untuk melakukan konsultasi online dengan mitra dokter profesional dari GrabHealth yang didukung Good Doctor.

PeduliLindungi telah diunduh oleh lebih dari 4,5 juta pengguna di Indonesia, sejak dirilis Maret lalu. Ke depan, PeduliLindungi akan ditambah berbagai fitur yang memudahkan masyarakat.

Beberapa di antaranya adalah screening dan e-passport untuk melakukan perjalanan dan mendata masyarakat yang sudah melakukan cek vaksin.

(Tin/Isk)