Aplikasi Smartphone Ini dapat Memeriksa Gangguan Mata pada Anak-Anak

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebuah aplikasi smartphone dapat membantu mendeteksi kelainan penglihatan pada anak. Aplikasi ini bekerja dengan mengambil gambar mata dan hasilnya tersedia di aplikasi dalam waktu kurang dari satu menit.

Dilansir dari Khaleejtimes, sebuah perusahaan yang mencari solusi perawatan kesehatan UEA, Emitac Healthcare, telah bermitra dengan perusahaan kesehatan digital AS GoCheck, untuk menghadirkan aplikasi penyaringan penglihatan terintegrasi yang dilengkapi dengan smartphone untuk mendeteksi kelainan penglihatan pada anak-anak di UEA.

Jika biasanya sulit untuk membujuk anak-anak menjalani pemeriksaan mata karena mereka terlalu muda untuk membaca. Bahkan untuk membuat mereka duduk dengan tenang di depan mesin tes mata juga cukup sulit. Tetapi dengan aplikasi skrining digital baru, profesional kesehatan hanya perlu mengambil gambar mata anak secara normal dari smartphone dan hasil kondisi mata akan tersedia di aplikasi dalam waktu kurang dari satu menit, jelas seorang petinggi dari Emitac.

Bisa diunduh

GoCheck Kids adalah satu-satunya aplikasi penglihatan digital untuk anak-anak dari usia 1-18 tahun yang bisa diunduh dan juga mencakup orang dewasa melalui teknologi paten yang diaktifkan kecerdasan buatan pada smartphone. Ini akan memungkinkan Emitac Healthcare untuk memberikan solusi penyaringan penglihatan yang lengkap kepada pelanggannya di UEA.

Skrining dapat dilakukan dengan beberapa cara dan dapat dilakukan oleh siapa saja mulai dari profesional kesehatan, perawat dan dapat juga digunakan di rumah untuk skrining diri melalui tes ketajaman visual melalui telehealth.

“Teknologi pintar dan sistem operasi modern IOS membantu penyedia layanan kesehatan anak mendeteksi penyakit lebih awal,” kata Kevon Saber, CEO GoCheck, dikutip dari Khaleejtimes.

"Kemitraan dengan Emitac Healthcare Solutions adalah langkah signifikan menuju pemberdayaan penyedia layanan kesehatan di UEA dengan akses ke teknologi penyaringan pelindung penglihatan yang canggih,” tambahnya.

Namun saat ini layanan tersebut baru tersedia di beberapa klinik Aster di UEA dan layanan akan segera diperluas ke klinik dan rumah sakit lain di UEA.

Puluhan anak mengalami Refraksi mata

Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan di antara populasi siswa di sekolah-sekolah negeri di wilayah Hatta di UEA menunjukkan bahwa 59 persen siswa yang signifikan terdeteksi memiliki kelainan refraksi yang tidak terkoreksi meskipun memiliki program skrining penglihatan berbasis sekolah. Sebanyak 78% persen kasus ambliopia (mata malas) juga ditemukan pada kelompok usia 11-19 tahun, kata Emitac.

“Kemitraan kami dengan GoCheck akan memungkinkan kami untuk memperkuat misi perusahaan untuk menawarkan inovasi klinis melalui teknologi baru. Bermitra dengan GoCheck akan memberikan nilai dan kekuatan bagi sektor perawatan kesehatan anak. Bersama-sama, kami akan membawa skrining penglihatan pada anak-anak di UEA ke tingkat berikutnya, memenuhi kebutuhan pasar akan solusi inovatif,” kata Mohammad Kenanah, CEO Emitac Healthcare Solutions.

GoCheck Kids digunakan oleh lebih dari 6.500 tim perawatan anak di AS, Eropa, dan Timur Tengah sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin untuk anak-anak dan dalam program pemeriksaan penglihatan yang dilakukan di pusat perawatan primer dan sekolah.

Penggunaan penyaring foto, seperti GoCheck Kids, direkomendasikan oleh berbagai komunitas medis termasuk American Academy of Pediatrics karena metode penyaringan penglihatan tradisional seperti grafik Snellen tidak memiliki nilai prediksi positif di antara anak-anak prasekolah.

[INFOGRAFIS] Serba Serbi Eyeliner, si Hitam Penghias Mata

Eyeliner, yang menghasilkan garis hitam di sekeliling mata untuk membuat mata seakan bertambah besar dan tajam.
Eyeliner, yang menghasilkan garis hitam di sekeliling mata untuk membuat mata seakan bertambah besar dan tajam.
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel