Apolo Dilantik Jadi Pejabat Gubernur Papua Selatan, Siapa Pengganti Rektor Uncen?

Merdeka.com - Merdeka.com - Kursi Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua kosong setelah Apolo Safanpo dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Penjabat Gubernur Papua Selatan. Pelantikan Apolo berlangsung di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (11/11).

Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor Uncen periode 2021-2025, Hans Z Kaiwai mengatakan, Apolo dilantik sebagai rektor Uncen periode 2021-2025 pada 15 September 2021, diangkat dengan surat keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 61624/MPK.A/KP.07.00/2021.

"Berarti sesuai masa jabatan empat tahun maka akan berakhir pada 15 September 2025," ujar Hans Kaiwai, Jumat (11/11).

Sebut Kaiwai, terkait dengan pengangkatan Apolo sebagai Pj Gubernur Provinsi Papua Selatan, maka cantolan hukum terkait pemberhentian rektor diatur dalam Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri.

"Berdasarkan aturan tersebut terutama pada pasal 15 ayat (1) bahwa pemimpin PTN diberhentikan karena beberapa hal, termasuk karena diangkat dalam jabatan negeri yang lain, selanjutnya dalam ayat (3) diatur bahwa pemberhentian pemimpin PTN dilakukan oleh menteri," ucap Hans Kaiwai.

Lanjutnya, dalam pasal 16 ayat (1) diatur bahwa dalam hal terjadi pemberhentian pemimpin PTN sebelum masa jabatannya berakhir, menteri dapat menetapkan salah satu pembantu atau wakil pemimpin PTN sebagai pemimpin PTN.

"Kemudian dilanjutkan pada ayat (2) pemimpin PTN sebagai dimaksud pada ayat (1) menyelenggarakan pemilihan pemimpin PTN baru paling lambat 1 (satu) tahun setelah pemimpin PTN dilantik," ujar Kaiwai.

Disinggung mengenai dua calon lainnya yang bertarung bersama Apolo saat pemilihan rektor dahulu, Kaiwai menegaskan bahwa pemilihan rektor sepenuhnya sesuai aturan.

"Jangan bicara dua calon itu lagi. Sesuai aturan. Setelah lowongan jabatan atau kekosongan jabatan maka menteri mengangkat rektor baru dari salah satu pembantu atau wakil rektor yang sekarang dengan tugas selama satu tahun untuk memilih rektor baru lagi," pungkasnya. [cob]