Aplikasi SpiceUp untuk tingkatkan daya saing lada

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Aplikasi SpiceUp sebagai solusi berbasis teknologi dinilai mampu meningkatkan daya saing usaha agribisnis lada di Tanah Air.

CEO dari Verstegen Spices & Sauces B.V., Michel Driessen, melalui keterangannya di Jakarta, Sabtu, menyatakan SpiceUp memberikan solusi inovatif berupa aplikasi geodata yang mudah diakses oleh petani lada di lokasi perkebunan yang berbeda-beda.

Seiring naiknya permintaan pasar terhadap biji lada, diprediksi produk ini akan terus menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan.

Baca juga: Gubernur Babel: Harga lada putih kembali naik tinggi

Namun, peluang emas ini masih menghadapi tantangan seperti cuaca, irigasi, penyakit hama dan tanaman hingga Good Agricultural Practice (GAP) yang harus disosialisasikan ke komunitas bisnis lada, khususnya para petani lada.

"Ini sebabnya, dibutuhkan solusi berbasis teknologi yang komprehensif," katanya saat Launching Event SpiceUp Application : Technology-Based Smart Agriculture for Pepper Cultivation”.

Dengan kombinasi teknologi satelit, data lokasi dan survei lapangan, pengguna dapat mengandalkan SpiceUp untuk mengakses informasi spesifik seputar prediksi cuaca, saran pengelolaan air, tanah dan hama penyakit, rekomendasi GAP, traceability (keterlacakan) dan harga pasar yang menguntungkan posisi petani kecil.

SpiceUp, tambahnya, optimistis menjadi terobosan yang bermanfaat bagi petani dan juga pemangku kepentingan lainnya, termasuk para kolektor dan pengusaha.

Baca juga: Ekspor komoditas pertanian Lampung melonjak 6,7 persen

Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian Fadjry Djufry, M,menuturkan bahwa Indonesia masih tertinggal baik luasan lahan maupun sekitar produktivitas lada dibandingkan Vietnam, sehingga patut menjadi PR bagi segenap jajaran, termasuk pemerintah daerah.

“Kami telah merilis 10 varietas lada unggul yang sudah tersebar di beberapa propinsi dan menyambut gembira inisiatif SpiceUp sebagai salah satu upaya perbaikan produktivitas melalui berbagai program teknis, peningkatan ekspor dan inovasi untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia”, katanya.

Senada dengan itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri A.. Fatoni menegaskan pentingnya inovasi guna peningkatan daya saing komoditas, kesejahteraan petani dan kemajuan ekonomi sesuai visi dan misi Presiden Joko Widodo.

“Pemerintah daerah berkewajiban untuk menumbuhkankembangkan inovasi, memberi stimulasi dan menciptakan iklim kondusif di wilayahnya demi memfasilitasi SDM untuk menciptakan inovasi yang kolaboratif”, ujarnya.

Sebagai upaya tindak lanjut peluncuran aplikasi SpiceUp, kegiatan bimbingan teknis kepada petani di sentra penghasil lada utama di Indonesia akan dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi.

Diharapkan akan lebih banyak lagi petani lada yang mengetahui, mengunduh aplikasi SpiceUp , dan menerapkan rekomendasi yang dipaparkan di kebun mereka.

Selain itu, kebun percontohan skala kecil di lahan petani juga akan dikembangkan di beberapa wilayah di provinsi Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur sebagai media pembelajaran petani secara langsung mengenai penerapan saran dan rekomendasi yang diberikan oleh aplikasi SpiceUp.